
Melihat Megan dengan segera keluar dari rumah, segera nyonya Martha tidak bisa berkata apa-apa lagi, dengan segera pergi keluar menyusul Megan yang pergi dengan terburu-buru.
Sepeninggal mama mertua dan Megan dari kediaman Mike, suasana jadi kembali normal lagi, tanpa ada tekanan. Para pelayan yang menonton kejadian tadi mulai mengambil nafas lega. Karena suasana tegang tadi membuat mereka serba salah dalam melakukan pekerjaan. Para pelayan mulai kembali melakukan aktifitas mereka.
"aku benar-benar tidak sangka, ternyata nona muda mempunyai bakat seperti itu."
"nona Megan terlihat kasihan sekali."
”kau bilang kasihan, jelas-jelas nona Megan yang duluan ingin menjatuhkan nona muda. nona Megan menuduh dan memfitnah nona muda."
"benar, aku kan sudah bilang kalau nona muda bukan nona muda yang dulu. Dia sudah banyak berubah."
Para pelayan sambil bekerja sambil berkomentar satu sama lain, Ira yang berada di antara mereka tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa menahan nafas. Kejadian yang terjadi tadi sungguh membuat dia terkejut.
Elaine yang bodoh dan tidak bisa apa-apa, tanpa sangka bisa membuat Megan pergi dengan penuh emosi dan amarah.
Eireen yang sedang membersihkan barang-barang, tanpa sengaja matanya menatap ke arah Mike. Mike pun memandangnya terus-menerus, membuat yang dipandang jadi salah tingkah. Eireen pun berkata "kenapa kamu terus menatapku? apa ada yang salah?"
Mike tidak menjawab tapi tetap menatap Eireen dengan pandangan mata berbinar, seolah-olah.., Mike melihat berlian yang sangat berharga., Eireen yang ditatap terus jadi tidak enak.
........
Sejak kembali dari kediaman Mike, Megan tidak bereaksi sama sekali. Dia hanya duduk di sofa tanpa bicara sepatah kata pun.
Para pelayan yang berada di rumah besar tidak ada yang berani bersuara, takut membuat putri kesayangan Nyonya besar menjadi marah. Nyonya martha yang melihat megan,lalu menepuk nepuk tangan Megan dan menghiburnya
__ADS_1
"untuk masalah ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa, jika Elaine akan bekerja di perusahaan Mike, ya sudah biarkan saja dia."
Membicarakan masalah ini, membuat nyonya Martha sebenarnya tidak senang dan ikhlas jika wanita itu berhasil kerja di kantor, Tapi dari dulu sifat Mike tidak bisa di bantah untuk masalah pekerjaan.
"Megan jangan patah hati karena masalah ini ya, kamu juga tidak kalah dari yang namanya Ren itu. Tunggu saja sampai perusahannya sudah selesai di dirikan, kamu juga harus ikut masuk dan kerja bersama Mike.. Kalau kalian sering bekerja bersama, kalian kan pasti akan sering-sering bertemu. Jadi kesempatan untuk menumbuhkan perasaan satu sama lain lebih terbuka lebar." dengan kata-kata lembut nyonya Martha menghibur Megan.
Mendengar kata-kata dari Tante Martha, membuat Megan mempunyai harapan lagi, dengan segera matanya berbinar-binar, tapi dalam hatinya masih kurang puas,karena bisa-bisanya dia di kalahkan lagi oleh Elaine.
Ini si Elaine sejak kapan mempunyai bakat desain, dan bagaimana bisa dia menyembunyikannya. Sampai para perusahaan internasional tertarik pada desainnya.
Hal yang membuat Megan semakin dongkol adalah karena dia tanpa sadar memuji keahlian lawannya.yaitu Elaine. saat ia mencari tahu tentang Elaine kemarin bagaimana bisa tidak ketahuan ya?
