
"Kamu sudah kembali?"
Tiga kata sederhana tapi membuat Mike penuh dengan kepuasan.
"Yah, aku dengar dari pengurus rumah kalau kamu hari ini sepanjang hari ini hanya di kamar."
"Tidak ada hal yang harus di lakukan. Aku juga sedang tidak ingin bergerak jadi aku hanya berdiam di kamar."
Eireen menanggapi dengan acuh tak acuh.
Dia bangkit dan berjalan masuk dari balkon. Dia membantu Mike mengganti pakaian. Lalu dia teringat hal yang dibicarakan Tommy. Dia lalu berpura-pura santai, "ayahku memintaku untuk menginap selama dua hari."
Mike mengerutkan keningnya dan bertanya "kenapa?"
”... Sepertinya ia merindukan diriku. Walau bagaimanapun setelah aku menikah dia hanya tinggal seorang diri saja."
Eireen berbicara dan menurunkan matanya serta sembarang membuat alasan.
Mike melirik ragu ke arah Eireen, dan sorot matanya tenggelam "kamu mau tinggal berapa hari?"
"Sekitar dua atau tiga hari." Eireen menarik sudut bibirnya kemudian menggantung jas yang tadi di pakai oleh Mike.
Mike menatap punggungnya kemudian dia menjawab "kalau begitu kamu pergilah, kembalilah lebih awal dan ingat untuk menghubungiku kalau ada masalah."
"Baik!"
Kemudian Eireen dan Mike makan malam bersama. Eireen berpikir bahwa dia akan pergi besok. Dan dia mulai menempel lebih erat pada Mike.
"Elaine, kamu lengket sekali. Jika orang tidak tahu,akan mengira kamu tidak akan kembali lagi."
Di taman Mike menggoda Eireen.
Eireen memegang dan menggerakkan bibirnya. Bukankah dia akan pergi selamanya.
Sayang dia tidak bisa mengatakan hal itu.
"Aku begini kan bukankah kamu yang tidak rela aku pergi? Aku berpikir tentang tidak akan melihatmu berhari-hari."
Dia menarik sudut mulutnya kemudian menatap Mike dengan sangat dalam. Ada kesedihan dan ketidak relaan yang kuat di matanya.
Mike tidak menyadari tatapan mata Eireen. Setelah mendengar kata-kata eireen di dasar hatinya mulai berdenyut.
Setelah berjalan di taman Eireen dan Mike kembali ke kamar mereka.
__ADS_1
Awalnya Mike ingin pergi ke ruang kerjanya, tapi melihat Eireen sangat lengket padanya. Dia mengurungkan niatnya.
Aroma lembut dari tubuh Eireen sangat menggoda Mike. Bagaimana Mike bisa konsen untuk mengurus masalah pekerjaan.
Di dalam kamar, hal erotis terjadi tidak ada habisnya. Dahulu Mike selalu yang menginginkan Eireen. Tapi malam ini Eireen aktif dan melekat pada Mike.
Malam yang sangat gila.
,....
Pagi berikutnya, Mike bangun pagi dan dia bisa melihat Eireen sedang tidur disebelahnya.
Eireen terlihat sangat seksi, kulit putihnya penuh dengan tanda merah. Pemandangan yang sangat mengejutkan, bisa terlihat betapa ganasnya mereka semalam.
Mike tidak tega membangunkan eireen, lalu dia dengan hati hati mengangkat selimut untuk bangun dari tempat tidur.
Namun terdengar suara Eireen "kamu sudah bangun?"
Dia menggosok matanya, mencoba untuk bangun tetapi badannya terasa sangat sakit sekali. Dia terpikir kegilaan semalam dan membuat wajahnya memerah.
Mike melihat wajahnya baik-baik, dan berkata sambil tersenyum "apakah kamu terbangun karena berisik? Jika kamu masih merasa lelah istirahat saja.”
Eireen tidak setuju, dia memikirkan hari ini adalah hari terakhirnya dan menggelengkan kepala dengan sakit hati.
"Tidak bisa, aku ingin menemani dirimu sarapan dan melihatmu berangkat kerja."
Tidak lama kemudian mereka berkemas dan sarapan bersama. Setengah jam setelah sarapan, Mike bersiap untuk pergi ke perusahaan.
