
Eireen segera menerimanya dan menelan beberapa teguk, dan merasa sedikit baikan.
"Bagaimana? merasa lebih baik?" Tia cemas melihat Eireen yang muntah-muntah.
Eireen mengangguk, baru saja ingin berbicara, datang lagi perasaan mual yang menjijikkan.
"Huekk..."
Tia cemas, sambil menepuk pungguh Eireen dia berkata, " Eireen ini tidak bisa di biarkan, kita harus pergi kerumah sakit?"
"Ma, aku tidak apa-apa, tidak perlu kerumah sakit." Eireen sangat khawatir jika mamanya tahu dia sedang hamil. Masalah keluarga Tan saja sudah membuat mamanya kepikiran dan hampir drop, bagaimanapun juga tidak mungkin Eireen bisa menutupi kehamilannya ini. Karena lambat laun pasti akan ketahuan, tapi jika mamanya tahu sekarang hal yang di takutkan Eireen, adalah kondisi mamanya yang baru saja pulih.
Tetapi Tia tetap khawatir, "Sudah muntah sampai begini, apa maksud kamu tidak apa-apa."
Dia menunggu Eireen sedikit mereda, dan memaksanya untuk tetap pergi kerumah sakit.
Eireen pasrah, mau tidak mau pasti akan ketahuan. Dia tetap mengikuti mamanya.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Tia mengambil antrian pendaftaran.
"Sejak kapan mulai muntah-muntah? Bagaiamana perasaanmu sekarang?" Tanya dokter sambil memeriksa Eireen.
Eireen menjawab, "beberapa hari yang lalu hanya sedikit mual, tetapi tidak separah hari ini. Hari ini sedikit-sedikit muntah."
Tangan dokter itu berhenti, "Selalu mual? Apakah pola makan kamu teratur?"
"Teratur, sehari makan tiga kali, semua aku yang siapkan," Tia menyela di samping.
Dokter itu mengerutkan kening, dan mengambil alat-alat dan menaruhnya di atas meja, "Apakah menstruasimu normal belakangan ini?"
Eireen tertegun ketika ditanya, lalu dia menjawab dengan jujur, "Sudah tiga bulan tidak...."
Tia tidak menanggapi pertanyaan dokter dan jawaban dari Eireen, dia sangat khawatir. "MEngapa sudah telat begitu lama kamu tidak mengatakannya, dokter apakah penyebabnya karena ini?"
Dokter mengangguk kepala, "Aku sarankan sebaiknya kamu membawa dia ke spesialis kandungan, gejala yang disebutkan tadi sangat mirip dengan kehamilan."
"Apa? Hamil."
__ADS_1
Tia terkejut, dia menatap dokter dengan ragu dan menoleh melihat Eireen, "Eireen sebenarnya apa yang terjadi kepadamu?"
Eireen gemetar, dia tidak berani bertatapan langsung dengan ibunya. "ma, mari kita periksa dulu, aku akan menceritakannya kepadamu semua ketika kita pulang."
Raut wajah Tia menjadi sangat masam dan tidak bertanya lagi, dia membawa Eireen pergi ke dokter kandungan.
Setelah pemeriksaan, dokter mengkonfirmasi, "Selamat nona Eireen, kandunganmu telah berusia tiga bulan."
Eireen mengambil hasil usg itu dengan hati yang sangat kacau. Dia menatap perutnya yang rata, dan berpikir bahwa dia tidak akan bertemu dengan Mike lagi. Dia masih berpikir positif, Tuhan tidak ingin membiarkan dia kesepian. Dia tiba-tiba teringat kepada mamanya, dia harus menjelaskan kepada mamanya. Dipikiran Tia sudah ada banyak pertanyaan yang akan dia ajukan kepada Eireen,
Ketika mereka kembali ke apartemen, Tia tidak sabar dan langsung bertanya, " Eireen, anak siapa ini? apakah milik Jay?"
Dia berpikir Eireen tidak memilki banyak teman pria, dia hanya pernah bertemu dengan Jay, dan dia pun mulai berpikir aneh-aneh.
Eireen menggelengkan kepala, "Mama, anak ini bukan milik Jay."
"Jika bukan milik Jay, jadi siapa ayah dari anak ini?" Tia tidak menyerah dan terus bertanya.
Bibir Eireen terangkat, dia masih menyusun kata-kata yang tepat agar mamanya tidak shock.
Tia dengan cemas berkata. "Kamu gadis bodoh kenapa tidak menjawab? Siapa ayah dari anak ini?"
