
Hans melihat kedatangan Elaine, dia mempunyai firasat sangat tidak baik. Kemudian yang mengantar Elaine berkata kepada Hans.
"Kakek menyuruhku membawa nyonya muda datang dan memintaku untuk memberitahu dirimu kalau selama tuan muda tidak ada, nyonya muda akan menangani urusan Perusahaan sementara waktu. Dan kamu akan mendampinginya."
Elaine yang merasa di atas angin kemudian berkata kepada Hans.
"Asisten Hans, harus merepotkan mu selama ini."
Elaine tersenyum mengulurkan tangannya.
Hans menatapnya dengan tatapan suram. Kalau bukan karena Hans sudah mengetahui sifat asli wanita ini, mungkin dia juga bisa saja tertipu oleh penampilan yang tidak berbahaya ini.
"Nyonya muda terlalu sungkan." Hans tersenyum polos menyambutnya.
"Aku telah mengantar nyonya muda. Aku akan kembali kekantor kepala direktur dulu."
Pengurus rumah undur diri. Melihat keduanya saling kenal. Dia lalu meninggalkan mereka.
Elaine melihat sekeliling, kemudian dia menemukan bahwa kantor ini sangat membosankan dan tidak menarik seperti Mike.
"Asisten Hans, bagaimana kondisi perusahaan kita sekarang, dan apa yang harus aku lakukan?"
Setelah Elaine duduk, dia membuka beberapa berkas di atas meja Mike.
Mata Hans berkedip dan menjawab, "sekarang, sebagian bisnis besar telah di hentikan untuk melakukan beberapa penyidikan. Tidak banyak dokumen yang harus nyonya tangani. Nyonya muda hanya perlu datang menangani beberapa dokumen setiap dua hari sekali."
Elaine mengerutkan keningnya. Kemudian dia berkata lagi " semua bisnis telah di hentikan? Apa yang terjadi?"
"Itu seharusnya karena penggelapan pajak." Hans menjawab dengan nada datar.
Hari Elaine semakin suram. "Aku tahu, apakah ada dokumen yang perlu ku tinjau hari ini? Dan kamu menyuruh orang membuatkan statistik industri dari penangguhan perusahaan lalu menunjukkan nya padaku."
Perusahaan Lee dianggap sebagai miliknya. Hans sangat peduli. Dia tidak ingin Perusahaan Mike menyusut karena permasalahan kali ini. Apalagi karena wanita ini.
Oleh karena itu Elaine tidak memperhatikan ketegasan dalam suara hans.
Hans menatapnya dengan tatapan mendalam. Kemudian berkata " Ini adalah dokumen-dokumen yang belum kutangani, nyonya muda boleh melihatnya dahulu. Sekarang aku akan mengatur orang untuk melakukan statistik."
"Pergilah."
Elaine mulai melihat dokumen tanpa mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Setelah Hans meninggalkan kantor. Dia kemudian mengatur orang untuk melakukan statistik. Lalu kembali kekantor.
Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai menelpon.
"Prediksi presiden benar-benar sangat akurat. Nyonya muda sekarang telah mengambil posisi dan kesempatan untuk campur tangan di perusahaan. Kamu jangan mengirimkan informasi dulu dari luar negeri kepadaku untuk sementara waktu ini. Lihat keadaan dan kendalikan."
"Aku tahu. Apakah bos disana sedang bermasalah?" Terdengar suara pria dingin dari seberang sana.
"Tidak. Presiden sudah mengaturnya."
Dalam beberapa hari ini, perusahan Mike menghadapi perebutan sumber daya dengan berbagai perusahaan. Elaine berusaha keras membantu perusahaan.
Penampilan kerja kerasnya yang terlihat memihak Perusahaan membuat nyonya Martha merubah pandangannya kepada Elaine.
Tentu saja ini belum bisa membuat perusahaan Mike menjadi kacau. Akan tetapi penagihan pajak dari bank dan kantor pajak membuat orang panik.
Bahkan ada beberapa karyawan yang mengundurkan diri. Elaine tidak dapat menghentikan dan juga tidak bisa mengendalikan situasi yang terjadi.
Hanya dalam beberapa hari karyawan perusahaan sudah berkurang setengah.
"Kakek itu karena diriku tidak berguna."
"Aku tidak punya kemampuan untuk menjaga sumber daya perusahaan. Dan bahkan para staf juga aku tidak dapat mempertahankannya. Sekarang banyak pekerjaan tidak dapat berjalan dengan lancar."
Kakek juga cemas, tapi dia tidak melampiaskan emosinya kepada Elaine, karena di mata dia, Elaine sudah 'bekerja keras'. "Tidak apa-apa kakek sudah menduganya."
"Kakek kapan Mike akan keluar? Apakah dana kita tidak cukup? Berapa kekurangannya, aku akan meminta bantuan ayah untuk mencarikannya."
Kakek awalnya tidak ingin membuka mulut, tetapi situasi ini tidak memungkinkan untuk tidak mengatakan nya. "Dana masih kurang sedikit Elaine. Kamu adalah anak yang baik. Beginilah, kakek ingin meminjam dana dari keluargamu dua puluh miliar. Dengan menggadaikan saham sebesar dua puluh persen saham perusahan Lee."