"Mike!"
Sebelum Mike masuk ke dalam mobil, Eireen memanggilnya. Kemudian punggungnya di peluk erat oleh Eireen.
"Ada apa?apa ada masalah?" Mike merasa pagi ini Eireen sangat tidak normal.
Eireen tahu bahwa Mike memiliki rasa curiga akan tindakan yang dia lakukan. Kemudian dia berkata "bukan apa-apa, pergilah ke perusahaan dan jaga dirimu baik-baik. Jangan bekerja sampai lupa makan." Dan jangan lupakan aku.
Pada kalimat terakhir Eireen hanya bisa berkata dalam diam.
Meskipun Mike berpikir bahwa Eireen sedikit aneh. Dia mengangguk dan berbalik masuk mobil lalu pergi ke perusahaan.
Eireen melihat mobil yang bergerak, tanpa sadar ia berjalan Ingin mengejar mobil tersebut. Air matanya mengalir, hatinya sakit seperti ditusuk pisau.
Tidak tahu untuk berapa lama ponselnya berdering.akhirnya dia sadar dari tadi Tommy menelponnya. Dia mengambil nafas dalam lalu mengangkat nya.
__ADS_1
"Eireen sudah waktunya."
"Aku tahu, kirim orang untuk menjemputku."
Eireen mengatakan hal tersebut dan mematikan ponselnya.
Dia memegang ponselnya lalu mulai menatap rumah tersebut. Rumah yang selama satu tahun ini penuh dengan kenangan yang indah dan juga penuh problem.
Satu jam kemudian, Tommy mengirim orang untuk datang menjemput Eireen.
Eireen keluar dari rumah Mike dengan membawa koper kecil. Dia tidak membawa satu barangpun milik Elaine.
"Nona silahkan naik kemobil."
Supir itu membuka pintu belakang untuk Eireen.
Eireen terakhir kali melihat kediaman Mike, dia tidak beranjak sedikitpun. Supir itu lalu mengingatkan dirinya kembali "nona, tuan besar masih menunggumu di rumah."
Bulu mata Eireen bergetar, dia lalu masuk mobil tanpa mengatakan satu hal pun. Mobil perlahan-lahan keluar dari kediaman Mike. Air matanya jatuh bergulir di pipinya. Kemudian dia menyekanya dengan punggung tangannya.
Sepuluh menit kemudian dia tiba di kediaman Tommy. Pada saat ini Eireen telah mengendalikan emosinya. Dia turun dari mobil tanpa ekspresi. Dia mengambil nafas dalam dan berjalan masuk.
Tommy dan Elaine sedang berada di ruang tamu. Dan tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Wajah mereka penuh dengan senyuman.
"Tuan, nona Elaine. Nona Eireen sudah kembali."
Kepala pengurus rumah tangga dengan hormat maju dan melaporkan.
Begitu mendengar perkataan itu, Elaine dan Tommy lalu menyembunyikan senyum yang tadi mereka sunggingkan. Dan dengan dingin melihat ke arah Eireen.
Mereka melihat mata Eireen merah, seperti habis menangis.
Tommy dan Elaine yang melihatnya, namun mereka tidak bertanya apapun. Tetapi mereka langsung membahas pengaturan mereka selanjutnya.
"Aku sudah memesan tiketmu untuk pergi ke negara K pada malam hari ini. Masih ada waktu beberapa jam. Kamu sekarang memberitahu Elaine apa saja yang kamu lakukan selama berada di kediaman Mike. Sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan kalau kalian adalah Dua orang berbeda."
Eireen tidak bisa menolak dan hanya bisa mengikuti aturan dari Tommy.
Di malam hari, Tommy secara pribadi membawa Eireen ke bandara. "Ingat jangan pernah ke sini lagi. Jika aku melihatmu di dalam negeri ini, maka jangan salahkan aku Jika berubah jadi kejam."
Dia dengan dingin memperingati Eireen. Dan sambil menyerahkan dokumen milik Eireen.
Eireen mengambil barang-barang miliknya. Dan dengan tatapan menghina melirik Tommy. Dia tidak berkata apapun,berbalik dan segera check in.
__ADS_1
happy reading all ❤️❤️.
maaf jika alur agak lambat.