
Eireen keluar dari ruangan dan mengangkat telponnya "halo?Ada yang bisa saya bantu?"
Dari ujung telepon terdengar suara Edward dengan sedikit ragu dan berkata " halo, saya Edward. Maaf jika mengganggu anda. Hari ini saya menelpon untuk menanyakan perihal tawaran saya sebelumnya."
Suara Edward yang terdengar sopan dan lembut membuat Eireen menjadi tenang. Meskipun demikian Eireen dengan sopan berkata "maaf saya mungkin tidak bisa menerima tawaran dari anda."
Eireen menolak Edward karena masih terngiang kata-kata kasar dari Mike. Belakangan ini mereka tidak sedang dalam hubungan baik. Dia tidak ingin menambah Masalah lagi.
Eireen berkata akan segera menutup telepon tetapi segera dihentikan oleh Edward.
"Nona Elaine, apa yang kamu khawatirkan. Apakah tawaran saya kurang cukup? Jika demikian Anda bisa menyebutkan nominal yang anda minta. Selain saham mau apa lagi? Selama saya bisa mengabulkan nya saya pasti bisa memberikannya."
Edward berbicara dengan sangat tulus. Eireen mendengarkan dan dahinya berkerut "sebenarnya.. aku cukup puas dengan tawaran anda.. tapi…"
Edward menyadari sesuatu, dan melembutkan suaranya "nona Elaine, apakah ada sesuatu yang mengganggumu? Apa ada sesuatu yang tidak bisa di jelaskan? Saya sangat menghargai bakat anda. Jika itu tidak di salurkan, saya tidak tahu berapa kerugian yang akan di alami oleh desain fashion. Jadi saya sangat berharap anda tidak menolak saya."
Eireen menarik napas dalam-dalam, kata-kata Edward membuatnya merasa tertarik." Tuan Edward terima kasih atas penawaran anda kepada saya."
Dia bisa merasakan ketulusan Edward. Jika dia menjadi Eireen mungkin dengan sangat senang hati dia akan menerimanya. Tapi sekarang dia berada di posisi menggantikan Elaine.
"Ya, saya dapat melihat kemampuan nona Elaine. Saya pikir jika kita bergabung dan bekerja sama, maka kita menjadi merk yang kuat dan bisa menghasilkan merek yang cemerlang, di dalam maupun di luar negeri. Masa depan pasti menghasilkan banyak uang, anda akan memiliki kekayaan dan ketenaran." Kata Edward mencoba meyakinkan Eireen, berharap dia akan tertarik dan setuju bekerja sama.
Eireen menyeka bibirnya, dia merasa sudah sangat lama berada di luar. Dia sedikit tertarik dengan kata-kata Edward, Jadi dia berkata " tuan Edward, saya sedikit tidak nyaman sekarang. Kita bisa bicara nanti lagi."
Edward berkata " kalau begitu bagaimana kalau kita buat janji untuk bicara langsung. lebih baik masalah ini kita bicarakan secara langsung dari pada melalui telpon."
Eireen bisa merasakan sebuah atmosfer yang tidak biasa di belakangnya. Dia merasa sangat gelisah." Maaf aku benar-benar minta maaf tuan, aku tidak bisa menjawabnya sekarang."
__ADS_1
Eireen menutup telponnya lalu kembali ke ruang makan dengan tergesa-gesa.
Melihat Eireen masuk dengan memegang ponselnya, nyonya Martha berkata "sangat susah membuat keluarga besar untuk kumpul dan makan bersama. Mengapa kamu begitu sibuk, sehingga membuat orang yang lebih tua menunggumu."
"Maaf." Eireen menarik kursi dan duduk kembali.
"Bukankah hanya panggilan telepon." Kakek yang ada di samping mencoba membela Eireen. Dia merasa Martha sangat tidak menyukai cucu menantunya tersebut.
Suasana kembali dingin, nyonya Martha tidak berani menyinggung ayahnya. Kakek menenangkan suasana dengan berkata "ayo kita lanjutkan makan lagi. Sebentar lagi makanannya dingin."
