Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 75


__ADS_3

Lita mengeram dan memukul meja. Selanjutnya wajahnya terlihat suram. Terlihat seringai licik dari wajahnya, dia kemudia mengambil ponselnya dan memencet sebuah nomor. Ya dia menghubungi Mike. Terlihat nama Mike di ponsel.


Segera telepon tersambung. Suara dingin dan jelas dari seberang sana terdengar, "ada apa direktur Lita?"


"Mike, ada satu hal yang tidak bisa selesaikan, jadi aku hanya bisa menghubungi kamu."


Lita awalnya ingin menceritakan asal muasal ya masalahnya. Baru mengatakan sikap jahat Elaine. Tidak di sangka langsung di tebak oleh Mike.


"Apa ini ada hubungannya dengan Elaine?"


"Benar, nona Elaine sudah satu Minggu berturut-turut tidak masuk kerja. Dan sudah tiga hari dia tidak menyerahkan naskah desainnya. Yang parah lagi sudah bolos rapat beberapa kali."


Lita dengan detail menceritakan permasalahan yang terjadi. Terakhir dengan berpura-pura sedih dia berkata "aku tadi juga hanya memarahi dia beberapa kata saja. Nona Elaine malah langsung bilang kalau aku dipecat. Lalu dia bilang untuk kedepannya tidak mau melihatku lagi di kantor."


Setelah Mike mendengar perkataan lita, dia mulai termenung kembali.


Karena dibenaknya, dia merasa perkataan ini bukan kata-kata yang bisa di ucapkan oleh Elaine yang dia kenal.


Tapi dia juga teringat akan perubahan Elaine selama ini, alisnya mengerut.


”aku mengerti. Perkataan Elaine tidak usah kamu ambil hati. Aku bisa menyelesaikan hal ini. Kamu lanjut saja bekerja."


Setelah dia selesai, dia lalu segera menghubungi Elaine. Saat ini Elaine sedang berada di villa keluarga Tan,


Sekarang statusnya sudah kembali jadi nona muda, jadi dia tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk kembali kerumahnya.


Dia sedang berada di ruang tamu bermain dengan putranya. Ponsel di atas meja tiba-tiba berdering. Dia melirik siapa yang menelpon, dan melihat nama yang tertera adalah Mike. Alisnya berkerut, dia lalu melambaikan tangan ke arah pelayan untuk mengambil putranya. Kemudian dia mengangkat telepon "Ada apa?"


Mike mengerutkan alisnya, dia bisa merasakan sikap dingin Elaine kepada dirinya.


Dia mengira Elaine masih sebal karena sikap ibunya sebelumnya. Dia langsung saja menjelaskan alasan dia menelpon ”Lita tadi baru saja menelpon ku. Dia belum kamu beberapa hari tidak menyerahkan naskah gambarmu. Dan bolos rapat pagi. Dia memarahimu beberapa patah kata, dan kamu langsung memecatnya?"


Elaine tertawa dingin dan menyipitkan matanya "sepertinya wanita itu melapor kepadamu? Kenapa sekarang kamu mau mencari masalah denganku demi wanita lain? Mike jangan lupa bahwa kamu sebenarnya suami siapa!"


Saat sedang berbicara dengan mike, terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras. Membuat Elaine menjadi terdiam terpaku.


Di telepon Mike juga mendengar suara tangisan bayi, tanpa disadari dia berkata " kamu ada dimana sekarang? Kenapa bisa ada suara tangisan bayi?"


Sebenarnya di dalam hati Mike saat ini berpikiran negatif. Berdasarkan perhitungan menstruasi Eireen, seharusnya kehamilannya baru jalan beberapa Minggu.


"Kamu sekarang berada dimana?"Mike bertanya dengan penuh rasa pertanyaan dan menahan emosinya yang tidak dapat dipendam.

__ADS_1


Elaine tidak tahu bahwa mike sudah curiga kepadanya. Kedengaran suara anak kecil yang terus menangis membuat Elaine menjadi sangat gugup, kemudian dia berkata "aku di rumah ayah, ada saudara jauh datang. Sekarang sedang ada masalah. Kalau kamu ada urusan nanti malam saja kita bicarakan."


Setelah dia selesai berbicara dengan Mike, dia lalu mematikan teleponnya. Dan berjalan naik ke atas menghampiri bayinya.


"Ada apa ini? Kenapa adik bayi tidak berhenti menangis?"


Elaine masuk ke dalam kamar bayi dan bertanya pada pengasuh, kemudian menjulurkan tangannya untuk menggendong bayinya.


