Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 12


__ADS_3

Eireen yang melihat tatapan dari Megan seketika menjadi takut. Dia lalu mengelus dadanya.


"kamu baik-baik saja kan? apa ada yang terluka? aku melihat banyak pecahan kaca di sini." Tanya Mike dengan penuh kekuatiran. Untung saja dia kembali karena ada berkas yang ketinggalan. Entah apa yang akan terjadi jika saja dia tidak kembali. Mungkin perlakuan yang lebih buruk akan diterima oleh istrinya.


"Tidak apa-apa kok, terima kasih atas bantuannya tadi. Aku sangat bersyukur kamu ada di saat yang tepat." Eireen menjawab sambil tetap berpura-pura tegar, padahal dia merasa sangat ketakutan dan terancam tadi.


"Kalau kamu kenapa tiba-tiba kembali kerumah?" tanya Eireen.


"ada berkas yang ketinggalan, jadi sebelum sampai ke kantor aku tadi putar balik. Tidak disangka akan melihat kejadian tadi." ucap Mike sambil memegang kunci lemari berkas, tempat berkas yang ketinggalan tadi.


"oh, kalau begitu pergilah ambil." Eireen berbicara sambil memungut pecahan vas kaca yang berhamburan tersebut.


Mike yang baru turun dari ruang kerjanya, melihat Eireen yang sedang memungut pecahan kaca, dia ingin menyuruhnya tidak usah memungutnya, belum berkata Mike sudah mendengar rintihan dari Eireen, karena tangannya tertusuk pecahan kaca.


Sedikit demi sedikit darahnya mulai menetes di lantai. Eireen yang melihat darahnya menetes hanya bisa terdiam.


"Bagaimana dirimu? kenapa bisa tertusuk pecahan kaca? kenapa tidak bisa berhati-hati." Mike melangkah lalu mulai menarik tangan Eireen agar menjauh dari kaca yang berserakan itu. Sambil memberi perintah kepada para pembantu " kalian ngapain masih diam saja,cepat ambilkan kotak obat dan segera bereskan pecahan kaca ini."


Para pembantu yang disuruh segera mengambil kotak obat dan memberikannya pada Mike.


Eireen lalu memandang Mike sekilas lalu tertawa "Cuma terluka sedikit saja, tidak usah pakai kotak obat, cukup pakai plester dan kain kasa, sudah bisa diobati."


"Dimana-mana itu harus pakai antiseptik dulu untuk mensterilkan lukanya, baru pakai obat, jika tidak nanti lukanya akan infeksi. Apa kamu tidak paham?" ucap Mike dengan nada galaknya.


Eireen tidak mampu menjawab, dia bukan Elaine yang bisa bernada manja pada pria. Namun melihat Mike yang bersikeras menolongnya, Eireen hanya bisa menggantungkan dirinya pada Mike.


Mike dengan hati-hati membalurkan alkohol menggunakan kapas di luka Eireen, tanpa sadar Eireen merintih "ah.....”

__ADS_1


"Sakit sekali ya, tahan sebentar lagi ya. sedikit lagi sudah selesai." kata Mike dengan wajah serius mengobati.


Mike dengan sabar dan hati-hati mengobati jari Eireen, tanpa mereka sadari posisi mereka sangat dekat. Eireen yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian dan rasa peduli dari orang lain, perasaannya mulai merasa hangat, atas perlakuan spesial dari Mike.


Eiree tidak bisa menahan diri, dan menatap Mike secara intens. Mike sangat tampan, bola matanya hitam pekat, bibirnya yang seksi mulai meniup-niup jari tangan Eireen yang terluka. Eireen menatap wajah Mike dengan terpesona dan tanpa berkedip, kenapa bisa ada pria yang sangat tampan.


Sambil Mike mengurus luka Eireen, sambil dia berpikir tentang data pribadi istrinya yang mengatakan wanita ini sangat manja dan sombong. Tapi orang yang dihadapannya sangat berbeda, apalagi sejak kepulangannya, ia tidak pernah melihat istrinya melakukan sesuatu hal di luar batas wajar.


