Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 29


__ADS_3

Setelah selesai makan, Mike pergi bekerja di ruang kerja, Eireen langsung kembali kekamar. Saat Mike sudah selesai bekerja, Eireen sudah tertidur pulas. Mike berbaring dengan hati-hati disebelahnya.


Siapa sangka di tengah malam, Eireen merasa perutnya sangat sakit. Keringat bercucuran di dahinya. segera ia bangun dan ke toilet. Celana dalamnya berwarna merah. Eireen sedang datang bulan.


Mike yang melihat Eireen buru-buru ke kamar mandi, segera bangun dan bertanya "Kamu kenapa? perutmu sakit?"


Karena di tanya seperti itu oleh Mike, Eireen dengan gugup menjawab "a,aku mungkin sedang datang bulan…"


"....." Mike terdiam,


Eireen segera berbaring di ranjang, ia sangat malu sekali, karena ini kali pertama dia memberitahu perihal datang bulan kepada lawan jenis


Beberapa hari lalu mereka berdua baru dipanggil kembali oleh kakek. Kakek ingin segera menggendong cicit. Eireen bisa merasakan kalau Mike juga terburu-buru untuk memiliki anak. Kalau sudah datang bulan begini mau bagaimana lagi.


Eireen agak takut ketahuan sedang mengintip Mike. Mike terlihat tidak senang. Masih melihat wajah Mike, Mike lalu berkata " sudah malam. lebih baik kamu istirahat saja dulu."


Eireen lalu menganggukan kepalanya.


Baru saja berbaring, Eireen merasa perutnya sangat sakit. Eireen membolak-balik badannya.Wajahnya pucat pasi. Mike yang merasa terganggu karena Eireen dari tadi bolak balik di ranjang, dengan segera menyalakan lampu dan ingin pindah kamar, agar besok dia bisa bekerja dengan baik.


Mike yang melihat kondisi Eireen yang terlihat tidak bagus, menyadari ada yang salah. lalu berkata "Elaine?” Mike segera menarik tubuh Eireen mendekat ke arahnya.


Melihat kedua tangan Eireen memegang perutnya, dan wajahnya jadi pucat pasi. Ia mengusap wajah Eireen tanpa disangka wajahnya terasa dingin bagai es. Seketika itu juga ia khawatir dan bertanya "kamu sebenernya kenapa?"


Eireen yang melihat wajah khawatir Mike, lalu tersenyum dan berkata pelan "tidak apa-apa,aku memang setiap datang bulan seperti ini. rasa sakit ini cuma dua hari saja kok."


"mana bisa begini, kamu tunggu sebentar." Mike lalu mengusap-usap kepala Eireen lalu segera turun kebawah. Dibawah cuma ada 2 pelayan yang sedang berjaga. Yang lainnya sudah tidur.

__ADS_1


Mendengar suara pergerakan, para pelayan tersebut lalu berkata "tuan muda"


"tidak apa, kalian istirahat saja." Mike mengambil obat pereda rasa sakit, dan juga dia memasak air gula merah dan jahe.


Melihat Mike yang membawa nampan keluar dari dapur, kedua pelayan tersebut seakan-akan tidak percaya.


Apa yang akan tuan muda lakukan ditengah malam seperti ini. Air jahe dan gula merah? apakah Tuan muda memasak buat nona muda?


Apalagi Mike di mata mereka sudah seperti dewa. Ternyata ia bisa juga memasak untuk seorang perempuan.


Mike dengan membawa nampan segera duduk di kasur, dan menduduk Eireen lalu berkata " minumlah air jahe ini." Mike menaruh nampannya di sebelah dan menyerahkan mangkuk kecil. Eireen segera mengambil mangkuk yang disuguhkan oleh Mike, dan meminumnya seteguk demi seteguk. Ia merasakan perasaan hangat.Dari tenggorokan. Hinga keperutnya. Mendadak Eireen merasa lebih nyaman.


"Terima kasih." kata Eireen malu-malu.


Mike dengan segera menjawab "buat apa sungkan denganku."


