Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 67


__ADS_3

Eireen meliriknya dengan tatapan dalam. Dia tidak mengatakan apapun lalu berbalik dan meninggalkan Rena.


Dijalan, Eireen mengirimkan pesan singkat kepada Mike untuk memberitahukan kepergiannya kerumah Tommy.


"Aku kembali ke rumah ayah sebentar. Ada urusan."


Setelah mengirimkan pesan, ia menerima balasan cepat dari Mike "perhatikan keselamatan, jika terjadi sesuatu segera hubungi aku. Nanti malam aku akan datang untuk menjemput kamu."


Eireen menerima pesan itu yang penuh perhatian dari mike, dengan wajah penuh senyum dia menatap layar ponsel.


Setelah sepuluh menit dia akhirnya tiba di kediaman Tommy.


Begitu Eireen turun dia merasakan bahwa penjagaan di rumah ini semakin ketat dari biasanya.


"Nona Eireen sebelah sini."


Pelayan mengiringi Eireen naik ke lantai atas.mereka berhenti tepat di depan pintu yang tidak terkunci.


"Pa kamu hati-hati. Tulang bayi masih belum kuat."


"Tenang saja aku lebih hebat mengurus anak daripada kami. Jangan lupa kamu itu siapa yang besarkan kalau bukan ayah. Sayang, apa yang kakek katakan benar tidak?"


Tommy menggendong bayi itu dengan sangat hati-hati. Dia mengayunkan tangannya dengan penuh kasih.


Elaine duduk bersandar di ranjang mengenakan pakaian hangat. Wajahnya terlihat sangat keibuan.


"Heh.."


Eireen melirik pemandangan ini dengan wajah yang dingin dan sinis.


Pelayan mengetuk pintu "nona besar, Tuan besar, nona Eireen telah tiba."


”masuk."


Tommy dan Elaine langsung menyimpan senyuman mereka.


Mereka melihat Eireen dengan tatapan datar, lalu memberi isyarat kepada pelayan untuk membawa bayi itu keluar.


Eireen hanya sempat melihat bayi itu sekilas. Bahkan wajah bayi itu saja tidak sempat terlihat olehnya.


Dia melihat Elaine yang begitu dingin. Teringat Mike yang selalu menganggap dirinya sebagai "Elaine" tidak kuasa merasa kesal menggantikan Mike.


"Jadi ini alasan kamu meninggalkan keluarga Mike? Siapa ayah dari anak itu?"


Elaine mengkerut kan alisnya, ia tidak suka dengan nasa bicara Eireen yang terdengar seperti menginterogasi dirinya.


"Masalah ini kamu tidak punya hak untuk bertanya."

__ADS_1


"Heh, meskipun aku tidak punya hak untuk tahu, apakah kamu pikir hal ini bisa ditutupi dari Mike? cepat atau lambat dia pasti akan mengetahuinya."


Eireen menarik nafas dalam, menatap Elaine dengan tatapan mengejek.


Tommy yang mendengar hal itu, lalu membentak Eireen dengan nada tidak senang." Eireen, siapa yang meminjamkan nyali kepadamu, sehingga kamu berani berbicara kepada Elaine seperti itu.”


Setelah mengatakan hal itu, ia melotot kepada Eireen dengan kejam dia berkata "ada hal yang tidak perlu kamu tanya, maka jangan tanya. Atau jangan salahkan aku karena tidak mengingatkan dirimu. Semakin banyak kamu tahu, maka kamu akan berakhir tragis seperti ibumu."


Eireen tersentak dan berkata kepada Tommy dengan penuh amarah "kamu berani!"


”jika kamu berani merusak rencana Elaine, kamu lihat saja apakah aku berani atau tidak." Tommy berkata dengan dingin.


Eireen menahan amarahnya dengan penuh kekesalan dia mengepal kedua tangannya.


Dadanya naik turun tidak beraturan. Beberapa kali dia menarik nafas panjang baru berhasil memenangkan dirinya "oke, aku tidak peduli. Ada urusan apa kamu menyuruhku kemari hari ini?"


"Seminggu lagi sudah waktunya kamu dan Elaine bertukar kembali. Ketika itu kamu harus memberitahu kepada keluarga besar Mike, dua hari sebelumnya kamu akan menginap di rumahku. Untuk memberitahu kepada Elaine apa saja yang kamu lakukan selama satu tahun menggantikan dirinya. Lalu aku akan menyuruh orang untuk mengantarmu pergi ke luar negeri."


Tommy mengatakan semua rencana nya kepada Eireen.


Eireen terlihat begitu tenang, membuat Tommy dan Elaine yang melihatnya bingung.


