Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 28


__ADS_3

Eireen yang terlihat panik lalu segera bertanya dimana lokasi dokter Arif. Dia lalu lari terburu-buru bertanya pada suster di luar.


"aku mencari dokter Arif, dimana dia?"


”sekarang ini dokter Arif sedang melakukan operasi. Dan jika ingin bertemu dengannya harus membuat temu janji dulu sebelumnya." ucap suster menahan Eireen.


"aku harus bertemu dengannya sekarang. karena ada masalah penting."


Eireen yang panik mendorong suster tersebut. Mamanya menghilang dan dia disuruh menunggu. Lalu dengan emosi Eireen berkata "aku putri dari Tommy. Dokter Arif pasti mengenalku " Eireen berteriak di koridor rumah sakit, membuat ruangan yang semula tenang menjadi ribut.


"biarkan saja dia masuk." terdengar suara pria yang tegas dari dalam ruangan.


”tapi dokter, anda baru saja keluar dari ruang operasi?" ucap suster tersebut.


Eireen yang mendengar suara dokter langsung menerobos masuk ke dalam ruang dokter tersebut.


"siapa kamu?" dokter Arif bertanya pada Eireen. Ia terlihat tidak senang dengan kedatangan Eireen tanpa janji awal sebelumnya.


"aku Eireen, putri dari pasien anda yang di rawat di kamar anggrek. Aku datang untuk melihat mamaku, tapi dia sudah tidak ada di sana." ucap Eireen dengan penuh kekhawatiran.


Dokter Arif kemudian menaikkan alisnya dengan bingung. lalu suster di sebelahnya berkata "oh. jadi kamu putri dari wanita yang dirawat di ruang itu? Bukannya pasien itu sudah lama dipindahkan?"


"Mana mungkin? Mamaku pindah rumah sakit, kenapa aku tidak mengetahuinya? Bagaimana bisa kalian seenak sendiri dan memindahkan pasien kerumah sakit lain, tanpa memberi kabar pada keluarganya? ucap Eireen dengan sangat kaget dan marah.


Suster yang mendengar kata-kata Eireen agak sedikit tidak senang dan marah lalu berkata ”di rumah sakit kami ini sangat banyak pasien, tidak mungkin kami hanya mengurusi satu pasien saja. Ditambah lagi, papa anda yang mengurus semua kepindahan pasien. Kami juga tidak punya hak untuk menghentikan permintaan dari keluarga pasien."

__ADS_1


"Ti..tidak mungkin, kenapa ia melakukan itu?" amarah dalam hati Eireen tidak bisa di bendung lagi. Mamanya adalah kelemahan Eireen. Hanya mamanya yang dia miliki. Eireen juga menyetujui pertukaran peran ini karena Tommy berjanji akan membiayai pengobatan mamanya.


Melihat kebingungan dari wajahnya, dokter Arif lalu berkata "memang benar papamu yang datang kerumah sakit dan meminta rujukan untuk mengurus kepindahan mamamu ke rumah sakit lain. Coba kamu hubungi ayahmu, mungkin saja dia lupa untuk memberi tahumu."


Eireen lalu keluar dari ruangan dokter tersebut, dengan segera dia menelpon Tommy "apa sebenarnya dari maksudmu ini? kenapa kamu memindahkan mamaku?" Eireen berbicara dengan suara agak kencang, dia duduk di tangga rumah sakit.


Eireen sangat marah, pertama Tommy memindahkan mamanya tanpa memberi tahu dia, yang kedua Tommy selalu menggunakan mamanya untuk mengancamnya.


Tampang emosional Eireen mengundang perhatian orang yang lewat di koridor rumah sakit tersebut.


"mamamu akan baik-baik saja. aku akan minta dokter untuk mengobatinya." suara Tommy dingin tanpa ada perasaan. "kamu juga tidak ada masalah, ngapain juga kamu datang ke rumah sakit. untuk beberapa waktu, kamu itu fokus saja ke masalah Mike, kamu tinggal saja dirumah baik-baik dan jangan sampai ketahuan. jika ketahuan kamu akan tahu akibatnya. kamu tidak akan bisa melihat mamamu lagi."


