CINTA DARI CINDY

CINTA DARI CINDY
apa ini takdirku.?


__ADS_3

Selesai sarapan Nita, Cindy dan nenek bersiap siap untuk pergi ke sebuah butik dan gaun pengantin untuk acara pernikahannya dengan tuan muda Arion pewaris tunggal keluarga Wijaya. Di sepanjang jalan Nita diam dan berpikir bagaimana caranya untuk bicara pada nenek Linda dan Cindy agar pernikahan ini batal.


"Nit... Kenapa kamu sepertinya gelisah.?" ucap nenek Linda.


"Kamu ada masalah bicara saja pada kami." sambung Cindy.


"Mmm... Tidak ada." ucap nita.


"Kamu bicara saja Nit pada kami." ucap nenek linda.


Nita menatap nenek Linda dan Cindy bergantian satu persatu akhirnya Nita pun buka suara dan berbicara...


"Nenek, nyonya... mmmm ( Nita menarik napasnya dan melanjutkan pembicaraannya ) Apa bisa pernikahan ini di batalkan saja.?" ucap Nita gugup dengan keberanian Nita akhirnya buka suara.


"Hahahaha... Nita Nita... Kamu ini kenapa mau batalin pernikahan kamu liat Arion dia biasa aja dan tidak menolak pernikahan ini, Arion setuju apa alasan kamu menolak pernikahan ini.?" ucap nenek Linda.


"Aku..." ucap Nita gugup.


"Kamu pikir kalau Arion tidak setuju pernikahan ini.?" ucap Cindy.

__ADS_1


"Iya..." jawab Nita.


"Yauda kamu tidak punya alasan buat nolak pernikahan ini kan?" ucap nenek Linda.


Nita diam dan berpikir apa yang di ucapkan nenek Linda dan Cindy tadi bahwa Arion menerima pernikahan ini... Tapi kenapa malam itu di dapur Arion sangat benci padanya dan berkata ( jangan harap aku akan mencintai kamu.! ).


Jangan jangan tuan Arion juga da berusaha untuk membatalkan pernikahan ini tapi tidak bisa makanya nurut dan diam saja... Aduh akan seperti apa pernikahan yang akan aku jalanin nanti.?


Ucap Nita dalam hatinya... Di sepanjang jalan Nita terasa ingin sekali mengeluarkan isi perut ya yang tadi ia makan pagi ini...


"Pak... Bisa ke tepi jalan sebentar.?" ucap Nita pada supir yang membawanya dan nyonya Linda serta Cindy.


"Baik..." ucap pak supir yang bernama Joko.


Hoek... Hoek...


Nita muntah dan mengeluarkan sarapan nya tadi pagi.


"Kamu tidak apa apa Nit.?" ucap Cindy. yang bertanya pada Nita yang sudah masuk mobil melanjutkan perjalanan mereka kembali.

__ADS_1


"Tidak apa apa nona mungkin saya mabok perjalanan saja." ucap Nita yang sebenarnya dirinya tau apa penyebab ia memuntahkan sarapannya pagi ini.


"Kamu masuk angin.?" ucap nenek Linda.


Nenek Linda menyerahkan sebotol minyak angin untuk Nita pakai... Nita mengambilnya dan memakainya memang sedikit mengurangi rasa mual dan pusingnya.


"Apa sebaiknya ke dokter saja.?" ucap Cindy sedikit curiga sama calon mantunya ini.


" Tidak usah nyonya." ucap Nita menolak dirinya takut kalau nanti Cindy dan nenek Linda tahu kehamilannya.


"Iya Nit... jangan sampai pas pernikahan kamu malah sakit." ucap nenek Linda.


"Aku tidak apa apa Nek, aku baik baik saja." ucap Nita menolak nenek Linda.


"Yasudah kalau emang itu mau kamu." ucap Cindy.


Untunglah mereka tidak memaksa untuk periksa ke dokter... ucap batin Nita yang lega nenek dan mertuanya Cindy tidak memaksa nya untuk periksa kerumah sakit.


Mereka sudah sampai di butik... Manager butik tersebut menyambut kedatangan nenek Linda dan Cindy serta Nita...

__ADS_1


"Selamat siang nyonya dan nona." ucap Manager butik tersebut.


" Gaun yang saya pesan untuk istri cucu saya sudah siap.?" ucap nenek Linda yang sangat anggun.


__ADS_2