Meskipun selama ini Eireen menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik, tapi Tommy dan Elaine sangat mengetahui nya.


Mereka tidak tahu kalau Eireen sudah menyiapkan mentalnya untuk menerima semua ini setelah kembali dari jalan-jalan keluar negeri.


"Aku sudah menghubungi pihak rumah sakit spesialis otak di luar negeri untuk ibumu. Setelah masalah disini sudah selesai kamu bisa berangkat bersama ibumu."


Tatapan Tommy tiba-tiba menjadi dingin lalu dia berkata kembali "ingat setelah kamu dan ibumu pergi dari negara ini. Selamanya jangan pernah kembali. Atau jangan salahkan aku jika aku akan berbuat di luar perkiraan kalian."


Eireen merasakan auranya yang sangat kejam dan dingin.


Ayahnya ini sungguh ayah yang 'baik', demi melindungi putrinya yang satu lagi. Dia tega menghancurkan putrinya yang lain.


"Tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan."


Eireen menatap Tommy dengan pandangan mencibir.


Begitu dia berkata, ponselnya berdering, Mike sudah menelponnya.


"Aku sudah pulang kerja. Apakah kamu masih dirumah ayahmu?"


Eireen melirik sekilas ke arah Tommy dan Elaine lalu dia menjawab "Hem."


"Tunggu sepuluh menit, aku akan tiba di sana untuk menjemput dirimu."


Setelah mengatakan nya Mike lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


Eireen menyimpan ponselnya. Menatap sepasang ayah dan anak itu dengan dingin."Mike akan datang kemari untuk menjemputku. Jika tidak ada urusan lain, aku akan kebawah."


Tidak lama Mike menjemput Eireen di kediaman Tommy.


Dijalan, Eireen menatap Mike dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh rasa bersalah dan perasaan tidak tega.


"Kenapa terus menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku?"


Mike sama sekali tidak menyadari emosi di mata Eireen, ia bertanya sambil melirik sekilas ke arah Eireen.


"Tidak ada apa-apa, cuma aku merasa kalau kamu sangat tampan malam ini."


..,.


Beberapa hari berikutnya, entah karena sudah ingin pergi atau bawaan dari kehamilannya, Eireen semakin lama semakin menempel kepada Mike.


Asalkan Mike sudah pulang kerja dia akan menempel seperti ekor di belakang mike.


Dan beberapa hari ini Eireen lebih berani dan agresif. Mike merasa sangat suka tapi disisi lain dia tidak berdaya menolak dan juga merasa heran.


Beberapa hari ini Eireen sangat aneh tidak seperti biasanya. Mike merasa ada yang tidak beres. Namun ia juga tidak bisa menemukan apa yang salah.


Dua hari berlalu lagi, waktu yang tersisa untuk bersama dengan Mike hanya sisa dua hari lagi. Hatinya semakin sedih dan berat.


Dia tidak rela meninggalkan Mike, meninggalkan kelembutannya, bahkan dia tidak bisa mengucapkan selamat tinggal. Karena sejak awal Mike menganggap dirinya sebagai Elaine. Dia tidak pernah mengetahui keberadaan dirinya.


Mengingat ini membuat Eireen tertawa. Ia tertawa dengan perasaan perih. Air mata mengalir melalui sudut matanya.


Tepat di saat itu ponselnya berdering. Panggilan masuk itu dari Tommy. Eireen segera menghapus air matanya.


"Ibumu sudah di pindahkan ke luar negeri. Dua hari terakhir setelah kamu mengurus pihak keluarga Mike, langsung kembali sendiri. Jangan membuat orang lain curiga."


Tujuan Tommy menelponnya bukan hanya untuk mengabari tentang ibunya, tetapi untuk mengingatkan dirinya sekali lagi.


Eireen tahu dengan jelas dan berkata "aku tahu dua hari lagi aku akan pergi."


Setelah mengatakannya dia mematikan ponsel dengan dingin. Suasana hatinya sedang kacau sekali.


Dia meletakkan ponsel melihat kamar yang penuh kenangan antara dia dan Mike. Hatinya terasa seperti tersumbat sesuatu. Terasa sangat sesak di dada.


Eireen tidak ingin tetap tinggal di kamar. Dia lalu pergi ke ruang penyimpanan anggur. Dia bersembunyi disana sambil menangis.


Rena yang berdiri tidak jauh dari sana melihat gelagat dari Eireen yang tidak biasa.


Meskipun Rena merasa aneh, namun ia tidak mau mencampuri urusan Eireen.


happy reading all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2