
Meskipun bawahannya ragu, kenapa tuannya mencari seorang wanita yang menurut mereka tidak penting. Bawahannya tetap melakukannya dan tidak banyak bertanya.
Pada saat yang sama, setelah Mike keluar dari rumah sakit, Mike langsung menuju kerumahnya.
Di dalam rumah, setelah Tommy pulang, Elaine tetap duduk di taman bunga. Menunggu para pelayan menyusun perabotan baru di rumah Mike.
Mike berjalan masuk ke dalam rumah baru, dan dia melihat para pelayan sedang sibuk keluar masuk memindahkan perabotan. Alisnya mengerut dan dia memanggil kepala pengurus rumah "apa yang terjadi?"
"Tuan muda, anda sudah pulang."
Pengurus rumah menyapa dengan hormat. Sebelum berkata lebih lanjut, ia melihat ke sekeliling dan berkata "nyonya muda berkata kepada kami, bahwa perabotan rumah yang sebelumnya tidak cantik. Jadi dia meminta kami untuk mengganti semuanya."
Mike mengerutkan alisnya "nyonya muda di mana?"
"Nyonya muda ada di taman bunga.”
Pengurus rumah baru selesai berkata, Mike langsung menuju ke taman bunga.
Di taman bunga, Elaine menyipitkan matanya memandang kedatangan Mike yang sedang berjalan ke arahnya.
Meskipun dia tahu siapa Mike, tapi ini adalah pertemuan mereka yang kedua mereka bertatap muka.
Mike tentu saja menyadari tatapan Elaine yang sedang melihat dia dari atas ke bawah. Tidak tahu mengapa, dia merasa tatapan Elaine seperti orang yang baru pertama kali bertemu.
"Elaine, masalah siang tadi apakah kamu bisa jelaskan?"
Elaine tahu bahwa Mike bertanya tentang masalah ibunya. Elaine mengangkat alisnya dengan tidak sabar ”kenapa? Kamu juga datang menyalahkan aku?"
Mendengar nada suara Elaine yang tajam, membuat Mike memancarkan tatapan tidak senang "mama masuk rumah sakit karena kamu. Apakah aku tidak perlu bertanya kepadamu?"
"Apa maksudmu, mama masuk rumah sakit karena diriku? Dia sendiri yang merasa bersalah dan menggunakan masuk rumah sakit untuk melarikan diri dari tanggung jawab."
Elaine melihat Mike dengan tatapan tajam. Dia sangat tidak setuju dengan kata-kata Mike "kalau kamu mencari aku karena masalah ibumu, aku beri tahu kamu, kalau aku tidak salah."
Wajah Mike pun tenggelam,pada saat yang sama dia merasa ragu dan juga aneh.
Tidak tahu mengapa aura Elaine yang ini lebih terasa gelap dan kuat. Berbeda dengan Elaine yang biasa lembut dan pengertian.
__ADS_1
Berpikir sampai sini, Mike tiba-tiba merasa terkejut. Orangnya masih sama tapi kenapa kepribadian bisa sangat berbeda jauh seperti ini.
Mike memaksa dirinya untuk menekan perasaan aneh dan tidak senang dalam hatinya."apa yang terjadi? Mengapa kamu tiba-tiba ingin mengganti perabotan rumah?"
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak menyukai barang-barang itu."
Elaine menggerakkan bahunya dan berkata dengan santai.
Wajah Mike langsung berubah jadi dingin "kalau begitu, mama ada buat salah apa dengan kamu?"
Mendengar Mike kembali membahas topik itu setelah berputar-putar bertanya, kesabaran Elaine habis dia lalu berkata "kamu kenapa sih? Aku kan sudah bilang tadi dia sendiri yang membuatnya seperti itu, aku ganti perabotan rumah tangga ada urusan apa dengan dirinya. Dia sendiri yang mau mencari masalah denganku. Dia mengira aku adalah Elaine yang lemah seperti dulu dan dia bisa sembarang….."
"ELAINE!"
Mike tiba-tiba memotong kata-kata Elaine. Dengan penuh amarah dan wajanya menggelap.
Elaine hanya berhenti beberapa saat, sebelum ke ekspresi seperti semula. "Buat apa kamu teriak begitu kuat. Apakah kamu merasa kata-kata ku ada yang salah? Kalau tidak kita akan membahas masalah bodoh yang ibumu lakukan kepadaku di depan kakek?"
Berkata sampai disini, Elaine menyipitkan matanya kepada Mike dengan bahaya "aku tidak percaya kamu tidak tahu apa yang ibumu lakukan, kenapa hanya ibumu yang boleh mengganggu aku? Menaruh obat di setiap sup yang aku minum, Apakah aku tidak boleh membantah?"
