Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 10


__ADS_3

Eireen menghela nafas ” Kenapa kamu tiba-tiba mematikan lampu? jika terjadi apa-apa dengan dirimu bagaimana?"


Mike menjawab "aku tidak sengaja mematikan lampunya. dan aku juga baik-baik saja."


Eireen tidak percaya "sungguh kau tidak apa-apa?" lalu Eireen mulai memperhatikan kondisi Mike dengan cermat.


Mike memang baik-baik saja, ia baru saja menghela nafas panjang. Mike tidak berbicara sama sekali. Tapi pikirannya mulai kemana-mana, Dia akhirnya yakin kalau wanita ini punya pengaruh besar dalam hidupnya.


Disaat cahaya malam terlihat jernih, ditengah malam Mike terlihat sedang menelpon seseorang.


"Halo, kamu terdengar sehat dan baik-baik saja, ada apa meneleponku? apa jangan-jangan kamu kambuh lagi? Kamu belum lama kembali kan" suara dari seberang sana terdengar khawatir.


"iya." Mike menjawab dengan singkat dan datar.


"Fredy kali ini berbeda," kata-kata Mike membuat Fredy yang di seberang sana sedikit terkejut. Keadaan Mike seperti ini bukan sehari dua hari saja, tapi semakin lama semakin buruk.


Bertahun-tahun Fredy mempelajari ilmu psikologi, untuk membantu sahabat baiknya ini. "apanya yang berbeda?" kata Fredy masih dengan nada khawatir.


Mike pun berkata tanpa ada yang ditutup-tutupi " dulu jika aku kambuh, selalu ada lubang hitam dan tangan banyak yang ingin menarikku, tapi kali ini.... Elaine... istri baruku, dia malah membawa perbedaan keperasaanku.. Ini adalah pertama kalinya aku kambuh merasakan perasaan yang sangat nyaman dan tentram. Perasaan seperti itu sungguh hebat. Apa kamu tahu mengapa ini bisa terjadi?"


Fredy yang mendengar cerita dari sahabatnya agak kaget " jadi tanpa mengkonsumsi obat apapun,ada seseorang yang bisa menenangkan mu?"


"Bisa dibilang begitu." Mike juga merasa saat aneh, bahkan saat menyebut nama Elaine, perasaannya berubah campur aduk.


Fredy berdiam diri sejenak "alasannya aku kurang tau, lebih baik aku bertemu dengan orangnya dulu, atau kau bisa membawanya kemari? atau tunggu sampai kesibukan ku selesai, aku yang akan mendatangimu.. Sebisa mungkin hindari penggunaan obat ya. Nanti gawat kalau muncul ketergantungan."


"Baiklah akan aku ingat." jawab Mike.

__ADS_1


"Mike ini masalah psikologis, kalau kamu benar-benar mau sembuh. kamu harus mengalahkan ketakutan dalam hatimu." kata Fredy.


"Baik, aku paham dan mengerti." Mike menjawab sambil mengangguk.


"Kita kan sudah seperti saudara, buat apa sungkan-sungkan. kamu jadi tidak seperti biasa. jika ada waktu, beri aku kesempatan bertemu istrimu itu ya." kata Fredy.


Setelah mengakhiri pembicaraan ditelepon dengan sahabatnya, Mike merasa lumayan baik.


Keesokan harinya, lagi-lagi matahari bersinar terang, setelah Mike selesai sarapan, ia pagi-pagi langsung keluar rumah dan pergi kekantor.


Eireen tidak ada kerjaan dirumah. Dia merasa sangat kebosanan. juga tidak tahu dulu Elaine melakukan apa untuk menghilangkan kebosanannya. Untung saja rumah besar Mike memiliki taman yang indah. Bagai hiasan bewarna cerah, bunga-bunga ditaman saling beradu warna.


Ditaman ini terdapat banyak jenis bunga yang Eireen tidak ketahui namanya. Eireen tidak bisa diam saja, dia lalu memetik beberapa bunga yang sangat cantik dan harum."Benar-benar harum".


Megan yang baru turun dari mobil dan tiba di rumah Mike, kebetulan ia melihat Eireen ditaman bunga, dia lalu menghentikan langkahnya, melihat Eireen masuk kedalam rumah dan membawa beberapa tangkai bunga.