Eireen merasa sedih melihat mamanya sangat khawatir kepadanya. Tetapi tidak sepenuhnya khawatir kepada Eireen, dia juga khawatir kepada Elaine.
Karena dia seperti ini, jadi Tia tidak bisa pulang kembali ke negaranya.
Dia teringat bahwa mamanya ingin sekali membantu Elaine, hatinya terasa sedih, "mama, bukankah kamu selalu bertanya, mengapa aku selalu menentang kamu untuk membantu Elaine?"
Tia tertegun, "Kenapa?..... Tunggu, aku sedang bertanya siapa ayah dari anak ini, untuk apa kamu membahas hal ini?"
Eireen memotong pembicaraanya, "Karena ini adalah masalah yang sama."
Tia semakin bingung, "Apakah kehamilanmu ada hubungannya dengan Elaine?"
"Memang berhubungan."
Eireen tidak menyangkal, dia memikirkan bahwa kebohongan yang di katakan kepada mamanya sebelumnya, perasaan bersalah terlihat di matanya. "Ada satu hal yang telah aku sembunyikan dan tidak memberitahukannya kepadamu. sebenarnya biaya untuk merawat kamu berasal dari keluarga Tan, sebagai syaratnya, aku menggantikan Elaine masuk ke keluarga Lee, berpura-pura tinggal di Keluarga Lee."
__ADS_1
Tia memandangnya dengan ragu, "Bukankah pada saat itu kamu jelas-jelas bilang...."
Eireen tersenyum pahit, "pada saa kamu bangun, dokter mengatakan mama tidak bisa tertekan dan mendengar berita yang membuat otak mama tertekan, maka aku menyembunyikannya, lagipula, aku juga tidak ingin terlibat dengan keluarga Lee."
Dia berbicara dengan nada rendah, "Tapi ini adalah masalah keluarga Tan, mama malah menyuruhku untuk membantu Elaine, aku tidak bisa melakukannya, lagipula jika Elaine tahu bahwa aku mengandung anak Mike, dia pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk mengancam Mike, Mama kamu pasti tidak tahu, Elaine bisa seperti hari ini adalah perbuatannya sendiri."
Tia mendengar Eireen menceritakan seluruh rencana Elaine, hatinya sangat sedih.
Dia terjatuh duduk di atas sofa, "Kenapa bisa begitu? Bagaimana bisa Elaine berubah menjadi begitu?"
Eireen tidak bisa menjawab mamanya, dia duduk di samping Tia, dia duduk menunggu Tia untuk lebih tenang.
Juga tidak tahu berapa lama bagi Tia untuk mencerna selurh masalah ini, "Jadi ayah dari anak ini adalah Mike, adik iparmu."
"Benar." Eireen menganggukkan kepala, pada saat bersamaan dai juga mengatakan isi pikirannya, "Mama, aku berencana untuk melahirkan anak ini."
Ketika mengatakannya, Tia dengan cepat membantah perkataan Eirren, "Tidak boleh, kamu tidak boleh melahirkan anak ini, jika tersebar bagaimana dengan harga diri kalian?"
Eireen tahu mamanya sedang memikirkan reputasi dan harga dirinya, tetapi dia tetap benar-benar ingin melahirkan anak ini.
"Mama. aku pasti akan melahirkan anak ini."
Tia menatap Eireen dan menebak sesuatu di hatinya, "Apakah kamu jatuh cinta terhadap Mike?"
Tubuh Eireen kaku, dia menghindari tatapan Tia.
Tia kelihatan masih tidak begitu mengerti, wajahnya penuh dengan kebingungan, ingin berbicara tetapi tidak bisa mengatakannya.
Karena hal ini bukan kesalahan Eireen.
"Semua salahku, aku yang membuatmu menderita." Tia merasa bersalah dan menampar dirinya sendiri.
"Mama apa yang kamu lakukan?" Eireen terkejut dan meraih tangan mamanya.
Tia menatap Eireen penuh dengan air mata,"Jika bukan karena aku hubungan kalian tidak akan seperti ini."
Eireen menggelengkan kepalanya dengan tidak setuju, "Mama masalah ini tidak ada kaitannya denganmu, bahkan tanpamu, Elaine dan yang lainnya juga memikirkan cara lain untuk memaksaku menyerah."
__ADS_1
Tia membuka mulutnya, dia secara tidak sadar ingin membantu Elaine berbicara, tetapi setelah melihat wajah Eireen yang dingin, dia menelan kata-kata yang ingin dia katakan, "Kamu ingin mempertahankan anak ini, Bagaimana kamu akan menikah nanti?"
HAPPY READING ALL ❤️❤️❤️❤️❤️