
Mike juga tidak menyangka akan melihat istrinya sedang berdiri di depan lift sambil memeluk kain.
"Bukannya sedang waktu bekerja? Kenapa kamu bisa berada disini?"
Mendengar kata-kata Mike, Eireen lalu berkata "tentu saja aku sedang bekerja."
Mike jelas tahu Eireen sedang berkerja, tapi di jam seperti ini seharusnya dia sedang mendesain di kantor dan bukan muncul di sini sambil membawa kain.
Sedang berpikir kemudian dia melihat kain yang di peluk oleh Eireen dan bertanya kembali "apa yang kamu peluk dan kamu mau kemana?"
Eireen melihat Mike dan tidak ingin menutupi apa yang terjadi. Bagaimanapun Mike yang bertanya dan bukan dia yang sedang mengeluh.
"Direktur pelaksana meminta saya untuk pergi mengganti kain ini."
Jawaban sederhana dari Eireen dan membuat Mike mengerutkan alisnya.
"Kamu kembali sekarang , aku menggaji dirimu bukan untuk menjadi asisten tetapi untuk jadi desainer. Lebih baik kamu perjelas pekerjaan kamu sendiri."
Mendengar kata-kata itu Eireen lalu membalas kata-mike.
"Aku tentu sangat tahu pekerjaan saya, tapi direktur pelaksana berkata aku masih belum bisa di katakan sebagai desainer. Jadi menyuruh aku untuk menjadi seorang asisten dulu."
Ekspresi Mike memburuk. Tidak sulit baginya untuk menebak kalau ini adalah kesengajaan yang di lakukan oleh Megan. Lagipula permasalahan Elaine dan Megan bukan hanya satu dua hari saja.
"Perusahaan tidak kekurangan asisten, aku akan menyuruh orang untuk menangani masalah ini. Sekarang kamu kembali bekerja."
Eireen memang tidak ingin menukar kain tersebut. Tentu saja dia tidak menolak perintah Mike. Dia lalu kembali masuk ke departemen desain.
Dia baru saja masuk, Anne melihatnya.
"Elaine, bukankah kamu pergi mengganti kain?kenapa kamu kembali lagi?"
Mendengar kata-kata itu Eireen dengan tersenyum berkata "maaf, kamu bisa mencari orang lain saja untuk menggantinya. Lagi pula aku bukan asisten di sini."
Dia selesai bicara lalu mengembalikan kain tersebut ke tangan Anne.
Anne melihat kain itu ekspresinya memburuk.
"Elaine apa maksudmu dengan semua ini?"
__ADS_1
"Artinya jika kamu tidak mau melakukannya, kamu bisa bertanya kepada direktur pelaksana."
Anne berkata dengan penuh emosi, Eireen tetap masuk ke dalam ruangannya dan melanjutkan tugasnya mendesain.tidak memperdulikan Anne.
Pada waktu yang sama Megan menerima panggilan masuk dari asisten Mike, Hans.
"Hans, apakah kak Mike sedang banyak urusan?"
Dia tidak sabar bertanya, seolah-olah dia ingin bekerja untuk Mike.
"Nona Megan, presiden menyuruh aku menghubungi nona yaitu, nona Elaine bekerja di perusahaan dan di gaji untuk menjadi desainer. Dan bukan sebagai asisten.
Mendengar kata-kata itu, wajah Megan semula ceria menjadi kaku. Belum lagi dia menjawab, asisten berkata lagi "Presiden juga menyampaikan untuk kedepannya, nona Elaine tidak di perintah lagi oleh nona Megan."
Untuk beberapa saat Megan terbengong dan kemudian Ia menyadarkan dirinya. "Apakah ini benar-benar perintah dari kak Mike?"
Dia bertanya dengan rasa tidak percaya dan puas. Tidak mudah baginya untuk memiliki kuasa memerintah Elaine. Dia juga bisa melihat Elaine berpura-pura di hadapan dirinya.dan juga dia ingin menunjukan wajah buruk wanita penggoda itu dihadapan Mike.
"Hans, kamu sampaikan kepada kak Mike, kalau aku tidak bisa mengatur orang bawah, apa gunanya aku menjadi direktur pelaksana ini?"
Mendengar kata-kata Megan, hand tersenyum dan berkata "nona Megan, presiden menyuruhku untuk menyampaikan hal ini, jika nona merasa kurang puas dan ada yang ingin disampaikan lebih, lebih baik tunggu saat kaliam bertemu."
