
"Nyonya besar tidak mengatakan apapun nyonya. Nyonya muda sebaiknya pergi sesegera mungkin. Nyonya besar terlihat marah di rumah anda.”
Pelayan tidak tahu apa yang terjadi, jadi dia hanya melakukan apa yang di perintahkan oleh kepala pengurus rumah untuk memanggil Elaine.
"Apa, nyonya Martha marah tanpa alasan?" Tommy mengerutkan kening dan menatap pelayan tersebut.
"Siapa yang tahu, kegilaan apa yang tiba-tiba dilakukan wanita tua itu. Mungkin… Masalah wanita sampah tidak berguna itu."
Mata Elaine menyipit, kemudian dia berkata kembali ”kamu kembali dan beri tahu nyonya besar, bahwa aku punya tamu sekarang. Aku tidak punya waktu untuk pergi menemuinya."
Dia tidak ingin membantu Eireen untuk membersihkan kekacauan ini. Dia berencana untuk menunggu Mike kembali pada malam hari, dan meminta Mike untuk berurusan dengan mertuanya itu.
"Ini…"
Pelayan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia melihat Elaine yang sama sekali tidak bergerak. Kemudian dia akhirnya pergi melapor kepada kepala pengurus rumah.
"Kamu katakan sekali lagi, apa yang barusan dikatakan oleh Elaine?"
Ditaman nyonya Martha yang mendengar kata pelayan tersebut dan bertanya dengan nada tidak percaya.
"Nyonya muda berkata dia sedang menemui tamunya. Dan tidak punya waktu untuk menemui anda sekarang."
"Apakah dia memberontak? Atau karena dukungan Mike jadi dia tidak menganggap aku sebagai mertuanya lagi?"
Kemarahan nyonya Martha meningkat dia lalu berkata kembali ”dimana Elaine? Bawa aku padanya!"
"Elaine!"
Dalam waktu kurang dari tiga menit, nyonya martha telah sampai di taman dengan penuh amarah.
Elaine dan Tommy yang sedang berbincang, merasa kesal karena terganggu oleh kedatangan ibu mertuanya.
"Sudah selesai kalian berbicara?"
Dia menurunkan wajahnya dengan tajam dan memandang ke arah nyonya Martha.
__ADS_1
Wajah Tommy juga terlihat tidak baik, karena dia tahu kedatangan besannya ini tidak dengan niat baik.
"Saya tidak tahu apa yang membuat nyonya Martha sangat tidak menyukai Elaine kami. Atau apa yang Elaine lakukan sehingga memprovokasi dan membuat anda datang ke sini dengan penuh emosi."
Nyonya Martha memandang ayah dan anak ini dengan penuh kebencian yang sama lalu mencibir "apa yang telah dia lakukan? Apakah tuan Tommy juga tidak tahu? Bisa dikatakan keluarga kalian kurang ajar terhadap orang yang lebih tua."
Wajah Tommy menjadi gelap karena kata kata sarkasme yang di lontarkan oleh nyonya Martha.
"Nyonya Martha, aku tidak setuju denganmu. Kamulah yang pertama kali mencari masalah dengan Elaine kami."
Tommy membela Elaine. Dia sangat tahu ketika Eireen di sana, wanita ini sering mempermainkan anak tidak berguna itu.
Sebelumnya dia tidak perduli, karena Eireen bukan putri berharganya.
Tapi Elaine berbeda, dia adalah harta berharga baginya. Bahkan sampai dia tidak bisa mengatakan kata-kata kasar kepada Elaine. Bagaimana dia bisa tahan melihat orang lain mengatai putri kesayangannya.
Nyonya Martha hampir tertawa oleh kata-kata Tommy "aku mencari masalah. Mengapa kamu tidak bertanya, apa yang telah di lakukan oleh putrimu?"
"Apa yang aku lakukan?
"Apa kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan? Siapa yang memberimu hak untuk memindahkan perabotan yang telah aku atur untuk Mike? Bagaimana denganmu? Aku meminta kamu untuk datang dan bertanya, kamu malah banyak alasan. Menantu mana yang sesombong ini sampai ibu mertuanya yang datang menghampiri."
Elaine berpikir bahwa nyonya Martha marah akibat kekacauan yang di tinggalkan oleh Eireen. Sekarang tampaknya masalahnya bukan pada Eireen.