Eireen mengisyaratkan dengan tangan tidak usah menyapanya lalu bertanya "di mana ada Vas, agar aku bisa meletakkan bunga-bunga ini?"


Melihat mereka terdiam, lalu Eireen segera mengayunkan bunga ditangannya.


"ada disini." seorang pembantu datang dengan membawa sebuah vas bunga yang diminta.


Para pembantu menatap satu sama lain, sejak kapan nona Muda berubah karakter menjadi seorang penurut dalam waktu secepat ini.


Megan yang melihat Eireen segera menggertakan giginya dengan penuh amarah. Orang seperti apa Elaine hanya dia yang paling tahu.


" Mau pura-pura ya pura-pura saja, sekarang kak Mike sudah pulang. Elaine langsung saja berubah jadi polos dan suci. Kita lihat saja nanti." ucap Megan penuh kemarahan.

__ADS_1


Beberapa hari ini emosinya sangat tidak stabil, sejak kejadian pertemuan dengan Alex, Kak Mike hanya marah tapi tidak sampai membencinya, lalu kemarin waktu Elaine membuat nyawa Mike dalam bahaya, tanpa disangka Elaine hanya diomeli beberapa kata saja. Elaine mengandalkan apa sih, kayaknya bukan cuma Mike saja yang luluh tetapi kakek juga sangat menyayangi nya.


Eireen tidak menyangka hanya memetik bunga saja, bisa membuat orang lain begitu sangat membencinya. Eireen sedang sibuk memetik bunga, lalu melihat Megan diruang tamu. Megan semakin lama semakin tidak senang lalu berjalan "aku ingin mengunjungi tante, aku tidak percaya kamu bisa terus berpura-pura."


Tante yang disebut Megan adalah Tante ke 3 anak kesayangan kakek Albert. Umurnya hanya lebih tua 5 tahun dari Mike. Megan memang biasa mencari Tante nya ini untuk jalan-jalan.


Megan baru saja sampai ke tempat Maria, Tante dari Mike. Melihat Maria sedang mengenakan baju berbahan kulit dan membawa tas Hermes yang berhias batu permata. melihat kedatangan Megan lalu Maria segera menghampiri "Bukankah ini Megan? datangnya cepat juga hari ini."


Karena kedatangan Megan, raut wajah Maria terlihat lebih senang.


"ayo pergi, aku hari ini ada janjian dengan beberapa teman, mau jalan-jalan. Megan ikut saja ya."


"Oh begitu ya, Tante saja yang jalan, Megan tidak ikut, perasaan Megan sedang tidak baik hari ini." Wajah Megan yang menunjukkan wajah wanita yang teraniaya menarik perhatian Maria.


"Kamu kenapa? siapa yang mengganggumu?" Maria tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


"Siapa lagi kalau bukan Elaine." Megan sambil mengadu lalu memonyongkan bibirnya.


"apa lagi yang ia perbuat, sampai membuatmu marah?" Maria yang terlihat kebingungan,meskipun ia sudah sering mendengar tentang Elaine. tapi dia tipe orang yang tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Kalau bukan karena Mike, ia tidak akan pernah menganggap dan tidak Sudi menatap Eireen.


"Ia memang tidak membuatku marah, tetapi ia telah membuat kak Mike marah, Tante pasti sudah tahu kan kalau 2 hari lalu dia hampir membuat nyawa kak Mike dalam bahaya."Megan mengatakannya dengan penuh kebencian.


"Tante bahkan tidak tahu kan, dia meminta perlindungan dari kakek Albert untuk membelanya. Seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi. Padahal kak Mike baru saja pulang, nyawa kak Mike dalam bahaya. Elaine dulu sering sekali melakukan banyak kesalahan, tidak tau siapa yang membereskannya. Jelas-jelas ia. sengaja, Tante harus bantuin Mike ya." adu Megan.


Mendengar kata-kata Megan, Tante Maria segera meluap amarahnya. Mike yang tinggal tidak jauh dari rumahnya saja tidak mengetahui perihal yang terjadi dengan Mike. Tanpa disangka kakak iparnya juga menutupi kondisi Mike dari dirinya.


happy reading all.❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2