Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 27


__ADS_3

Pelayan yang bertanya apa makanan ingin segera di siapkan merasa bingung. Karena jam makan siang yang ingin disiapkan maju lebih awal.


Eireen yang di tanya oleh pelayan segera menjawab singkat "ya." meskipun sebentar lagi ia akan makan lagi dengan Tommy.


Eireen makan siang dengan santai dan tidak terburu-buru, seperti orang yang punya tidak janji temu. Setelah makan siang Eireen lalu bergegas pergi menemui Tommy, di tempat yang mereka sepakati.


Kalau makan bersama Tommy, bisa di pastikan perasaan nanti selalu berakhir dengan ketidaksukaan, yang seharusnya makan enak, jadi tidak bisa di telan. Eireen yang sudah pengalaman bertemu dengan Tommy melakukan pencegahan lebih awal.


Ketika sampai di ruang VIP tempat mereka bertemu, Eireen sedikit heran karena meja penuh dengan makanan. Dan terlihat banyak orang penting di ruangan itu. Dia sampai berpikir apakah ini pesta atau ada acara apa?


Eireen segera melihat Tommy duduk di sana lalu menghampiri nya "ada perlu apa mencariku?"


Eireen yang langsung bertanya pada intinya tanpa berbasa-basi dengan segera di jawab oleh Tommy "aku dengar suamimu Mike belakangan ini sedang mendirikan perusahaan baru ya?"


Eireen tidak menyangka kalau Tommy akan tiba-tiba menanyakan soal Mike, ia sedikit bingung dan menaruh curiga.


Harus diketahui karena setiap kali Tommy memanggil Eireen untuk bertemu, pasti dia akan selalu mengingatkan Eireen akan posisinya sebagai pengganti jangan sampai merebut hak Elaine, atau menekannya jangan sampai ketahuan dengan mengatasnamakan ibunya. Kali kni tanpa di sangka yang dia tanyakan adalah Mike, di benaknya pasti ini semua tentang ke untungan.


Eireen yang terdiam lalu menjawab "benar, memang ada masalah apa?"


Tommy sambil mengambil lauk di piringnya berkata "aku ingin membeli saham dari perusahaan tersebut."


Eireen yang mendengar hal tersebut mulai mengepalkan tangannya. Dia mulai emosi mendengar Tommy bicara seperti itu. Mike yang baru memulai perusahaan saja Tommy sudah mengetahuinya. Sudah jelas yang Tommy inginkan bukan membeli saham biasa. Tetapi ingin jadi pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


Tommy itu sangat meninggikan dirinya atau ia benar-benar mau menggunakan statusnya sebagai ayah mertua. Menatap mata Eireen yang sangat terkejut Tommy lalu berkata "kamu harus ingat membicarakan hal ini kepada Mike, keuntungannya harus dibagi di antara keluarga saja."

__ADS_1


Tommy melibatkan banyak orang seperti ini, ia pasti merencanakan sesuatu hal yang besar, Eireen lalu bertanya "berapa banyak saham yang kau mau?"


Mendengar pertanyaan Eireen, Tommy meletakkan alat makannya dan berkata "Tiga puluh lima persen."


"Apa, tiga puluh lima persen?" Eireen balik bertanya, karena tidak percaya atas apa yang di dengarnya barusan. Mike tidak akan pernah menyetujuinya.


Logika saja, jika Eireen membuka usaha, lalu datang orang asing datang dan mau ambil keuntungan sebanyak itu, Eireen pasti tidak akan mau menyetujuinya.


Tommy sungguh sangat serakah. dia tidak menjawab pertanyaan Eireen malah balik bertanya "aku dengar kamu bisa desain? dan Mike ingin merekrutmu untuk bekerja sebagai desainer di perusahaan ya?"


Tommy yang bertanya seperti itu menunjukkan ketidak sukaan, karena Eireen tidak memberitahu dia tentang keahliannya.


