
48 menit akhirnya dokter yang menangani tuan Jasper ayah Nita pun keluar...
"keluarga pasien." ucap dokter tersebut.
"Saya, dok." ucap Nita mendekat ke dokter.
"Bisa ikot keruangan saya.?" ucap dokter tersebut.
Nita mengikuti dokter tersebut menuju ruangannya...
"Silakan duduk." ucap dokter pada Nita.
"Terimakasih dok, apa yang terjadi sebenarnya pada ayah saya dok.?" tanpa basa basi Nita berbicara karena sudah merasa khawatir.
"Ayah ada penyumbatan darah, yang harus segera di operasi." ucap dokter tersebut.
"Tolong dok lakukan yang terbaik buat ayah saya." ucap Nita.
"Baiklah, anda bisa selesaikan biaya administrasinya agar kami bisa melakukan tindakan." ucap dokter tersebut.
Nita langsung bersujud pada dokter tersebut tanpa pikir panjang...
"Dok, saya mohon tolong ayah saya." ucap Nita menangis.
"Tapi nona... Anda harus menyelesaikan administrasi dulu baru saya akan melakukan tindakan." ucap dokter tersebut.
"Saya janji saya akan membayarnya dok." ucap Nita.
"Maaf Bu tidak bisa." ucap dokter tersebut sambil membangunkan Nita.
Nita hanya diam dan menangis, keluar ruangan dokter dengan tidak semangat.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Nita dengan perutnya yang besar, iya menuju keluar gedung rumah sakit... Di depan halte Nita duduk sambil menunggu angkotan umum atau bus yang akan membawanya kerumah.
"Nita..." sapa seorang pria dengan motor metic nya.
"Kak Daren..." ucap Nita.
"Kamu mau kemana.?" ucap Daren kakak kelas Nita waktu sekolah.
"Saya mau pulang kak." ucap Nita, Daren menyadari perut Nita yang buncit.
"Mana suami kamu.?" ucap Daren karena maksud Daren kenapa kerumah sakit Nita tidak di antar oleh suaminya.
"Dia lagi sibuk kak." Nita terpaksa bohong.
"Harusnya sesibuk apapun dia bisa antar kamu." ucap Daren, Nita tau maksud ucapan daren.
"Karena aku yang minta kak." ucap Nita.
"Nita... Nita... Kamu ini tidak pernah berubah, semoga kamu bahagia mau saya antar.?" ucap Daren.
"Sudah kamu naiklah." bujuk Daren... Akhirnya Nita naik dan ikot Daren.
"Kenapa menikah tidak mengundang saya.?" ucap Daren.
"Maaf kak." ucap Nita, saat di motor mereka saling berbincang.
Akhirnya mereka sampai di rumah Nita..
"Terimakasih ya kak." ucap Nita yang turun dari motor sambil menyerahkan helem.
Sementara Arion di kantornya iya sangat santai tidak tahu istrinya Nita sedang kesusahan...
__ADS_1
"Bagaimana Nita Rion.?" tanya Rudy sahabat Arion + asistennya.
"Dia baik saja." ucap Arion cuek.
"Gue gak nyangka kita akan punya anak seumuran." ucap Rudy.
"Semua gara gara Lo waktu itu." ucap Arion.
"Tapi bagus kan, lagian Lo mabuk Mulu." ucap Rudy ketawa.
Cindy datang sendiri dengan penuh marah kekantor Arion.
"Mama..." ucap Arion yang melihat Cindy, Arion sadar kalau mamanya sangat marah.
plak... satu buah tamparan melayang di wajah Arion.
"Mama, ada apa.?" ucap Arion bingung.
"Kamu di sini masi bisa ketawa." ucap Cindy.
"...." Arion diam.
"Sementara istri kamu lagi kesusahan." ucap Cindy.
"Arion tidak mengerti maksud mama." ucap Arion.
"Mama kecewa sama kamu." ucap Cindy.
Rudy hanya diam... Ia baru kali ini melihat Cindy marah karena selama ini Cindy tidak pernah marah pada Arion putranya.
"Ayah Nita masuk rumah sakit." ucap Cindy.
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya dengan aku.? kalau masuk rumah sakit ya bawa ke dokter aku bukan dokter." ucap Arion.
"ARION..." kata Cindy penuh penekanan.