
Ketika dia baru saja selesai berbicara, baru disadari bahwa kata-kata "Mike" terdengar aneh, wajahnya tiba-tiba berubah, Elaine bertanya dengan panik, "Mike, apa maksudmu? Bos apa?"
"Kamu akan segera tahu."
Wajah "Mike" tanpa ekspresi, dia mengabaikan pemberontakan Elaine untuk lepas dari dirinya.
"********, lepaskan aku!"
Elaine meronta dan menjerit, juga tidak lupa meminta bantuan di luar, "Cepat, panggilkan orang, dia menyerangku."
Elaine berteriak beberapa kali, tidak ada orang masuk, tiba-tiba hatinya gelisah.
"Nona, kamu tidak perlu membuang tenaga. Tidak akan ada orang yang akan datang untuk membantumu."
"Bagaimana ini bisa terjadi?'"
Elaine memandang dengan tidak percaya pada "Mike". Akan tetapi "Mike" tidak memperhatikannya, sebuah pemukul dipukulkan ke leher belakang Elaine, lalu Elaine jatuh pingsan.
"Nomor sebelas, orangnya telah tertangkap, sudah boleh masuk."
Baru saja mengatakannya, pintu ruang inspeksi didorong terbuka, masuk seorang pria berjalan masuk ke dalam.
Dia melirik Elaine di tangan "Mike", tanpa ekspresi mengambil alih orang itu, "Orangnya akan kubawa pergi, kamu pergi melapor ke bosmu."
"Mike" menganggukkan kepalanya, dia menyerahkan Elaine ke nomor sebelas, tiba-tiba mengangkat dagunya, dan menatapnya, mendekatinya, topeng transparan jatuh dari wajahnya dan menampilkan wajah yang tidaj di kenal sama sekali.
Jika Elaine terbangun, dia pasti akan ketakutan. melihat adegan seperti itu,
Dia tidak pernah terpikir, bahwa semua rencana yang dibuat MIke adalah untuk mengelabuinya.
Di malam hari itu, setelah menyelesaikan masalah perusahaan Bruno kembali ke rumah.
Ketika memasuki ruang tamu, terdengar suara tangis anak.
"Waaa...Waaa..Waaa.."
Suara itu terdengar serak, tampaknya sudah menangis dalam waktu yang lama.
"Pengurus rumah, apa yang terjadi?"
Bruno mengerutkan kening dan berjalan pergi ke arah sumber suara.
"Tuan, akhirnya kamu pulang, tuan muda menangis sejak tengah hari sampai sekarang, bagaimana menenangkannya juga tidak bisa, aku sudah memanggil dokter, tetapi kata dokter tuan muda baik-baik saja." pengurus rumah tangga melapor kepada Bruno.
Bruno menundukkan kepala, terlihat sangat tidak senang, "kau bilang baik-baik saja? tuan muda bisa menangis selama ini, apa bisa dikatakan baik-baik saja?"
__ADS_1
Pengurus rumah tangga gemetaran, tdak tahu bagaimana untuk menjawabnya.
Bruno memberikan tatapan dingin, "Dimana Elaine?"
"Nyonya pergi sejak sore hari sampai sekarang belum pulang, telepon juga tidak dapat tersambung." Pengurus rumah tangga menjelaskan dengan keringat dingin.
Bruno mengerutkan kening, "Suruh orang pergi untuk mencarinya."
Setelah dia memerintahkannya, dia kemudian masuk ke dalam kamar bayi.
"Bos."
Pengasuh bayi di kamar bayi melihat Bruno, dia terlihat ketakutan sekali.
Dia membujuk supaya bayi tidak menangis, sambil hati-hati melihat Bruno, namun bayi tetap menangis tidak mau diam, wajahnya yang putih berubah merah, dahinya berkeringatan.
"berikan anaknya kepadaku."
Bruno mengerti cara untuk merawat anak, sebenarnya juga anaknya sendiri, dia biasa menyayangi dan menggendong anak. Gerakannya agak kaku, tapi wajahnya yang dingin berubah lembut.
"Jangan menangis!"
Dia ingin belajar bagaimana cara Elaine mengasuh anak sehingga anak itu tidak menangis, akan tetapi tidak tahu kenapa, kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat kasar.
