
Eireen yang menggunakan bantalan itu, segera merasa nyeri di lututnya. Dia menjauhkan bantalan itu dari lutut nya, kedua pelayan yang masuk ke dalam kamar leluhur lalu memaksa Eireen duduk di atas bantalan itu. Ternyata bantal itu di isi jarum tembaga, yang membuat Eireen langsung pingsan.
Mike yang baru tiba, melihat dua pelayan yang keluar dari kamar para leluhur dengan terburu-buru. terkejut melihat istrinya pingsan.
"Elaine." Mike mengguncang tubuh Eireen, melihat Eireen matanya terbuka Mike berkata kembali "apa yang terjadi denganmu?"
Dengan panik mike menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar leluhur, sebelum keluar dia melihat sekeliling dan melihat bahwa lututnya ada yang tidak beres. Ada noda darah di rok Eireen. Mike lalu melihat bantalan itu, kemudian dia merobek bantalan itu, terkejutnya mike dalam bantal itu terdapat banyak jarum halus.
"Kamu bertahan ya." Kata Mike penuh kekhawatiran.
Mike dengan langkah cepat membawanya ke dalam rumahnya.
Selama perjalanan tiba-tiba Megan datang penuh kecemasan, "kak Mike?"
Melihat Eireen digendong oleh Mike, panaslah hati Megan. Hatinya sakit seperti ditusuk ribuan jarum.
Tapi Mike bahkan tidak menggubrisnya. Terus saja berlalu menuju ke rumahnya.
Ketika dia masuk pintu rumah segera dia berkata kepada pelayan "pergi dan jemput dokter kesini."
Beberapa pelayan dengan segera memanggil dokter di rumah utama. Semua orang saling memandang, tadi pagi masih baik-baik saja. Kenapa sekarang jadi seperti ini? Mereka melihat nona muda di gendong oleh tuan muda penuh kekhawatiran.
Dokter dengan cepat datang. Dia biasa menangani keadaan darurat Mike. Langkahnya sangat cepat melewati para pelayan yang mengantarnya di depan.
Mike segera menempatkan Eireen di kamar besarnya. Wajahnya terlihat muram.
"Tuan muda."salam dokter kepada Mike ketika masuk kamar, pelayan ikut membantu membawakan peralatan dari dokter itu. Dokter baru saja memeriksa keadaan Carol.
"Tolong periksa dia." Mike mengangguk dengan dingin.
Ketika dokter melihat ke tempat tidur, dia melihat Eireen yang terbaring di ranjang dengan wajah pucat dan kesakitan, lalu matanya tertuju pada lutut Eireen yang ada noda darahnya.
"Ada luka di lututnya."
Eireen hari ini menggunakan rok putih,dan masih ada beberapa jarum tertancap di roknya. Wajah dokter tidak bisa menahan kaget. Di jaman seperti ini dia masih melihat metode beracun seperti ini. Wanita istana jaman dulu sering menggunakan metode ini untuk meracuni seseorang.
Dokter menarik nafas dalam-dalam, lalu berkata "luka yang ditusuk jarum ini sangat sulit di temukan. Aku akan memeriksa wanita muda ini terlebih dahulu."
__ADS_1
Sambil memeriksa dia menekan lutut Eireen dengan ringan. Eireen mengerang menahan sakit.
Dokter mengehela nafas dan berkata " ada beberapa jarum di dalam, aku akan mengeluarkannya sekarang. Jangan biarkan nona muda berjalan untuk sementara ini."
Dokter kemudian meresepkan obat, lalu menyuruh pelayan untuk mengolahnya. Setelah itu dia berkata kepada Mike "ketika obatnya datang nanti, harus diminum sehari tiga kali. Nona muda harus berada di atas ranjang selama beberapa hari kedepan."
Ketika semuanya telah di sampaikan, dia segera pulang dan berpamitan kepada Mike. Mike mengangguk, melihat pelayan sudah membawakan obat dan air hangat, segera Mike menyambutnya, lalu dengan penuh perhatian memberikannya ke eireen.
"Minumlah obatnya dahulu."
Mike mengangkat tubuh Eireen lalu meminumkan pil kepadanya dengan satu tangan, dan meminumkan air hangat.
