
Dony malah merasa ada yang tidak benar. Karena dia juga sudah dua kali mendengar Eireen berkata dengan pasti kalau Mike pasti bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah.
"Kamu sangat percaya dengan Mike? Kamu harus tahu situasi sekarang. Keluarga Mike bukan hanya dalam posisi yang merugikan. Bahkan grup Sunarya ganti pemilik. Jika Mike keluar pun tidak sehebat yang kamu pikirkan."
"Tidak, kamu tidak tahu tentang mike. Dia tidak sekecil yang kamu pikirkan."
Eireen tanpa berpikir terus membantah kata-kata Dony. Meskipun banyak masalah, Mike sama sekali tidak pernah memberitahunya. Tapi dari pergerakan Rena dan Ryan biasanya. Dia dapat melihat selain memegang kendali Perusahaan Lee group, Mike mempunyai bisnis lain secara pribadi.
Dony melihat Eireen yang sangat percaya dengan Mike. Dia membuka mulutnya tapi tidak ada kata-kata yang bisa keluar. Kemudian dia berkata lagi. "Meskipun kita menebak masalah ini karena ada konspirasi dan juga komplotan. Jika ingin mendapatkan bukti dari Elaine, takutnya akan sangat susah."
Ekspresi muka Eireen tiba-tiba berubah menjadi sangat buruk. Awalnya dia sangat percaya diri tapi kemudian mendengarkan perkataan Dony dia hanya bisa tertegun.
Meskipun dia percaya Mike pasti bisa mengatasi semuanya, tapi pertama Tama dia harus menemukan bukti dahulu jika Mike dijebak.
Dalam sesaat dia merosotkan badannya di sofa lalu berkata "iya, kamu benar. Ingin dapat bukti dari keluarga Tan. Ini masalah sulit yang tidak ada jawabannya."
Dalam kamar, ekspresi keduanya sangat tidak baik. Mereka berdua duduk dalam keheningan.
Eireen tidak tahu sudah berapa lama mereka saling diam, kemudian dia seakan-akan mendapat sebuah ide. Meskipun dia dan Dony tidak bisa mendapatkan bukti dari Elaine. Tapi ada satu orang yang bisa.
"Dony, aku ada ide." Kedua matanya kemudian mengkilap melihat Dony.
Dony dengan penasaran bertanya "ada ide apa?"
"Aku ada satu teman yang seharusnya bisa membantuku mendapatkan bukti. Aku berencana mencarinya."
Eireen tidak bertele-tele, dia lalu berkata kepada Dony tanpa banyak kata-kata. Dia tidak ingin Dony terlibat lebih jauh.
Dia tidak ingin merepotkan Dony, hanya karena dirinya. Dony juga merasa kalau Eireen tidak ingin menyulitkan dirinya lalu berkata dengan berat hati "begini, jadi aku perlu melakukan sesuatu tidak?"
"Tidak perlu, aku sangat berterimakasih kamu sudah mau membantuku."
Eireen menggelengkan kepalanya menolak dengan halus bantuan Dony.
Dony tahu, jika Eireen sudah membuat keputusan maka dia tidak bisa mencampuri lebih dalam lagi. Dia hanya bisa memperingatkan Eireen beberapa kata. Lalu dia beranjak pergi dari hotel.
__ADS_1
Setelah Dony pulang dari hotel, Eireen kembali sendiri di kamar.
Dia mengeluarkan ponsel, lalu dengan ragu memencet nomor ponsel. Tapi dia tetap menelponnya.
Dirumah, Jay melihat ponselnya bunyi dan tertera nama Eireen. Wajahnya lalu tersenyum bangga.
Dia tahu wanita ini cepat atau lambat akan menghubungi dirinya.
"Nona Eireen, tidak tahu menelpon kemari ada apa ya?" Dia sengaja menggoda Eireen.
Eireen menahan ponselnya tiba-tiba tidak tahu bagaimana bisa bersuara."Tuan.. Tuan Jay aku ingin meminta pertolongan dari mu."
Jay menaikkan alisnya. Terutama panggilan Eireen kepadanya yang tidak biasa membuat dia makin tersenyum jahil. "Nona Eireen apa kita kenal dekat?"
Eireen menggerrtakkan giginya, lima belas detik suasana canggung pun pecah. "Jay,ini bukannya hal yang kamu inginkan? Kamu disini berlagak bodoh?"
Suaranya membesar membuat Jay mengerutkan alis dan menjatuhkan ponselnya. "Gadis bodoh. Berbicara dengan begitu keras, apa kamu ingin membuat telingaku tuli?"
Eireen dengan dingin berkata. "Aku tanya kamu sebenarnya mau bantu atau tidak?"
