Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 66


__ADS_3

Beberapa hari selanjutnya, Eireen mengajak Mike berkeliling negara Jepang.


Dulu hal yang tidak pernah Eireen pikirkan dan berani lakukan. Beberapa hari ini dia membawa Mike dan mencobanya.


Disaat seperti ini Eireen terlihat sangat bersemangat dan membuat Mike menjadi sangat ragu.


Dia merasa Eireen tidak seperti biasanya, tapi dia tidak bisa mengatakan hal tersebut. Eireen seperti melakukan hal yang aneh di matanya.


Tiga hari kemudian hari libur Eireen dan Mike berakhir.


Mike di ruang tamu menggunakan komputer membuka foto-foto mereka selama liburan. Eireen dikamar membereskan koper.


Saat ini ekspresi dirinya menunjukkan rasa tidak rela. Jika bisa dia tidak ingin pulang.


Karena tidak lama setelah dia pulang, dia harus pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Setiap Eireen terpikir dia akan meninggalkan mike dan tidak akan bertemu dengan Mike lagi, hatinya terasa sangat sakit seperti ditusuk ribuan jarum.


Sudut matanya melihat lukisan di samping tempat tidur. Dimana terdapat lukisan minyak dia dan Mike.


Dia dengan sangat hati-hati membawa lukisan tersebut. Dan dengan cinta dia meraba lukisan tersebut. Air matanya pelan-pelan jatuh. Dia merasa tidak rela.


Dan juga di saat ini Mike telah selesai dengan komputernya. Dia kemudian berjalan pelan menuju Eireen.


"Sudah selesai? Apa perlu aku bantu?"


Mike berdiri di sudut pintu dan melihat ke arah Eireen.


Eireen tidak ingin membiarkan Mike melihatnya sedang menangis. Dengan kuat dia mengedipkan mata, dan menarik nafas agar tidak terlihat seperti menangis. Lalu dia menundukkan kepalanya, agar matanya yang merah tidak terlihat oleh Mike. "Tidak usah, aku sudah hampir selesai membereskan barang-barang ini."


Mike tidak merasakan dari nada bicara Eireen kemudian berkata " baiklah, kalau begitu aku tunggu dibawah dan melihat supir apakah sudah datang atau belum."


Dua jam kemudian mereka berdua tiba di bandara dan masuk ke dalam pesawat perjalanan pulang.


Eireen melihat dari jendela. Dia sangat tidak rela melihat negara itu dengan penuh kenangan. Suasana hatinya berubah jadi tidak baik.


Tidak tahu apakah Mike mengetahui perasaan Eireen kemudian dia merangkul Eireen dan berkata "kalau kamu suka kesini, aku janji lain kali akan pergi menemani kamu berlibur."


Eireen menarik pandangannya dan melihat Mike. Dia melihat Mike dengan tatapan serius, walau hatinya sakit. Tapi dia tetap menaikkan sudut bibirnya dan berkata "baik,"

__ADS_1


Beberapa jam kemudian mereka sampai di ibu kota. Di luar bandara, Rena telah menunggu lama.


"Tuan."


Rena dengan senang menyambut tuannya, kemudian dia membawakan koper milik mike.


Dan untuk Eireen barang bawaannya di bawakan oleh sopir.


Sekitar sepuluh menit mereka akhirnya sampai di kediaman Mike.


Mike dan Eireen yang sangat capek dari perjalanan panjang. Mereka mandi dan berisitirahat sambil duduk di tempat tidur untuk istirahat.


Di saat yang sama dalam kediaman Tommy.


Tommy terpikir dengan rencana mereka selanjutnya. Dia bertanya kepada putrinya "Elaine, kapan kamu berencana untuk mengembalikan identitas Eireen?"


"Mungkin setelah dua hari. Tunggu bayi keluar dari rumah sakit. Aku baru bisa fokus pergi kerumah Mike."


Elaine menyipitkan matanya, lalu berekspresi dengan muram.


Segala hal tentang ini Elaine sama sekali tidak tahu.


Dan eireen berapa kali tidak menutupinya perasaannya, membuat Mike sangat tahu ada perbedaan yang mencolok. Dan ketika ditanya Eireen selalu menjawab dengan jawaban seadanya.