Mata Elaine bersinar, akhirnya pria tua itu membuka mulutnya. Tetapi hanya dua puluh persen saham dia ingin dua puluh miliar? Apakah dia terlalu perhitungan.
"Dua puluh miliar terlalu banyak kakek, ayahku cuma ada sepuluh miliar. Begini kakek, saham dua puluh persen, kami akan meminjamkannya kepada orang. Setelah mengeluarkan mike, aku percaya Mike dapat menyelesaikan semua masalah ini."
Kakek sangat terharu, "tidak boleh, dua puluh persen saham ini harus kamu yang mengambilnya. Mengenai orang lain, setelah ayahmu menemukan kreditur tepat, maka beritahu kakek. Aku akan menyuruh ayah mertuamu membicarakannya secepatnya."
Elaine agak tidak puas. Dia merasa kakek tidak percaya padanya. Tetapi dia tidak menunjukkannya. Lalu berkata kembali "oke, kalau begitu aku akan mendengarkan perkataan kakek."
Pada malam hari, Elaine membawa saham yang di transfer kakek kepadanya kerumah Tommy.
"Elaine bagaimana situasi keluarga Mike? Kapan ayah bisa mengambil keuntungan?"
__ADS_1
Elaine sedang malas-malasan, dia duduk di sofa. Dia menyipitkan matanya dan tersenyum. "Sudah hampir waktunya. Kakek tua itu sedang ingin mentransfer saham sebesar dua puluh persen kepadaku. untuk sepuluh miliar punya ayah. Dan kemudian mencari orang yang bisa diandalkan untuk meminjamkan sepuluh miliar. Dia akan memakai dua puluh persen saham untuk jaminan meminjam."
Berbicara mengenai ini, Elaine tersenyum licik. "Ketika waktunya sudah tiba, kita bisa saja menemukan orang untuk berpura-pura menjadi pembeli dan meminta kakek tua itu untuk memberikan sahamnya. Selain itu ditambahkan dengan saham yang sudah kita miliki Tiga puluh persen. Total saham kita sudah mencapai lima puluh persen. Itu sudah merupakan kedudukan tertinggi dalam perusahaan. Pada saat itu kita langsung mengubah kepemilikan perusahaan Lee, menjadi milik keluarga Tan."
”kalau begitu aku akan mencari seseorang untuk berpura-pura menjadi pembeli."
Tommy sangat bersemangat dan dia ingin segera menjalankan rencananya itu.
Elaine menahannya, "ayah tidak usah terburu-buru. Masalah ini bisa ditunda satu atau dua hari. Misalnya kurang dari sehari, kakek tua itu pasti bisa menebak apa yang terjadi."
Tommy terkejut dan segera mengerti maksud dari Elaine. Dia lalu menepuk dahinya."kamu benar juga, ini jangan terlalu terburu-buru."
Sesuai rencana jahat Elaine dan Tommy. Kedua manusia serakah itu lalu dua hari kemudian Elaine membawa kabar baik untuk kakek.
"Kakek, aku sudah menemukan orang untuk meminjamkan dana."
Elaine berlari menuju Perusahaan dengan sangat semangat.
"Siapa orang itu?” mata kakek Albert bersinar senang.
Dia memang tidak pernah menaruh harapan pada Elaine. Selama dua hari ini dia dan ayah Mike memang mencari seseorang untuk meminjamkan mereka. Akan tetapi tidak ada yang bisa membantu mereka.
Tetapi kakek sangat memahami, karena tidak semua orang memiliki sepuluh miliar. Itu jumlah yang sangat tidak sedikit.
"Pihak peminjam adalah investor asing di perusahaan ayahku. Dan dia bersedia memberi pinjamannya sepuluh miliar."
Elaine mengatakan informasi yang dia tahu, akan tetapi kakek terlihat sangat ragu-ragu.
Dia pikir orang yang Elaine cari berasal dari ibukota. Akan tetapi ini berasal dari luar. Dia sedikit ragu sekaligus membuatnya tidak nyaman.
Lagipula perusahan tersebut buka perusahaan yang akrab atau dikenalnya. Dia khawatir pihak peminjam akan menimbulkan ambisi jahat.
"Apakah karakter pihak peminjam dapat diandalkan?"
"Kakek jangan khawatir. Mitra kami ini adalah mitra jangka panjang perusahaan kami. Dan kami sudah sangat mengenalnya sampai ke akar-akarnya."
Elaine melihat nada keraguan dari kakek kemudian berkata kembali.
"Wajar saja jika kakek tidak mempercayai Perusahaan asing. Aku akan memeriksa lagi bersama ayah, apakah ada Perusahaan lokal yang mau membantu. Akan tetapi ini mungkin memakan waktu yang lebih lama lagi. Bagaimanapun juga kita telah membuat banyak masalah. Banyak orang di negeri ini takut dan menghindari kita."
Happy reading all ❤️❤️
__ADS_1