Pengasuh ingin berbicara, tetapi dia melihat wajah Bruno yang sangat serius, tidak berani megatakan apa-apa, berbalik dan keluar dari ruangan, membiarkan ayah dan anak berada di ruangan.
Bruno menghela nafas lega, dia menemani anaknya bermain sebentar, lalu bayi itu mulai lelah.
Dia menunggu sampai anak itu tidur, menyerahkan anak itu kembali kepada pengasuh, kemudian keluar dari kamar anak, dan kembali ke kamar untuk mandi.
Kemudian dia makan malam, tetapi Elaine masih juga belum pulang, dia mengerutkan alisnya lalu memanggil pengurus rumah tangga dan berkata, " Belum menemukan Elaine?"
Pengurus RUmah tangga berkata dengan hati-hati, "belum ketemu tuan."
Bruno mengerutkan alisnya, "apakah sudah cari di rumah keluarga Tan?"
”Sudah kami cari Tuan, kata Tuan Tommy, nona Elaine tidak ada pulang kerumah."
Bruno menjilat bibirnya, tidak tahu mengapa hatinya memiliki firasat buruk. "ketika Elaine keluar pada sore hari, adakah dia berpesan akan kemana atau hendak bertemu dengan siapa?"
Pengurus rumah lalu mengingat sebentar, lalu berkata "Sore tadi, nyonya hanya pergi mencari pengacara dan bertemu dengannya. lalu pergi."
"Bawa pengacara itu kemari."
setelah lima belas menit, pengacara yang tadi di temui Elaine tiba. "Bos."
__ADS_1
Bruno meliriknya dan bertanya, "Pada sore hari, ada perlu apa Elaine mencarimu, beritahukan semuanya kepadaku."
Pengacara tersebut tidak berani menyembunyikan nya, jadi dia mengatakan alasan kenapa Elaine mencarinya. "Nona Elaine memintaku membantunya menyiapkan dua lembar surat perjanjian cerai, seharusnya nona Elaine pergi ke pengadilan untuk bertemu dengan Mike, untuk menandatangani surat cerai itu."
Bruno mengerutkan keningnya, jika Elaine pergi mencari Mike untuk menandatangani surat perjanjian perceraian itu, seharusnya dia sudah kembali.
"siapkan mobil, aku ingin pergi ke kantor pengadilan sekarang."
Ketika Bruno baru saja mengatakan hal itu, tiba-tiba masuk sekelompok polisi berseragam ke ruang tamu. "Jangan bergerak."
Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.
Di bawah arahan mata Bruno, pengurus rumah tangga, maju ke depan, dan bertanya dengan tersenyum. "Pak polisi, apa yang sedang kalian lakukan?"
Pemimpin polisi tidak mempedulikan pengurus rumah tangga, dia melihat sekeliling ruangan lalu bertanya "Yang mana namanya Bruno Fung?"
Bruno mengerutkan keningnya, dia berjalan keluar "aku tidak tahu ada apa para petugas polisi mencariku."
"kami menerima laporan kalau anda di duga merusak properti
milik orang, melakukan penyelundupan ilegal. sekarang ikut kami untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut."
Setelah Bruno mendengar kata-kata polisi tersebut, dia terdiam tertegun.
Para pengawal dan pegawai di rumah itu menatap Bruno dengan wajah gelisah. "Bos..."
Bruno melambaikan tangannya, "aku akan pergi bersama mereka, kalian jaga rumah baik-baik."
Setelah mengatakan hal itu, Bruno pergi bersama petugas polisi.
Dan di saat yang sama, kejadian yang serupa juga terjadi di rumah keluarga Tan.
polisi membawa surat perintah penangkapan Tommy. " Tuan Tommy, seseorang melaporkan bahwa anda secara ilegal mengambil properti orang lain. penipuan pernikahan. silahkan ikut kami."
Tommy tertegun "Pak polisi, sepertinya ini ada kesalahpahaman, aku adalah warga negara yang baik, tidak mungkin aku melakukan penipuan."
"ada atau tidaknya salah paham, anda harus ikut kami ke kantor sekarang."
Polisi memberi arahan kepada bawahannya untuk segera membawa Tommy ke kantor.
happy reading all ❤️❤️❤️❤️
bentar lagi mau tamat ya.
bisa minta comen, like dan votenya.
__ADS_1
saran bagusnya novel apalagi yang dibuat..☺️☺️☺️