Eireen tahu dia tidak bisa begini. Disaat otak dan perasaan tidak sejalan. Makanya menimbulkan kecurigaan, apalagi Mike adalah pria cerdas. Dia pasti merasakan sesuatu yang berbeda.


Dia berencana menggunakan waktunya untuk menggambar desain yang sangat banyak. Hitung-hitung membantu Mike sebelum dia akan meninggalkan Mike.


Dia sangat paham dan tahu dengan karakter kembarannya. Yang kasar dan manja setelah dia pulang pasti tidak akan betah di perusahaan.


Beberapa hari selanjutnya, Mike pulang setiap hari dan melihat Eireen sangat sibuk dengan papan kayunya. Dan disekitar Eireen dipenuhi kertas desain. Karena sudah berkutat dengan desain membuat Eireen jadi lupa diri.


Mike yang melihat h itu agak sedikit kesal karena dia merasa tidak di perhatikan oleh Eireen.


Hari ini ketika Mike pulang kerja, dia lalu menegur Eireen yang masih bekerja, dia lalu berdiri di sampingnya.


"Apakah akhir-akhir ini Perusahaan cabang sangat sibuk?"


Eireen yang mendengar perkataan Mike, pensil yang dia pegang lalu terlepas dari pegangannya kemudian dia menjawab "masih baik-baik saja. Tidak terlalu sibuk."

__ADS_1


Dia kemudian mau mengambil pensil yang jatuh dan akan mencoba menggambar ulang, tetapi tangannya di genggam oleh Mike.


"Kenapa?"


"Apakah kamu tidak merasa setelah kita pulang dari liburan kamu tidak pernah memperdulikan aku lagi." Mike dengan sedikit tidak senang berkata kepada Eireen.


Eireen dengan sedikit tercengang "apakah aku sudah bersikap dingin kepadamu?"


"Menurut kamu?"


Mike melirik eireen dengan dingin. Lalu meletakkan pensil Eireen di atas meja. Tiba-tiba dia sadar apa yang di maksud oleh Mike.


Bibirnya agak tersenyum, rasa sedih karena sebentar lagi akan meninggalkan Mike berkurang banyak. Sekarang di gantikan oleh rasa hangat yang sangat banyak.


"Maaf, iya semua salahku, malam ini aku akan menemanimu." Eireen lalu maju merangkul Mike dengan keinginan dia sendiri.


Mike melirik eireen dengan dingin, lalu kemudiaan karena tindakan Eireen, yang memeluknya. membuat dia lalu tersenyum.


Tentu saja Eireen merasakannya, dia menarik Mike dan berjalan sambil mengobrol santai menuju meja makan.


Setelah makan, Eireen pun mengajak mike berjalan-jalan santai di taman. membuat Mike yang tadi cemberut menjadi penuh senyum.


Keesokan harinya, Eireen menerima panggilan telepon masuk yang tidak lain dan tidak bukan adalah Tommy. dia sangat takut untuk mengangkat panggilan tersebut.


dia kemudian menarik nafas dan berkata "halo, ada apa?"


Terdengar suara Tommy yang tidak bersahabat berkata "kamu datang kerumah sekarang, ada sesuatu yang aku dan Elaine ingin bicarakan. dan juga sekalian ada beberapa hal yang harus kamu urus mengenai ibumu."


Eireen tidak bisa menolak dan berkata "baiklah nanti agak siangan aku akan kesana."


"em, jangan sampai kamu di ikuti oleh orang dari Mike." setelah Tommy mengatakan hal itu, tanpa menunggu jawaban dia lalu mematikan ponselnya.


Eireen menyimpan ponsel, ia melirik Rena yang sedang bersiap-siap untuk mengikutinya ke kantor. dia lalu berkata Rena.


"hari ini kamu tidak perlu ikut aku ke kantor.


nanti siang aku akan mampir kerumah ayahku. nanti ayahku akan menyuruh utusannya untuk menjemput diriku."


Rena mengerutkan keningnya "masalah ini lebih baik anda bicarakan dengan tuan Mike, jangan sampai ada masalah. karena kalau terjadi apa-apa dengan anda, tuan pasti akan menyalahkan diriku pertama kali."

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2