Dikediaman Mike, sepeninggal nyonya Martha dan Megan yang datang dengan penuh amarah, dan pulang secara tiba-tiba membuat suasana menjadi sangat tenang.
Eireen orang yang sangat santai. Tidak terlalu memasukkan ke dalam hati semua yang terjadi tadi. Dia tidak marah, tetapi nafsu makannya jadi hilang sekejap. Eireen lalu beranjak dari ruang makan dan pergi mencari buku untuk dibaca sembari menghabiskan waktunya.
"Elaine" panggil Mike.
"ya.. ada apa?" Eireen yang sedang membalikkan buku yang dia bacar dengan segera menghentikan kegiatannya, lalu menatap mike yang memanggilnya. Wajahnya terlihat sangat serius.
Mike lalu berkata sambil merasa bersalah " jangan kamu masukkan ke hati ya, untuk masalah yang tadi,tidak seharusnya aku mencurigai kamu. Seharusnya aku percaya denganmu, apalagi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana kamu mendesain itu."
Eireen memandang Mike dengan tatapan kaget. Ia tidak menyangka Mike akan berterus terang seperti ini. Dia berpikir Mike adalah orang berkuasa pasti tidak mudah untuk mengakui kesalahan.
"tidak masalah." sambil tertawa Eireen menjawab Mike. Menunjukkan kalau ia tidak terpengaruh oleh masalah tadi.
__ADS_1
Hal itu membuat Mike merasa bingung dan masih tiidak enak hati. Kenapa jawaban istrinya seperti itu. setelah memastikan sambil menatap wajah Eireen, baru Mike merasa lega.
"masalah pergi kerja itu tolong kamu pikirkan lagi saja ya." ucap Mike.
”baiklah." kata Eireen, sebenarnya Eireen tidak ada niat untuk menolak pekerjaan itu, dia juga harus memikirkan masa depannya dan menabung jika nanti tugas dia selama satu tahun ini selesai. Apalagi jika punya pengalaman kerja di perusahaan Mike akan membantu dia di kemudian hari.
Mike terhenti sejenak, lalu menatap wajah Eireen "kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya.”
Eireen mengangguk ke arah Mike, Baru saja mobil Mike berangkat, ponselnya tiba-tiba berdering. Eireen melihat ponselnya ternyata yang menelpon adalah Tommy. Dengan segera Eireen naik ke atas menuju kamar mengangkat telepon dari Tommy. Para pelayan pandangan nya kepadanya mulai berubah.
"halo"
"ini aku." suara Tommy dari seberang telepon terdengar sangat dingin.
Mendengar suara Tommy dengan segera Eireen menjauhkan ponsel dari telinganya "oh kamu? ada masalah apa?"
"sikap macam apa kamu? siang ini kita ketemu, ada hal penting yang ingin kubicarakan padamu." dari nada bicaranya Tommy seperti tidak senang. Eireen lalu menjadi tidak nyaman, dia sangat tidak suka untuk bertemu dengan ayahnya itu.
Setiap kali bertemu, kalau bukan untuk memperingati Eireen untuk tahu diri, pasti mengancam Eireen dengan keadaan mamanya. Mau tidak mau, suka tidak suka Eireen pasti harus tetap pergi.
Setelah beberapa menit Eireen lalu berkata "baik, kita bertemu di mana?"
”Restoran Bright.. jangan sampai telat." selesai bicara Tommy langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Eireen.
Suara Tut...Tut... terdengar. Tidak tahu kenapa, padahal Eireen dan Elaine adalah saudara kembar. Tapi perlakuan Tommy pada mereka sungguh sangat berbeda, Tommy selalu tidak sabaran pada Eireen.
__ADS_1
Eireen turun lebih awal, setelah merapikan diri. Dan pergi ke ruang makan terlebih dahulu. Pelayan yang melihat nona muda turun satu jam lebih awal dari jam makan siang lalu bertanya "nona apakah makan siang sudah mau disiapkan?”
Happy reading all❤️❤️❤️❤️