
Mike sebenarnya bisa saja menyetujui masalah saham tersebut. Tetapi ibunya pasti tidak akan menyetujui dan marah besar.
Ekspresi Eireen berubah, dia masih menatap Mike dengan tatapan memohon.
Mike berbicara dengan dingin, suaranya masih dengan nada mengancam "jangan mimpi! Aku tidak akan pernah setuju, tidak hanya tidak setuju, tetapi kamu tidak akan saya ijinkan untuk bekerja sama dengan keluarga Tan. Kelak jangan macam-macam dengan pria di luar sana."
Setelah menekan dan mengancam Eireen dia lalu naik keatas, seperti semua dalam kendalinya. Melihat punggungnya dan cara bicaranya Eireen membatin "orang ini benar-benar arogan.”
Mike jelas telah salah pahami, tetapi Eireen tidak punya kesempatan untuk membela diri. Eireen mengusap wajahnya lalu pergi kekamar tanpa tahu harus melakukan apa.
Dia duduk di tempat tidur sambil memeluk lututnya. Agak lama dia terdiam lalu dia mulai tertidur.
Hari berikutnya dia terbangun oleh bunyi dering teleponnya. Ternyata Tommy yang menelponnya. Eireen mengangkat telepon dengan suara lemah "Halo."
"Bagaimana kabarnya? Sejauh mana kemajuannya?" Suara ayahnya terdengar tidak sabaran, ayahnya merasa dia kerjanya sangat lambat. Cepat dan cepat ayahnya selalu mendesaknya setiap hari untuk melakukan hal yang diluar kewajaran.
Eireen bangun dan duduk, sudah beberapa hari ini ayahnya setiap hari menelpon untuk bertanya kelanjutan masalah saham. Ayahnya juga suka memandang rendah dia, apa dia orang yang sekali perintah harus patuh dan melakukannya.
Demi memenangkan Tommy sementara, Eireen mencoba berkata-kata dengan lembut "aku sudah berusaha mencari kesempatan, tetapi semua berjalan tidak baik dan lancar."
"Tidak terlalu lancar, apa kamu tidak bisa berbuat apa-apa?" Suara ayahnya terdengar tidak senang ”Eireen aku sudah memberimu cukup waktu."
Eireen sangat marah sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dia merendahkan dirinya lalu berkata" aku akan terus ajukan ke Mike. Tetapi atas namamu dia tidak mau. Bagaimana jika kita melakukan perubahan rencana?"
"Apa rencanamu?" Suara Tommy terdengar datar.
"Rencanaku adalah menjadi pemegang saham atas namaku. Aku pikir mungkin dia lebih mudah untuk menerimanya." Eireen akhirnya mengeluarkan idenya.
__ADS_1
Dengan keheningan di ujung telepon Eireen masih menunggu respon dari Tommy. Seiring waktu berlalu kemudian Tommy berkata "Ya, tapi tidak menggunakan namamu. Melainkan nama Elaine."
Eireen yang baru saja bernafas lega kemudian mendengar Tommy berkata lagi "jangan mencoba hal yang tidak berguna. Apalagi bermain trik. Ini semua punya Elaine. Kamu tidak akan menerima satu sen pun."
Eireen hanya bisa tersenyum kecut. Terdengar bunyi telepon di putus dari ujung sana. Dapat dilihat jika tidak ada keperluan ayahnya tidak akan pernah menghubungi dirinya.
Saat ini dia hanya bisa menebalkan wajahnya untuk menemui Mike kembali.
Setelah sedikit ragu dia pergi ke kamar sebelah.
"Mike? Mike?"
Eireen berdiri di depan pintu sambil mengetok beberapa kali, tapi tidak ada yang menjawab. "Apakah dia masih marah?"
Eireen berkata dengan lembut "aku ingin berbicara sesuatu denganmu, bolehkah aku masuk?"
Eireen bingung dan bertanya kepada pelayan "Apakah kalian melihat tuan muda pergi?"
"Nona muda, saya baru saja tiba. Dan dari tadi saya tidak melihat tuan muda. Tidak tahu apakah dia sudah keluar."
Suara pelayan tersebut terdengar sangat pelan. Eireen tau dia tidak bisa mengharapkan jawaban apapun dari pelayannya.
Eireen lalu kembali ke depan pintu kamar tamu, dengan menarik nafas dia kemudian membuka perlahan pintu. Tanpa terduga pintu terbuka tanpa di kunci. Setelah sedikit ragu, Eireen lalu masuk ke dalam kamar. Dia mendengar suara air dalam kamar mandi. Itu artinya Mike belum berangkat kerja.
Eireen menutup pintu kamar, ingin sekali dia berteriak dari luar kamar mandi memanggil Mike, tapi itu sungguh tidak sopan. Akhirnya dia hanya duduk di atas tempat tidur menunggunya.
Sekitar setengah jam ketika Eireen mulai mengantuk karena menunggu terlalu lama, terdengar bunyi pintu kamar mandi terbuka. Ia segera berdiri dengan terkejut.
__ADS_1
Mike keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. Bentuk tubuhnya sangat bagus. Ototnya sangat kencang, jelas terlihat bahwa dia sering berolahraga.
Tiba-tiba melihat pria setengah telanjang di depan matanya, wajah Eireen memerah tidak berani untuk menatapnya.
Melihat Eireen sedikit terkejut Mike segera berkata "ada apa kamu datang ke kamarku?"
"Kamu…." Eireen langsung bingung, dia tidak bisa berkata apa-apa melihat Mike yang sangat menggoda. Hanya rasa panas di wajahnya.
Mike tidak bisa menahan diri, dan bertanya "ada urusan apa?"
Dia mengeringkan rambutnya, lalu perlahan berjalan ke arah Eireen matanya menyiratkan beberapa pertanyaan. Eireen masih berusaha tidak gugup. Mike sudah berdiri di depannya.
Tercium aroma pria yang sangat kuat, langsung menyerbu ke wajahnya. Eireen lalu menarik selimut, menurunkan alisnya lalu berkata "aku ingin berbicara denganmu tentang pekerjaan. Aku tidak hanya ingin diam di rumah saja.”
Eireen gelisah dan suaranya terdengar cemas. Setiap ketemu dengan Mike hanya masalah kerjaan yang di bahas. Bagaimana dia bisa mundur sekarang.
Eireen mengumpulkan keberanian dan berkata "Mike, jika ayah saya tidak bisa dan layak masuk ke dalam pemegang saham, bagaimana jika menggunakan nama saya? Dapatkah saya menggunakan nama saya?"
Mata Eireen sejernih air menatap dan memohon. Mike menatapnya sejenak, wajahnya yang tampan berubah jadi suram.
Dia mencibir "Elaine, kamu dan Tommy sama saja. Benar-benar penuh perhitungan. Kalian anak dan ayah sama saja, pakai nama siapapun tetap saja kan keuntungan jadi milik kalian berdua."
Saat dia berbicara, dia mendekati telinganya lalu berkata dengan sangat jelas "Tidak perlu membicarakan hal ini lagi. Perusahaan ku tidak memerlukan dirimu."
Suara itu terdengar sedikit menghina. Eireen mengawasi punggungnya yang sedang berlalu untuk berganti pakaian. Hati Eireen terasa dingin. Eireen melangkah mundur dan terduduk di tempat tidur.
Sambil tersenyum pahit Eireen berkata "sepertinya masalah ini tidak perlu dibicarakan lagi." Dia menarik sudut bibirnya lalu bangkit dari tempat tidur dan keluar. Hanya menyisakan bunyi pintu yang di tutup.
__ADS_1
Happy reading all..