
Rudy yang cukup emosi dengan ucapan Arion.
"Kamu tau sendiri Nita mana bisa menolak, dia di situ hanya korban." ucap Rudy.
"Korban kata kamu? justru dia pikir dia menikah dengan aku hidupnya akan jadi nona muda, justru aku tidak akan buat mimpinya berjalan lancar." ucap Arion.
"Hahahahahaha.... Teserah kamu." ucap Rudy.
Rudy akhirnya pergi meninggalkan Arion sendiri di ruangannya... Cukup memakan emosi buat Rudy meyakinkan bosnya itu. Sangat berbeda Arion yang dulu dan Arion yang sekarang.
...######...
Di sebuah pasar swalayan terbesar di kota ini Nita bertemu dengan tari dan Arion yang lagi jalan berdua yang sedang mencari sesuatu...
"UPS...sorry." ucap tari yang sengaja menabrak Nita.
"Maaf..." ucap Tari.
"Iya..." ucap Nita yang terhenti setelah melihat Arion.
"Arion, bukan ini istri kamu., Sudah jadi nona muda kok masih kayak pembantu saja ya penampilannya padahal kamu kan... Maka ya jangan maksain diri dengan cara kotor, Arion itu tidak bodoh.?" ucap Tari.
Nita hanya diam atas penghinaan dari Tari...
"Kamu itu tidak selevel dengan Yulita." ucap Tari.
"Mari kita pergi." ucap Arion.
__ADS_1
Nita yang melihat Arion dan Tari pergi bersamaan, hatinya sakit sangat sakit sekali... Tapi apa yang bisa Nita lakukan dirinya ingin sekali memaki maki. Dan ini buka mau Nita yang hanya bisa diam.
Setelah mendapat apa yang Nita ingin akhirnya dia pergi, di Lobi di depan pintu masuk Nita ingin menyeberang mobil Arion hampir saja menabraknya.
"Aaah..." ucap Nita yang menutup wajah nya.
Arion turun dan keluar dari mobil....
"Hey...Kamu belom mati, meski aku ingin sekali menabrak mu." ucap Arion, sehingga Nita melihat ke arah suara tersebut.
"Tuan muda anda." ucap Nita.
"Naik." ucap Arion.
"Tapi biar saya naik angkot saja tuan." ucap Nita.
"Ba..baik tuan terimakasih." ucap Nita lalu naik mobil Arion.
Di dalam mobil setelah keluar dari parkiran, Arion bertanya pada Nita.
"Punya banyak uang juga kamu.?" ucap Arion.
"Saya hanya mencari popok untuk Irwan tuan." ucap Nita.
"Karena Irwan alergi tuan, jadi saya sudah cari merek yang dokter suru, di mini market tidak ada di apotik juga tidak ada jadi saya terpaksa kesini." ucap sambung Nita.
"Emang saya peduli?" ucap Arion.
__ADS_1
Nita diam dan hanya menunduk, tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja.
Apa segitunya tuan anda membenci saya dan anak anda.? ucap di hati Nita sambil menatap arah jalan...Kata kata Arion yang begitu menyakitkan.
Setelah sampai di depan pintu rumah Nita segera keluar dari mobil Arion, dirinya tidak lupa mengucap terimakasih pada Arion lalu masuk ke dalam.
"Nita, kamu sudah pulang." ucap nenek Linda.
"Iya nek, aku ke kamar Irwan dulu nek." ucap Nita pamit.
"Arion, kamu pulang sama Nita... Syukurlah kamu peduli juga pada istri dan anak kamu, nenek senang kasian Irwan dari tadi nangis karena ada ruam merah di bokongnya." ucap nenek.
"Iya nek, saya kekamar dulu nek." ucap Arion.
"Iya kamu bantu Nita sana." ucap nenek.
Arion hanya sedikit mengintip dari pintu yang tidak tertutup rapat di kamar Irwan, Nita yang sedang mengobati bokong Irwan di bantu oleh Dhea.
"Kak, biar Irwan nanti tidur sama saya saja, dia tidak akan saya pakai popok dulu." ucap Nita.
"Tidak apa, biar saya temenin juga." ucap Dhea.
"Jangan kak, nanti malah jadi ganggu istirahat Kakak." ucap Nita yang lagi sambil mengoles salap.
"Tapi, kalau perlu sesuatu kamu panggil saya." ucap Dhea.
"Iya kak, makasih." ucap Nita.
__ADS_1