Megan melihat teleponnya ditutup, dengan penuh emosi dia lalu membuang seluruh barang yang ada di atas meja. Anggapan Megan, kak mike hanya bisa melindungi wanita penggoda itu.
Dan juga Elaine, Megan pikir dia akan bisa lama memerintah Elaine. Tidak tahunya dia malah pergi mengadu ke Mike.
Dia sangat marah dengan hal ini, membuat semua orang kaget dengan keributan yang terjadi di ruangannya.
"Suara apa tadi, suaranya sangat nyaring."
"Aku mendengar suara itu berasal dari kantor direktur pelaksana. Mungkin ada barang yang jatuh ke lantai."
"Kalau tidak, ayo kita pergi keruangan direktur dan melihat, siapa tau kita bisa membantu menatanya."
Banyak orang yang berbisik dan mengeluarkan pendapat mengenai suara berisik yang mereka dengar barusan.
Anne adalah orang yang memimpin masuk kedalam ruang direktur.
Eireen melihat kepergian mereka, dan hanya duduk diam di ruangannya. Beberapa saat kemudian, dia mendengar suara mengagetkan dari ruang direktur, dia beranjak dan melihat yang lain sedang sibuk menata dan mengemas barang yang berhamburan. Tanpa sengaja dia mengalihkan pandangannya, dan tatapan mata Megan dan Eireen beradu. Tatapan Megan seperti ingin menelan Eireen hidup-hidup.
__ADS_1
Awalnya dia masih bingung. Sepertinya dia tidak mengganggu Megan dari tadi. Dan dia segera menebak, maksud kata Mike akan menyuruh orang untuk mengurus masalah tadi sepertinya hal itu yang membuat Megan sangat marah.
Dan melihat ekspresi Megan, sepertinya dia sudah di marahi oleh Mike. Jika tidak buat apa dia membuang semua barang yang ada diruangan nya.
Berikutnya tidak tahu apakah itu karena peringatan Mike. Dia sangat aman dan Megan tidak mencari masalah lagi dengannya. Eireen sangat senang dengan kedamaian ini. Ia duduk di kursi dan mulai menggambar desain lagi.
Pada malam harinya, dia langsung membereskan barang-barang dan bersiap untuk pulang.
Megan berdiri di depan ruangannya. Dia menatap Eireen pergi dengan sombong. Kedendaman di hatinya semakin tinggi.
Elaine yang berpikir dapat dukungan dari kak Mike bisa sewenang-wenang di perusahaan?
Jangan berharap!
Tidak tahu apa yang dipikirkan Megan, dia tidak pulang kerumah. Tapi dia mengikuti Eireen pulang kerumahnya dengan Mike.
Dia lalu segera pergi menemui Tante Martha.
"Megan sudah pulang kerja? Bagaimana dengan Perusahaan hari ini? Tante pikir akan lama tidak akan melihat megan lagi?"
Nyonya Martha terlihat senang melihat kedatangan Megan. Dia bertanya dengan penuh perhatian.
"Lumayan baik Tante."
Megan berpura-pura terlihat senang, agar tantenya merasa ada yang aneh dengan dirinya.
"Megan kamu kenapa terlihat tidak senang?"
Mendengar kata-kata itu Megan berkata "tidak ada apa-apa Tante."
"Megan, Tante sangat mengenal kamu, beri tahu Tante apa yang sedang terjadi?"
Mendengarkan hal itu Megan lalu berpura-pura bingung untuk menceritakan. Lalu dia menjawab "sebenarnya itu bukan masalah besar, hanya saja aku tidak tahu bagaimana mengatur pegawai baru."
Lalu dia menceritakan tentang Elaine yang masuk kedalam Perusahaan dan menambah kata-kata masalah tadi pagi. Dan juga Elaine yang membawa identitas dia dengan Mike.sehingga dia sangat sulit untuk mengurusnya.
Mendengar cerita dari Megan, nyonya Martha sangat marah dan berkata " wanita itu kemana-mana tidak berhenti mencari masalah untuk Mike. Apakah perusaan menjadi ladang mainannya sekarang?"
Tante Martha berkata dengan sangat marah "tidak boleh di biarkan. Aku akan memanggil dia kemari. Dan menegur dia bahwa dia tidak boleh semena-mena dalam perusahaan."
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️❤️