Eireen tidak bisa berkata-kata lagi saking marahnya. Dia heran apa benar Tommy ini adalah ayah kandungnya atau bukan. Kenapa bisa Setega ini kepada dia dan mamanya. Eireen mengepalkan tangannya hingga merah.


"kamu lagi mengancam ku?" Eireen bertanya dengan sangat kesal.


"kenapa kamu bisa berkata seperti itu. aku tidak mengancammu, tapi ini seperti kita melakukan pertukaran transaksi. Kamu bisa pikir baik-baik, kamu juga tidak akan di rugikan, karena aku akan memberikan pengobatan terbaik untuk mamamu." ucap Tommy dari ujung telepon.


Wajah Eireen pucat pasi. Tommy sudah sangat berhasil menyerangnya. Ia menutup telepon dengan perasaan yang sangat hancur. ia lalu pulang dengan hati kesal.


Saat berjalan masuk kedalam rumah. aura tidak enak dari Eireen membuat para pelayan takut kena marah.Eireen juga tidak mempedulikan mereka. dia langsung masuk kamar dengan penuh emosi.


Emosi yang terpendam dalam hatinya lalu ia keluarkan di dalam kamar."Aaaahhhhh" teriak Eireen sambil melempar bantal dengan ganas beberapa kali. setelah berteriak ia akhirnya merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia merasa plong setelah meluapkan amarahnya.


Sambil berbaring Eireen berpikir keras "bagaimana aku harus mulai bicara pada Mike?" Eireen menghirup nafas dalam-dalam. Bagaimanapun demi mama, ia harus melakukannya.

__ADS_1


"Mike, itu.. bisakah kamu memberikan saham 35 persen kepada ayahku?"


"Mike aku mau diskusikan sesuatu denganmu. Kamu kan ingin mendirikan perusahaan baru, pasti memerlukan banyak modal kan. Papaku ingin membeli saham mu 35 persen?"


"Mike, papaku ingin jadi pemegang saham di perusahaan barumu 35 persen saja."


"aduh tidak bisa.. aku tidak bisa bicara seperti itu pada Mike." ucap Eireen sambil mengacak-acak rambutnya. Ia merasa cara bicaranya sudah tidak benar.


Eireen lalu keluar ke balkon untuk menjernihkan pikirannya. Ia mulai membolak-balik naskah desain yang telah ia gambar.


"sudahlah daripada pusing memikirkan hal itu lebih baik aku melanjutkan mengoreksi naskah desain ini." Eireen sambil berpikir lalu mulai mengoreksi desain tersebut dengan detail. Perlahan-lahan suasana hatinya mulai membaik.


Mike pulang pada malam hari. saat makan malam Eireen menyerahkan naskah desain yang telah dia koreksi kepada Mike. " kamu lihat saja dulu, siapa tau ada yang kurang kamu bisa memberitahu ku."


Eireen sangat percaya diri akan hasil karyanya. Mike mengamati dengan sangat teliti, lalu dia mulai tersenyum " lumayan, tidak ada yang perlu di perbaiki lagi.. Belakangan ini kamu sudah kerja keras."


" tidak kok, ini hanya beberapa lembar saja." kedua tangan Eireen mulai saling berpegangan. Dalam hatinya terus berunding bagaimana membicarakan keinginan Tommy pada Mike.


Sudah hampir keluar kata-kata dari Eireen, akhirnya yang keluar dari mulutnya adalah "aku lihat kamu belakangan ini sangat sibuk sekali? bagaimana proses pengembangan perusahaannya?"


"lokasi perusahaan sudah sangat siap. aku rencananya mau mengambil beberapa pegawai dari pusat, selebihnya tinggal beberapa desainer yang ingin aku rekrut. sebenarnya tidak terlalu banyak pekerjaan yang perlu disiapkan." Eireen yang mendengar perkataan Mike hanya menganggukkan kepalanya. Berarti sudah tidak ada yang kurang.


Tommy memang maunya ambil untung saja. Dari awal maksud Eireen ingin mengetahui perkembangannya jadi tidak bisa berkata-kata lagi.


Happy reading all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2