
Mendengar suara Mike, Brian langsung merasa gemetar. Perlahan ia berbalik badan, dan langsung melihat ke arah Mike yang wajahnya sedingin es berdiri di belakangnya.
Brian seketika jadi gugup, tidak percaya Mike bisa berada di tempat seperti ini. Sungguh diluar dugaan.
Udara di sekitar mereka tiba-tiba terasa mencekam. Bahkan orang-orang yang sedang berkerumun di sana tidak ada yang berani bersuara, mereka melihat kedua orang paling berkuasa di kota mereka. Kedua orang yang juga paling tampan di kota mereka, saling bertatapan hanya karena seorang wanita.
Orang-orang yang melihat berkata " kedua orang itu sangat tampan ya.”
lalu ada terdengar juga "kayaknya mereka berdua bersitegang karena wanita itu deh.,"
Orang-orang di sekitar mereka terus mengoceh, sambil melihat ke arah Eireen.
Eireen yang di pandang sinis oleh orang-orang sekitar menjadi panik. Dia tidak mungkin memotong dan ikut campur di antara masalah laki-laki.
Dalam waktu singkat mereka bertatapan seperti musuh yang sudah lama tidak bertemu. Seperti banyak dendam yang tidak Isa terselesaikan. Masing-masing tidak ada yang mau mengalah.
Namun bisa terlihat kalau aura Mike sangat kuat. Ia tidak bisa menoleransi tindakan dari Brian tadi.
"oh direktur Mike.… akhirnya kamu pulang, aku kira kamu berencana akan membuat Elaine kesepian seumur hidupnya." kedua tangan Brian ia taruh di kantung nya, dari ucapannya terlihat senyuman niat jahat.
.
__ADS_1
Karena sudah menantang terang-terangan, suasana di sana siap meledak kapan saja. Semua orang yang berkumpul di sana segera mengambil langkah mundur. Bahkan pengurus Mall yang tiba di sana tidak ada yang berani memisahkan. Siapapun dari antara mereka berdua yang di bantu itu pilihan yang salah.
Mereka yang berkerumun malah penasaran, wanita seperti apa sih sampai dua pria tampan di kota mereeka jadi bersitegang, Mike sekilas melirik Eireen, dengan tawa dingin ia berkata pada Brian. " Karena Elaine adalah istriku, meski aku membiarkannya tinggal di rumahku seumur hidupnya, juga bukan urusan orang lain seperti dirimu."
Aura berkuasa yang dimiliki oleh Mike, setiap langkah yang mendekatinya menjadi takut. Mendengar sepatah kata ia berkata "malahan ya direktur Brian, aku tidak menyangka ternyata anda punya minat dalam mendambakan istri orang lain. Kalau saja hal ini tersebar, apa harga diri keluarga Brian tidak terinjak-injak?”
Ekspresi Mike yang tenang dan sorot matanya penuh kebencian, dan ia terus menyerang Brian.
"Aku tidak peduli dengan harga diri." jawaban dari Brian dalam sekejap membuat ia mengepalkan tangannya menahan amarah, akibat serangan dari Mike. Brian masih menahan emosinya untuk tidak menyerang Mike lebih dulu.
"Mike aku kasih tahu ke kamu. Elaine adalah wanita baik-baik. Orang yang tidak tahu cara menghargainya, tidak cocok untuk berada di sisinya." Brian sudah seperti landak yang bersiap melemparkan durinya kepada lawannya. Seperti benda kesayangannya di rebut oleh orang. Matanya menatap tajam pada Mike. tidak ingin mengalah sama sekali.
Eireen dalam hati berkata 'gawat.. tolong Brian tidak usah bicara lagi. tidak usah memancing emosi Mike.' dengan gugup ia melihat ke kiri dan kanan sambil menatap Mike. Ia sangat takut membuat Mike marah.
Suara Mike memang terdengar ringan, akan tetapi ia menggenggam tangan Eireen dengan sangat kuat, sampai Eireen merasa tidak bisa lepas dari genggaman tangan Mike.