Dia mengangkat dagunya dengan sombong "sebagai menantu keluarga ini, mengapa aku tidak memenuhi syarat untuk mengganti perabotan di rumah ini? Anda semarah ini apakah karena tidak rela dengan uang yang digunakan untuk mengganti perabotan? Atau apakah anda sengaja mencari masalah denganku?"
Nyonya Martha tertegun, dia terkejut akan kekuatan dan dinginnya Elaine.
Elaine yang seperti ini membuatnya merasa sangat akrab dan juga terasa asing. Keraguan muncul dihatinya.
Elaine sebelum pergi menginap kemarin, tidak pernah berani menghadapinya dengan nada kasar dan sombong seperti itu. Paling-paling dia berdebat dengan logika.
Tetapi Elaine yang sekarang mengingatkan dirinya pada masa lalu. Ketika Elaine baru saja menjadi menantu dan masuk kerumah mereka. Pada saat itu Mike belum kembali dari luar negeri.
Memikirkan hal itu, nyonya Martha menyipitkan matanya dan memandang Elaine dari atas ke bawah.
__ADS_1
Elaine secara alami merasakan bahwa nyonya Martha memandangnya. Dia tidak peduli, lalu dia menyilang kan tangannya dan berkata "jika kamu tidak rela dengan uang sedikit itu, aku akan meminta Mike mengeluarkan uang dari akun pribadinya. Aku tidak akan menggunakan uang dari keluarga ini. Bagaimana?"
Nyonya Martha menjawab dengan wajah cemberut "akun pribadi Mike, bukan digunakan untuk hal seperti ini. Apakah kamu pikir uang Mike semua berasal dari angin? Pada awalnya aku berpikir bagaimana bisa mertuaku setuju menikahkan putraku dengan wanita pembawa sial sepertimu. Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa membantu Mike, tapi kamu jangan menyusahkan dirinya."
Wajah Elaine terlihat dingin. Wajah Tommy juga berubah menjadi tidak enak dilihat.
"Wanita tua, siapa maksudmu yang tidak menghasilkan apa-apa?"
Tanpa menunggu Tommy untuk menyerang, Elaine menyipitkan matanya dengan berbahaya.
Nyonya Martha takut dengan kekuatannya sejenak. Lalu dia menaikkan tengkuknya dan berkata "aku bilang kamu, memangnya kenapa? Dan siapa yang kamu panggil dengan wanita tua? Di mana sopan santunmu?"
Elaine mencemooh "sopan santun itu untuk semua orang. Kedua, aku ingin mengklarifikasi bahwa itu tidak ada hubungannya denganku. Perlu kamu ketahui, keluarga ini mempunyai seorang wanita yang jahat dan kejam seperti dirimu, bagaimana bisa ada masa depan yang baik. Atau jangan-jangan kamu tidak tahu hal apa yang telah kamu lakukan? Apakah kamu ingin aku memberitahu Mike apa yang kamu masukkan ke dalam supku saat kita pertama kali bertemu di depan seluruh keluarga?"
Nyonya Martha tertegun. Dia menatap Elaine dengan penuh ketakutan ”kamu.. kamu tahu?"
Elaine menyeringai,"aku bukan hanya tahu, bahkan aku punya barang buktinya. Apakah kamu ingin aku memberikan kepada kakek sekarang? Kita lihat apa yang akan terjadi."
Nyonya Martha sangat ketakutan dengan hawa jahat yang dibawa oleh Elaine. Dia menanggapi dengan penuh amarah. " Berani kamu?”
"Mengapa aku tidak berani?'
Elaine dengan nada dingin dan mengejek
"Sebenarnya aku tidak ingin mempermasalahkan hal ini. Namun kamu pula yang datang kemari mencari gara-gara. Kenapa? Kamu kira aku lembut seperti dulu dan kamu bisa memperlakukan aku dengan sesuka hatimu?"
"......."
Nyonya Martha seketika marah, dan tidak mampu mengeluarkan satu kata pun. Matanya memandang penuh amarah kepada Elaine.
Elaine tidak berhenti sampai disitu. Dia berkata kembali dan dengan pandangan angkuh "wanita tua, jika hari ini kamu tidak meminta maaf padaku. Maka masalah hari ini tidak akan selesai,"
Nyonya Martha merasa sangat ingin meledak. Dasar wanita penggoda ini ingin aku meminta maaf.
"Kamu!kamu…"
__ADS_1
happy reading all ❤️❤️❤️