”benar, aku sudah tahu semuanya."
Elaine tertawa dengan dingin, "kalau bukan karena aku tahu, sampai sekarang aku masih menerima cacian wanita tua itu. Hah, katanya karena aku membuat dia marah dan menyebabkan dia masuk rumah sakit? Kalau menurutku dia takut aku akan mengadu kepada kakek. Kalau kamu tidak mau memberikan aku penjelasan atas masalah ini, boleh kita membahas masalah ini di hadapan kakek. Lihat kakek akan menyalahkan siapa."
Mike menatap Elaine dengan tatapan berat. Dia tidak bisa membantah karena masalah ini memang salah ibunya.
Jadi nyonya Martha selama Eireen tinggal selama hampir satu tahun, setiap hari dia menyuruh pelayan memasakkan sup obat untuk penguat kandungan agar cepat hamil. Padahal dalam sup tersebut di masukkan obat kontrasepsi agar tidak bisa hamil. Nyonya Martha sangat membenci Elaine. Dia tidak mau Mike memiliki anak dari Eireen. Karena dia mengira Eireen adalah Elaine.
"Aku sudah tahu, masalah ini akan aku urus, dalam waktu dekat jangan muncul dulu di hadapan mamaku."
Mike memijat dahinya "kamu juga jangan pergi ganggu kakek. Aku tidak mengatakan masalah ini karena aku tidak ingin memperbesar masalah."
Elaine tahu Mike selalu ingin melihat keluarganya hidup dalam damai, kemudia Elaine menatap dengan penuh serakah
"Kalau mau aku tidak memberitahu kakek, minta tolong ibumu jangan menggangguku lagi. Kalau tidak aku tidak janji dan bisa menahan kesabaranku."
Melihat sikap Elaine yang sama sekali tidak mau mundur, alis Mike mengerat "aku akan memberi tahu mama."
__ADS_1
Kemudian mereka pun tidak berbicara lagi.
Elaine mengambil jus jeruk yang ada di atas meja kemudian meminumnya kembali.
Mike menyipit matanya, dan melihat ke arah Elaine. Dia merasa Elaine hari ini terlihat sedikit gemuk, rasa aneh di dalam hatinya pun semakin kuat.
Mike tidak berkata apapun, sebelum pergi dia menatap Elaine dengan sangat dalam.
Setelah Mike keluar dari rumahnya, kebetulan Hans juga baru tiba.
"Tuan muda, nyonya besar dan nyonya muda bertengkar karena masalah mengganti perabotan……"
Kejadiannya hampir sama seperti yang Mike ketahui dari Elaine. Tetapi ketika Hans melapor sampai akhir. Hatinya memiliki keraguan yang sama dengan Mike.
Dalam hasil penyelidikan ini, Elaine sangat arogan terhadap nyonya Martha. Ini benar-benar berbeda dengan "Elaine" yang biasanya lembut dan ramah.
Meskipun dia merasa sangat aneh. Tetapi Mike tidak mengatakan apapun. Dia juga tidak berani mengatakan nya.
"Penyelidikan masalah ini sampai disini, antar aku ke rumah sakit."
Mike mengatakan perkataan ini dengan ekspresi tidak bisa ditebak. Kemudian dia memejamkan matanya bersandar di kursi mobil.
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.
Ketika nyonya Martha melihat Mike datang dia langsung bertanya "apakah kamu telah menangani wanita itu?"
Mike mengerutkan keningnya "belum."
"Belum? Jadi buat apa kamu datang kemari?"
Nyonya Martha tiba-tiba emosi dan meninggikan suaranya.
Mike terasa sakit kepala dan memijit dahinya. "Ma, bolehkah kamu jangan menekan aku karena masalah ini? Meskipun Elaine bersalah, dia tidak seharusnya membantahmu. Tetapi ini juga karena kamu mempermalukan dia lebih dahulu. Dia ingin mengganti furnitur, biarkan saja dia ganti. Tetapi kenapa kamu harus pergi menyinggung dirinya? Elaine sudah bilang, kalau kamu masih menyinggung dirinya, dia akan mencari kakek. Sampai saat itu tiba aku tidak dapat membantumu lagi menyembunyikan masalah tentang kamu memberikan obat kontrasepsi kepadanya. Ma kamu pikirkan baik-baik, kemarahan kakek bukan suatu hal yang bisa kita mudah hadapi…"
Nyonya Martha tertegun dan terdiam tidak bisa berkata-kata, wajahnya memerah dan ada kemarahan dalam hatinya yang tidak bisa dia ungkapkan.
Happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1