Keesokan harinya Eireen tertidur sampai jam 2 siang. Pada saat ia bangun, ia melihat Mike sudah berangkat kerja, Eireen melihat nampan kemarin. Memori tadi malam masih teringat jelas.


Seorang pria seperti Mike ternyata bisa juga perhatian.Setelah menggosok perutnya, Eireen perlahan mulai bangun. Karena dia selalu berada di kamar , jadi para pelayan tidak memiliki pekerjaan yang terlalu sibuk.


Ira yang sedang tidak melakukan pekerjaan apapun dengan segera mengendap-endap untuk datang melapor kepada Megan.sebelum melapor kepada megan, Ira melapor kepada pelayan di kamar Megan " aku mendengar kata ibu Henny tadi malam nona muda datang bulan. lalu tuan muda sendiri yang khusus memasakkan air jahe kepada nona muda.Semua orang Kembali membicarakan sepertinya tuan muda suka kepada nona muda."


Selesai bicara, Ira sebenarnya khawatir juga untuk Megan. Karena dalam hati dia masih merasa Mike dan Megan adalah pasangan paling serasi.


"apa katamu? tanpa di sangka kak Mike merebus air jahe untuk wanita itu." Megan dengan emosi menggertakan giginya.


Prang! bunyi mangkuk pecah di lantai karena Megan membuangnya di lantai.Tidak ada satupun pelayan yang berani masuk untuk membersihkan.

__ADS_1


"Nona Megan, sebenarnya anda tidak perlu marah. Menurutku ini hal yang bagus." ira yang belum selesai berkata-kata sudah di tatap oleh Megan yang seperti ingin makan orang, lalu dia dengan takut-takut melanjutkan kata-katanya" itu berarti nona muda belum hamil."


Mendengar Ira berkata seperti itu, wajah Megan berangsur membaik, tetapi perasaanya masih belum plong.


"sudahlah, beberapa hari ini tolong perhatikan dia baik-baik. Jangan sampai ada yang terlewatkan sekecil apapun." ia tidak percaya Elaine akan selalu beruntung.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, sudah satu Minggu berlalu, Eireen masih tertekan dengan permintaan dari Tommy. Dia masih tidak bisa menemukan celah bagaimana baiknya bicara kepada Mike.


"Nona muda telepon anda berdering." seorang pelayan mengingatkan Eireen dengan sangat hati-hati, Teleponnya sudah sangat lama berdering tapi dia melihat nona mudanya seperti orang yang tidak punya jiwa. Ia kira nona mudanya tidak mendengarnya.


"oh baiklah." Eireen yang melihat layar, ternyata yang menelpon adalah Tommy. Eireen yang malas untuk menjawab teleponnya, mau tidak mau dia harus menjawabnya.


"aku dengar perusaan Mike sudah hampir jadi. sebenarnya kamu sudah bilang belum padanya masalah aku ingin memegang saham disana?" suara Tommy dari telepon terdengar menusuk. Bisa terdengar kalau Tommy sepertinya terburu-buru.


Eireen mengambil nafas dalam-dalam, lalu menjawab "masih belum."


Tommy ini tidak berpikir, dia berpikir apa Mike akan mendengarkan kata-kata Eireen. mereka aja tidak pernah seakrab itu. "Cepat sedikit, kalau tidak jangan harap kamu bisa bertemu dengan mamamu kembali." Suara Tommy mulai terdengar tidak sabaran "dari awal aku sudah kasih tahu kamu,tapi tanpa di sangka kamu malah mengulur waktu sampai sekarang. Eireen kamu jangan menguji kesabarannku."


Dengan segera Tommy mematikan teleponnya, tanpa menunggu jawaban dari Eireen. Eireen sangat marah sampai badan bergetar.


Para pelayan yang melihatnya tidak ada yang berani menegurnya dan mendekat kepadanya.


Malam semakin larut, Eireen telah selesai mandi, tetapi Mike juga belum pulang kerja. Eireen kepikiran kata-kata Tommy tadi. Eireen tidak bisa menahan diri, dia lalu keluar kamar.


Eireen sih tidak masalah, tapi kalau sampai pengobatan mamanya di hentikan dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara "Cklek."

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2