Eireen sebenarnya sangat tidak suka meminum obat. Tapi sekarang dia harus menelan pil pahit ini.
Mike terbiasa melihat istrinya penuh semangat dan ceria, melihat Eireen sekarang dengan wajah pucat dan kesakitan, membuat Mike menjadi sangat marah.
Ketika dia melihat Eireen sudah tertidur, Mike segera keluar dengan penuh amarah.
"Tuan muda." Kata pengurus rumah yang sudah menunggu di luar dengan hormat. Melihat kedatangan Mike yang terlihat penuh kemarahan.
"Apakah rekaman pengawasan CCTV sudah bisa di lihat?"
Mike duduk di ruang kerjanya, pelayan membawakan laptop di depannya dengan hormat, lalu dengan wajah dingin Mike menonton rekaman itu.
Mike menemukan rekaman Carol yang jatuh ke air, dan mengkonfirmasi beberapa kali, sebelum dan sesudah kejadian.
Sama persis dengan apa yang di katakan oleh Eireen.
Mereka telah salah menuduhnya.
Begitu banyak orang di sana, dan semuanya menyalahkan Eireen. Eireen sangat tidak berdaya saat itu. Mike bergegas melangkah keluar.
Pengurus rumah segera mengikuti nya.
Ada banyak hal yang benar dan salah di rumah besar itu, tapi tuan muda tidak pernah mengurusinya. Baru ini Mike turun tangan langsung.
Dengan segera Mike tiba di rumah utama, terdengar suara Tante Marisa dan Maria sedang asyik ngobrol seperti tidak terjadi sesuatu.
__ADS_1
Hati Mike menjadi lebih dingin dan suram. Pintu di dorong terbuka olehnya. Mereka berdua terpana melihat Mike masuk.
Mata Mike tertuju pada Carol yang sedang bermain dengan anak anjing. Dia terlihat tidak separah tadi.
Kaki Mike melangkah menuju ke arah Carol. Dia duduk di depan Carol.
Lalu dia bertanya pada Carol "Carol, apa benar kakak iparmu yang mendorong mu?"
Carol tertegun dan dia tampak sedikit takut. Butuh beberapa saat baginya lalu dia berkata "iya.. iya.."
"Siapa yang menyuruhmu berbohong?"
Mike dengan penuh amarah bertanya lagi ketika mendengar jawaban Carol.
Mike yang tampan, terlihat menakutkan.membuat Carol menangis histeris. Tante Maria dan Tante Marisa yang mendengar tangisan Carol segera menghampiri.
Seorang memegangi Mike, seorang lagi menenangkan Carol. Mereka lalu memarahi Mike "Mike ada apa denganmu? Dari tadi baik-baik saja. Kenapa kamu tiba-tiba memarahi anak kecil. Jangan memihak Elaine dengan buta."
Kedua wanita itu marah, tapi Mike lebih marah lagi.
"Aku lebih suka memihak Elaine? dia yang paling di rugikan atas kebohongan Carol."
Mike lalu melemparkan USB ke mereka. "Perhatikan baik-baik apa yang sebenarnya terjadi. Elaine berbaik hati ingin menyelamatkannya. Dia tidak bersalah."
Pengurus rumah tangga yang melihat Mike penuh emosi, dengan cepat memutar video rekaman itu dengan laptop yang dia bawa tadi.
Tiba-tiba semua hening.
sambil menenangkan anak itu dalam pelukannya Tante Marisa berkata " Carol masih kecil, dia sangat ketakutan. jadi dia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya."
suarany terdengar lebih kecil karena melihat kemarahan Mike.
Mike lalu pergi dengan dingin. berbalik dan lalu naik ke atas menuju kamar mamanya, untuk sesaat orang-orang yang tadi sedang asyik mengobrol langsung terdiam.
di lantai dua adalah kamar nyonya Martha, Megan yang berada di kamar nyonya Martha, memijat lembut kepala tantenya "setelah kegemparan siang ini, sakit kepala Tante kambuh lagi. jangan terlalu banyak pikir Tante."
"Elaine, bukan hanya satu dua kali berbuat seperti itu, kedua Tante tidak akan menyalahkan kamu." kata nyonya Martha lagi "andai dia baik sepertimu. mungkin aku akan lebih senang."
__ADS_1
happy reading all ❤️❤️❤️