Pengasuh nya sangat ketakutan sekali, berdiri gemetaran samping Elaine " nona,aku juga tidak tahu ada apa dengan tuan kecil. Tadi baik-baik saja saat di gendong. Tapi ketika saya meletakkan dia di tempat tidur, dia tiba-tiba menangis. Saya juga sudah memeriksa popoknya, tetapi popoknya kering dan belum buang air besar.”


Elaine mengerutkan alisnya "pergi dan panggil dokter keluarga ke mari.”


"Baik."


Pengasuh berbalik badan dan pergi memanggil dokter.


Selama menunggu bayi kecil itu. Menangis kencang sekali. Sampai sulit bernafas.wajahnya mulai membiru.


"Anakku, kenapa kamu, jangan menakuti mama."


"Anakku, sebenarnya ada apa denganmu."


Setelah sepuluh menit, dokter keluarga telah tiba dan tergesa-gesa masuk ke kamar bayi.


Elaine melihat dokter tiba, sambil menggendong bayi kecilnya. Langsung menghampiri "dokter, cepat periksa. Kenapa bayiku menangis terus?"


Si kecil masih saja menangis. Tapi suaranya tidak sekeras tadi, tapi sangat serak. Malah seperti kehabisan suara.


Dokter memeriksa keadaan si bayi dan ekspresi wajahnya langsung berubah "nona, tuan kecil harus segera di rujuk ke rumah sakit. Ini radang usus akut. Jika di undur nyawa tuan kecil bisa berada dalam bahaya."


Elaine langsung jadi panik sekali "kenapa bisa seperti ini. Padahal tadi masih baik-baik saja. Pengurus rumah.. pengurus rumah, cepat siapkan mobil. Aku mau pergi kerumah sakit."


Dia menggendong bayinya. Berlari dengan cepat keluar pintu.


Dengan sangat kacau dan panik dia akhirnya membawa bayinya ke rumah sakit keluarga Mike. Anak kecil dibawa oleh dokter ke UGD,


Untungnya setelah setengah jam, bayi kecil itu berhasil di selamatkan.


"Nona besar, kondisi tuan kecil sudah tidak bermasalah. Tapi karena tuan kecil masih di usia rawan. Jadi biarkan tuan kecil di rawat di rumah sakit ini beberapa hari untuk pengamatan."


Hari ini karena Elaine sangat khawatir dengan kondisi putranya, dia terus berada di rumah sakit. Malam harinya, Tommy baru tiba "elaine, ada apa dengan cucuku. Dokter bilang apa?"

__ADS_1


"Bayi radang usus akut. Peradangan nya sudah berkurang. Tapi masih harus dirawat untuk di lakukan pengamatan lebih lanjut. Aku berencana beberapa hari ini akan tinggal di rumah sakit untuk menemui putraku."


Elaine mengatakan rencananya, Tommy juga tidak menentang.


Bayi itu sekarang seperti ini. Mereka semua menjadi tidak tenang.


"Em kalau begitu kamu jaga bayi dirumah sakit. Untuk keluarga Lee kamu bilang saja kalau ayah sedang sakit. Dia hari ini kamu pulang untuk merawatku."


Elaine mengangguk.


Pada petang hari Mike pulang dari kantor. Dia melihat ruang tamu terlihat tenang dan kosong. Dia juga tidak tahu apakah karena dia memanjakan Elaine dengan cara yang salah. Sekarang dia pulang tidak melihat Elaine menyambut dirinya "sudah kembali ya." Merasa pasti ada yang tidak benar.


Dia juga tidak tahu gadis kecil ini akan kesal sampai kapan.


Sorotan matanya agak murung. Berencana malam ini akan mendiskusikan baik-baik dengan Elaine.


Berpikir seperti ini dia kemudian naik keatas. Tetapi dia juga tidak menemukan keberadaan Elaine di kamar.


"Pengurus rumah, kemana nyonya muda?" Mike bertanya kepada pengurus rumah.


Pengurus rumah berkata " nyonya muda pergi dari pagi sampai Sekarang belum pulang."


Mike mengerut kan alisnya, dia segera menelpon Elaine.


"Ada urusan apa?"


Suara Elaine sangat dingin di telepon.


Mike menahan amarahnya "dimana kamu sekarang?"


"Aku dirumah keluarga Tan, beberapa hari ini aku akan menginap karena papa sedang tidak enak badan."


Elaine mengatakan alasan bagus yang dia rencanakan dengan Tommy.


"Pulang dan tidur di sana lagi?"


Mike agak percaya dan curiga, merasa Elaine masih kesal kepada dirinya. Mengingat tadi pagi dia masih melihat Tommy sedang berdiskusi dengan Perusahaan asing.


"Elaine kamu jangan kesal lagi. Kamu pulang kita diskusikan dengan baik."


Happy reading all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2