Eireen tidak bisa basa-basi lagi "kamu bukannya selalu tertarik dengan masalah ini?"
Eireen tersedak mendengar jawaban dari Jay. "Jadi bagaimana, kamu bisa menolong ku?"
Jay menyipitkan matanya melihat atap ruangan lalu dengan maksud jahat dia berkata "ada syaratnya, aku sekarang belum memikirkan nya. Akan tetapi kalau kamu berhutang Budi padaku, aku bisa memikirkannya untuk membantumu memeriksa masalah ini "
Eireen tidak punya pilihan. Dia ingin membantu Mike, tapi karena hanya pria ini yang cukup jahat yang bisa membantunya. Sebelum menyetujui dia menambahkan syarat. "Aku bisa menjanjikannya, tetapi tidak peduli kedepannya kamu bisa minta apapun. Asal tidak melanggar norma moral. Kalau tidak aku akan menolak semuanya."
Jay mendengar syarat dari Eireen kemudian tertawa "cuma wanita seperti kamu, bisa melakukan masalah apa yang melanggar hukum."
Eireen merasakan penghinaan dari kata-kata Jay. Dia hanya menahan amarahnya. Ingin sekali dia mencabik pria ini yang meminta keuntungan tapi masih sangat sombong.
"Cukup, aku tidak ingin omong kosong denganmu. Ingat hal yang kamu janjikan padaku. Aku mengharapkan kabar tercepat."
Selesai mengatakannya dia lalu menutup teleponnya.
__ADS_1
Jay juga tidak terlalu peduli. Kemudian dia memanggil bawahannya. "Kamu kirim orang untuk menyusup kedalam Perusahaan Lee group. Awasi Elaine."
"Baik!" Bawahannya segera melaksanakan perintah.
Jay kembali menyipit matanya dan berkata kembali "dan juga cari informasi mengenai Mike. Apa benar dia ditahan. Apakah ada prosedur normal atau abnormal. Paling bagus lagi jika kamu bisa melihat Mike dengan mata kepalamu sendiri. Dan laporkan hal sekitar dia, dan apa yang sedang dia lakukan."
.,...
Bandara ibukota, Elaine sambil menggendong bayinya sedang menunggu kedatangan seseorang di pintu keluar VIP. Dia tidak hentinya melihat jam di tangannya.
Akhirnya setelah operator mengumumkan bahwa pesawat yang di tunggu oleh Elaine telah tiba. Ada segerombolan pria yang memiliki aura luar biasa keluar dari ruang VIP. Pria tampan yang memimpin jalan didepan adalah Bruno.
"Bruno!"
Begitu Elaine melihatnya ia berlari kecil ke arah Bruno sambil menggendong bayinya.
Bruno melihat Elaine. Tatapannya mendarat di bayi yang di gendong oleh Elaine. Ada ekspresi tidak senang yang muncul di wajahnya.
"Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk tidak menjemputku? Kenapa kamu malah mengajak anak kita?"
Elaine menyadari kalau Bruno terlihat tidak suka. Senyum diwajahnya membeku seketika. Namun dalam waktu singkat kembali normal.
"Aku ingin datang menjemputmu. Lagipula anak kita juga merindukan ayahnya. Tadi pagi ketika aku mengatakan kalau ayahnya akan tiba, anak kita terlihat bersemangat. Tangan dan kakinya terus bergerak tanpa henti. Ia terus mengoceh memanggil manggil. Sampai aku mengatakan kalau aku akan mengajaknya untuk menjemputmu. Dia baru lebih tenang.”
Bruno tahu kalau ini hanya alasan Elaine saja. Namun karena memandang anaknya ia tidak mempermasalahkannya.
"Kembali." Ia berkata dengan nada datar. Melewati Elaine lalu lanjut berjalan kedepan. Elaine ikut di belakang dengan perasaan yang sulit di deskripsikan.
Setelah lima belas menit mereka tiba di kediaman keluarga Lee. Elaine meminta pengasuh untuk menggendong bayinya ke lantai atas. Lalu ia membawa Bruno keruang kerja untuk melaporkan apa yang sudah terjadi selama ini.
"Mike sudah dijaga didalam sana sesuai perintah mu. Dan juga keluarga Lee juga sudah berada di tanganku sekarang."
Elaine berkata sambil menuangkan whiskey kepada Bruno.
"Selamat, semua sesuai dengan rencanamu."
__ADS_1
Bruno tersenyum suasana hatinya terlihat lumayan, ia mencicipi whiskey yang diberikan. "Masih kurang sedikit lagi sampai dikatakan berhasil. Apakah orang keluarga Lee sudah ditemukan?"
happy reading all ❤️❤️❤️