Eireen yang tangannya ditarik oleh Mike sampai jalannya tidak stabil dan sempoyongan. Sambil mengikuti Mike ke luar dari tempat itu.Langkah Mike sangat besar, Eireen tidak bisa mengimbangi, Eireen sebenarnya ingin meminta Mike untuk berjalan lebih pelan sedikit, tapi karena merasa aura Mike sedang marah jadi dia diam saja. Sambil tetap mengikuti langkah Mike.
Siapa sangka baru keluar dari Mall. Mike melepaskan genggaman tangannya pada Eireen. ia menghempaskan tangan Eireen dengan kasar, Wajah Mike yang tampan terlihat dingin dan suram, seperti ingin mencabik-cabik Eireen.
Eireen mundur beberapa langkah ke belakang. hati kecilnya merasa situasi sekarang sangatlah gawat. Ia berharap supir segera datang, agar ia bisa dapat kesempatan menjelaskan dengan tenang kepada Mike nanti di mobil. Kalau tidak hidupnya setelah ini tidak akan berjalan baik. Ia benar-benar menderita karena ulah Brian tadi.
__ADS_1
Setelah kedatangan supir, siapa sangka Mike lalu mendorong tubuh Eireen masuk kedalam mobil. Tanpa bilang apapun pada Eireen, ia memerintahkan pada supir " antarkan nona pulang!"
"baik!" ucap supir tanpa berani menjawab lagi. karena aura bos sedang terlihat tidak baik.
Eireen menurunkan kaca mobil, baru saja ingin berkata pada Mike, Mike segera naik mobil lain di sebelah sana lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Eireen tidak mampu menahan diri untuk menghela nafas dalam-dalam. Kali ini ia benar-benar tidak bisa membersihkan namanya.
Ini Elaine benar-benar menyusahkan dirinya. berapa banyak lagi, yang harus Eireen tanggung untuk membuat Elaine adalah wanita baik-baik.
Supir ini sangat penurut, dia langsung membawa Eireen pulang kerumah. Eireen yang awalnya masih ingin jalan- jalan Menikmati pemandang luar siapa sangka sudah berada di rumah Mike. Dalam sekejap mata, ia mulai dilanda kebosanan karean tidak ada aktifitas di rumah itu.
Lagian sebagian besar waktunya dia memang sendiri saja. Nona muda dari keluarga kaya kira-kira hidupnya seperti ini, pikir Eireen. Karena Eireen biasa bekerja ia lalu mulai mencari hal -hal apa yang bisa dia lakukan. ia lalu melihat-lihat internet dan mencari tahu informasi terkini, ia juga mengunduh beberapa permainan dan memainkannya. Eireen lalu bermalas-malasan tanpa dia sadari hari sudah gelap.
"sudah waktunya makan!" ia bangkit berdiri kemudian turun dan makan malam.
Makan malam disiapkan dengan selera Eireen. Walau sedikit berbeda tapi dia masih bisa memakannya. Selesai makan malam Eireen segera ke atas untuk mandi air hangat.
Setelah selesai membuang-buang waktunya hari ini hatinya baru terasa lega. ia segera mengenakan pakaian tidurnya. lalu berdiri di balkon seorang diri, sambil menikmati pemandangan malam hari yang penuh bintang.
Melihat pemandangan indah di depannya, imajinasinya mulai berjalan, tangannya sangat iseng. Ia segera meminta pelayan untuk mengambil kertas gambar, untung saja ada papan gambar yang sudah jadi.
__ADS_1
Langsung saja ia meminta para pelayan meletakkan papan gambar di bawah sinar bulan di balkon. tanpa ada yang dipaksa kan dia mulai melukiskan suasana hatinya pada kertas gambar, semua dia utarakan pada gambarnya. hal- hal yang tidak bisa diucapkan dia menorehkan pada gambarnya.
happy reading all ❤️❤️