Sambil berpikir dan membungkus luka di tangan Eireen tanpa sengaja Mike melihat kulit mati.. Dia makin berpikir bagaimana wanita manja seperti Elaine bisa memiliki kulit mati, yang biasa dimiliki oleh orang yang suka bekerja kasar.


Mike mulai berpikir dalam hatinya, ia mulai ragu-ragu apakah benar yang dihadapannya adalah istrinya atau bukan. Tapi semakin dia berpikir dia tidak menemukan jawabannya.


"Kenapa?"Eireen yang melihat Mike sedikit aneh lalu menegurnya.


"Tidak ada apa-apa. Lukamu sudah terbungkus dengan rapi. Beberapa hari ini jangan terkena air." ucap Mike sambil berdiri. "aku masih ada kerjaan, aku pergi ke kantor lagi."


Eireen menganggukan kepalanya. Melihat Eireen begitu patuh, Mike segera pergi kembali ke kantor setelah membawa berkas yang ketinggalan tadi.


Setelah tiba di perusahaan. langsung saja ada asisten yang menjemput Mike. Segera setelah sampai Hans segera menyapa " Direktur"


Kemudian Hans segera menyeduhkan kopi yang sudah disesuaikan dengan selera Mike. Tangan Mike yang sedang membolak-balik kan berkas lalu berkata kepada Hans "hans data yang kemarin kamu berikan padaku tentang Elaine, apakah itu betulan?"


Hans segera menjawab, "100 persen itu sungguhan. sebelum anda kembali , nona muda mempunyai pergaulan yang sangat buruk. Tapi nampaknya hanya teman minum alkohol. Kalau untuk hubungan yang lebih dalam... saya kurang tahu.


Melihat Mike yang hanya terdiam, Hans lalu berkata " apa ada yang tidak benar?"


"tidak ada hans.” jawab Mike sambil tetap melanjutkan kerjanya.

__ADS_1


"baik,kalau begitu saya permisi dulu." ucap Hans sambil pergi dari ruangan Mike.


Apa mungkin ia berpikir terlalu banyak. apakah benar malam itu adalah malam pertama Elaine. Ia dapat membedakannya, merasakannya dengan jelas. Tapi pada akhirnya fakta tetaplah fakta.


Nampaknya ada perlunya ia mengenali istrinya secara mendalam. Malam harinya, Mike sudah pulang dan segera masuk kamar, ketika dia masuk kamar dilihatnya istrinya sedang tertidur pulas.


Mike menatap wajah kecil Eireen yang manis lalu mengganti bajunya dan segera turun kebawah.


Di lantai bawah sudah ada banyak pembantu. semua menyapa dan memberi hormat pada Mike. Mike menganggukkan kepala kepada pengurus rumah.


Melihat Mike masuk ke dalam ruang kerjanya, lalu pengurus rumah berkata kepada para pelayannya "nanti kalian masuk satu per satu, apapun yang tuan muda tanyakan, kalian harus jawab dengan jujur."


" Ya dimengerti!" para pembantu menjawab dengan patuh dan serempak.


Mereka semua sudah diberitahu lebih awal, kalau tuan muda akan menanyai Mereka mengenai nona muda, jadi mereka tidak perlu menutupi kelakuan nona muda dan bisa bicara sebebasnya.


......


"Nona muda seringkali pulang larut malam, kadang juga ia mabuk-mabukan."


"Nona muda suka sekali minum alkohol, kadang kalau suasana hatinya sedang tidak baik, dia mencari orang untuk melampiaskan ya. bekas luka dikepalaku disebabkan oleh pukulannya."


"Nona muda seringkali membantah nyonya besar, sehingga nyonya besar sering marah sambil mengelus dada."


"Nona muda sangat suka menindas kami para pelayan, dia tidak segan-segan main tangan."


"Nona muda juga kadang tidak pulang semalaman."

__ADS_1


setelah mendengar penuturan para pelayan. wajah Mike agak kecewa, tidak disangka begitu banyak pelayan dan semua membicarakan tentang keburukan dan kesombongan serta kezaliman istrinya.


happy reading all ❤️❤️


__ADS_2