Baru saja selesai kakek berkata, ponsel Eireen berbunyi lagi. Pada saat ini bukan hanya wajah ibu mertuanya yang berubah tapi ayah mertuanya juga.
Megan mendengus dengan perlahan lalu berkata "memang dia pikir dia siapa?"
Layar telepon berkedap kedip dan kata-kata besar tertulis di layar "Edward Tan " diatasnya membuat Mike menjadi sakit mata.
Mike yang selalu berwajah dingin, tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Eireen. Ada apa Antara dia dan Edward. Pertama melalui telepon sekarang melalui pesan teks.
Tepat setelah pesan singkat mau terkirim, Megan berdiri dan meraih ponsel Eireen "Elaine ada urusan apa? Mari kita selesaikan makan dulu."
Dia menggoyangkan ponsel Eireen dan tersenyum lagi "untuk sementara aku akan menyita ponselmu."
Megan kelihatan secara tidak sengaja menaruh di atas meja tepat di sebelah nyonya Martha. Tetapi karena itu nyonya Martha bisa melihat pesan teks yang baru mau dikirim oleh Eireen. Dia membaca kata-kata ”janji besok sore" seketika raut wajah nyonya Martha berubah dan marah.
"Elaine."
Semua mata tertuju ketika dia meneriaki nama Eireen.
__ADS_1
Eireen melirik ponselnya dan melihat ke arah Megan. Akhirnya dia paham apa yang terjadi. Dia merasa tidak menulis apapun yang aneh. Ibu mertuanya saja yang sangat berlebihan.
Melihat ekspresi santai dari Eireen, membuat Martha semakin kesal. Dia akan menyerang Eireen jika tidak di hentikan oleh suara Mike.
"Ma, kalau ada apa-apa, nanti saja setelah makan malam baru di bicarakan."
Nyonya Martha hanya bisa diam, karena kata-kata nya di potong oleh anaknya sendiri. Kakek sangat marah "Martha, apakah kamu keberatan dengan pernikahan Mike dan Elaine? Jika memang begitu, kamu seharusnya datang langsung ke saya, jangan mempersulit anak orang."
Pria tua itu tiba-tiba sangat marah. Nyonya Martha tidak berani membantah dia berkata "saya tidak bermaksud begitu ayah." nyonya Martha menahan amarahnya dengan suara tercekat.
"Kalau begitu sekarang makanlah. Jangan di persulit lagi." Melihat Martha mengakui kesalahan, ia tidak memperpanjang lagi.
Eireen menatap kakek dengan tatapan meminta maaf. Dan hatinya terus dialiri perasaan hangat.
Melihat perlakuan kakek kepada Eireen Megan semakin tidak suka. Elaine begitu di bela oleh kakek,sedangkan Tante jadi di persalahkan.
Nyonya Martha yang di tekan oleh kakek, sepanjang makan malam hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tidak ada yang aktif berbicara.
Tidak lama makan malam pun berakhir dan mereka pulang.
"Kakek,saya akan mengantarmu." Mike mengambil inisiatif untuk mengantar kakeknya pulang. Eireen mengikuti dan duduk disampingnya.
Begitu dia naik mobil, kakek tetap menjaga martabat dan wibawanya. suasana dalam mobil terasa agak tertekan. Ditengah jalan kakek tiba-tiba berkata "Mike, apakah kamu tidak puas dengan Elaine? Haruskah dia dan ibumu selalu tidak akur? Sebagai seorang putra, kamu harus menyesuaikan hubungan antara ibu dan istrimu. Bagaimana kamu bisa, membuat ibumu mempunyai masalah dengan istrimu?"
Kakek bernafas dengan keras, dia terbatuk beberapa kali. Eireen mengulurkan tangannya. Sambil menepuk pelan pundak kakek.
Mike yang sedang mengemudi juga kaget dengan perkataan kakek lalu berkata "maaf, kakek. Saya tidak akan melakukannya lagi."
__ADS_1
happy reading all ❤️❤️❤️❤️
mohon like, vote dan komennya.❤️❤️❤️