Eireen menjawab dengan sangat kesal "kalau iya memangnya kenapa?". Eireen merasa tidak perlu memberitahu tentang apa yang dia bisa atau tidak kepada Tommy.Tapi masalah sepribadi ini bahkan Tommy juga bisa tahu.


Terpikirkan hal itu Eireen merasa dia sedang di awasi oleh Tommy di rumah tersebut. Apalagi dia tidak mengetahui siapa yang sedang mengawasinya.


Melihat Tommy bicara dengan sangat enteng terlihat jelas keserakahan di mata Tommy untuk meraup untung besar. Karena Mike adalah pengusaha terkenal di ibu kota.


Eireen lalu tertawa dalam hati, sudah setua ini masih saja mau berpikir aneh-aneh, dia kira bisa dapat untung tanpa bekerja keras?


Melihat Tommy yang tidak mau bicara hal lain, dengan segera Eireen berdiri mengambil tasnya. Baru saja tangan Eireen memegang gagang pintu , ia sudah di panggil oleh Tommy. Eireen lalu berbalik dan berkata "masih ada masalah yang lainnya?"


"tidak ada masalah lain kan kamu sudah datang. ayo makan dulu baru pergi. saat Elaine di sini ia sering sekali menemaniku makan siang." Kata Tommy lagi.


Eireen tertawa dingin dan berkata "aku kan bukan Elaine, aku juga tidak perlu ada disini. aku tidak perlu memerankan peran sebagai ayah dan anak." menurut Eireen makan bersama Tommy bisa-bisa dia mati kesedak.

__ADS_1


Selesai bicara, Eireen lalu keluar dari ruang VIP tersebut. Dia tidak bisa menahan emosinya lebih lama lagi jika masih satu ruangan dengan Tommy.


Eireen terus berpikir, bagaimana cara dia untuk menyampaikan keinginan dari Tommy. Bagaimana juga Mike akan menilai dirinya? Jika bukan karena kondisi mamanya, Eireen tidak akan ikut rencana kotor Tommy dan membiarkan dia sesuka hatinya. Dia lalu teringat akan wajah pucat mamanya. Di setiap saat jika ingin bertahan, dia selalu ingat akan kondisi mamanya.


Dengan segera Eireen berkata pada supir "antar aku ke rumah sakit."


supir yang mendengar permintaan nona mudanya semakin bingung karena dia melihat Eireen Seperti tidak sakit.


Eireen sudah lama sekali tidak datang mengunjungi mamanya. Rumah sakit yang di urus Tommy kebetulan adalah rumah sakit ternama di ibu kota. jadi mencarinya tidak terlalu susah. Perasaan Eireen sedikit tidak tenang.


Ketika sampai di rumah sakit, Eireen turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui mamanya. dia sudah sangat merindukan mamanya. Eireen masuk ke dalam kamar inap mamanya, ketika membuka pintu terkejut dia karena yang di dalam ruangan tidak ada mama yang sangat ingin dia temui.


Pasien yang di kamar tersebut bertanya "maaf,, cari siapa ya?"


Eireen segera mengambil beberapa langkah mundur, melihat lagi papan nama pasien di ruangan tersebut. Eireen yang melihat bukan nama mamanya dengan segera berkata "maaf aku mungkin salah masuk, aku mencari pasien yang dulu dirawat juga dikamar ini.Ia keluargaku."


"kami tidak kenal pasien yang dirawat dulu sebelumnya disini.” orang itu lanjut bicara "tapi aku dengar di lantai ini kamar rawat inap semua dokter Arif yang memegangnya. coba di tanyakan saja pada dokter tersebut."


Eireen segera menjawab"terima kasih ya." setelah ia keluar segera ia mencari dokter tersebut. karena dia pernah mendengar Tommy menyebut nama dokter tersebut.


happy reading all.


visual Eireen dan Elaine


__ADS_1


Visual Mike



__ADS_2