
Eireen kemudian menarik nafas panjang. Dan dengan segenap kekuatannya dia menjawab "kamu tenang saja, aku akan pergi dalam waktu setengah bulan lagi. Selama kamu tetap menepati janjimu, akan membiarkan aku dan ibuku pergi jauh dan jangan lupa biaya pengobatan ibuku serta apa yang kamu dan ayahmu janjikan kepadaku."
"Pasti. kamu tenang saja aku akan menepatinya." Mata Elaine meredup menjawab perkataan Eireen. "Dan nikmati waktu setengah bulan terakhirmu."
Elaine kemudian menutup teleponnya.
Eireen memegang ponselnya lama, dan tidak bisa menenangkan pikirannya. Air mata tiba-tiba mengalir sendiri dari sudut matanya.
Hatinya sakit, Seolah ditusuk dengan pisau tajam dan nafasnya terasa sesak.
Eireen pernah berpikir hanya ingin mengambil uang dan menyembuhkan ibunya. Dia tidak akan peduli tentang apapun. Tetapi setelah kerja dan hidup bersama Mike, selama hampir satu tahun ini, hatinya tidak bisa ia kendalikan. Ia sudah jatuh cinta kepada Mike.
Apa yang harus dilakukan? Eireen sebenarnya tidak ingin pergi, tetapi keadaan mengharuskan dia harus pergi.
Karena hal ini, sepanjang hari suasana hati Eireen sangat buruk. Dia tidak semangat melakukan apapun.
Di malam hari, ketika Mike pulang dari perusahaan, dia secara alami menemukan kelainan pada Eireen. Selama makan malam, Mike berpura pura bertanya dengan santai "siapa yang membuatmu menjadi tidak senang?"
Eireen memindahkan makanan dan Mencoba menutupi perasaannya "tidak.. tidak ada yang menyinggungku sama sekali!"
Mike mengangkat alisnya "benarkah begitu?"
Eireen meremas tangannya sendiri agar air mata tidak mengalir.
Setelah beberapa saat dia lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum kepada Mike "ngomong-ngomong apakah kamu punya rencana malam ini?"
"Ada apa?kamu mau berbagi pengalaman denganku?" Mike tidak berpikir yang lain, dia berkata dan menatap Eireen dengan tatapan menggoda.
Eireen berusaha bersikap biasa dan mengangguk "baiklah, ada hal yang ingin aku diskusikan kepadamu."
Mike berkata sambil tetap menatap Eireen "yah..mungkin kamu harus menunggu sebentar, karena ada beberapa dokumen yang harus ditangani segera."
Eireen mengangguk "tidak masalah.aku bisa menunggu di ruang kerja. Dan mendiskusikannya setelah kamu selesai."
Malam itu, Eireen menemani Mike bekerja di ruang kerjanya.
Eireen memegang dagunya sambil menatap Mike yang sedang bekerja.
Mike yang merasa di tatap terus menerus, tidak bisa mengabaikan mata Eireen yang menatapnya menyala-nyala "mengapa kamu terus menatapku?"
__ADS_1
Eireen mengedipkan matanya, menekan suasana kacau di dalam hatinya, tersenyum dan berkata "karena kamu terlihat sangat tampan. Apakah aku mempengaruhi pekerjaan mu?"
"Tidak." Mike menjawab dengan santai.
"Kalau tidak ya sudah, silahkan lanjutkan pekerjaanmu. Aku akan menunggumu di sini.” Eireen tahu bahwa sikapnya tadi tidak normal. Setelah itu dia mengambil majalah yang ada di meja. Lalu pura-pura membacanya.
Mike yang melihat hal itu, hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya, lalu dia fokus bekerja dan tidak bertanya lagi.
Ruang kerja kembali menjadi tenang.
Eireen tidak bisa menahan diri untuk melihat ke atas melalui majalah yang dia pegang ketika mendengar bunyi pena di atas kertas.
Dibawah cahaya lampu putih yang menyala. Mike mengenakan pakaian rumah. Wajahnya terlihat sangat sempurna, tidak sedingin biasanya. Ujung mulutnya yang lembut dengan sedikit senyum menggoda.
Eireen menatapnya dengan kasih sayang, menggambar wajah Mike dihatinya. Seolah-olah dia ingin mengukir wajah Mike selamanya di dalam hatinya.
Eireen berpikir bahwa semua ini dia lakukan diam-diam, tetapi Eireen tidak tahu bahwa Mike sebenarnya juga menyadari dan melihat gerakan kecilnya sejak lama. Pada saat yang sama, Mike juga merasa bingung.
Mike tidak tahu mengapa kalau malam ini Eireen sangat lengket kepadanya. Mike memperhatikan Eireen sekilas, lalu kembali memperhatikan dokumen di meja kerja. Tidak lama kemudian, Mike sudah selesai memproses dokumennya.
Mike melihat Eireen tertidur di sofa, dengan majalah menutupi wajahnya.
Mike lalu berjalan ke arah Eireen dengan langkah pelan dan dengan lembut mengambil majalah dari wajah Eireen.
Pada saat ini wajah Eireen yang sedang tertidur pulas terlihat seperti bayi, muncul di mata Mike.
Pipi agak merah dan bibir halus sedikit terbuka. Ini seperti mengundang orang untuk menciumnya.
Mata Mike menjadi gelap dan menelan ludah tanpa sadar. Cara dia yang selalu bisa mengontrol diri selalu dipuji sebagai atasan, tetapi melihat pemandangan ini, penguasaan dirinya luntur dan sangat rentan.
Tidak tahu, apakah pandangan mata Mike yang terlalu panas sehingga Eireen terbangun dari tidurnya.
Eireen memandang pria di depannya dan kemudian berkata "kamu sudah selesai?"
"Ya.. aku sudah selesai. Ayo kita kembali ke kamar dan beristirahat."
__ADS_1
Mike mengulurkan tangannya dengan suara serak dia menarik tangan Eireen dari sofa.
Eireen dengan patuh membiarkan Mike menuntunnya menuju kamar tidur.
Di kamar tidur, ketika Mike hendak berganti pakaian dan membersihkan dirinya, dia mendapati Eireen tengah menatapnya dari tempat tidur dan mengintipnya seperti tatapan tadi di ruang kerja.
Mike mengerutkan keningnya dan seketika berbalik dan menggenggam tangan Eireen.
Eireen jadi takut dan bingung. Dia menatap Mike dan berpura pura bertanya "ada apa?"
Mike memandangnya dengan rasa ingin tahu "kamu sangat aneh malam ini."
Eireen jelas kaget. Eireen menunduk dan berpura-pura tenang "apa yang aneh dengan diriku?"
Eireen merasa tidak tenang dan nyaman lalu berkata lagi "kamu cepat mandi sana. Aku masih menunggu kamu untuk membahasa desain dengan dirimu."
Mike menatapnya dalam-dalam, dan akhirnya pergi ke kamar mandi tanpa berkata apa-apa lagi.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah berada di tempat tidur.
Untuk menutupi ketidak normalan Eireen, dia mengeluarkan catatan kerjanya yang biasa dan meminta saran kepada Mike.
Mike pura-pura tidak melihat keanehan Eireen. Dan mengobrol seperti biasa. Suaranya terdengar dalam dan menenangkan.
Eireen fokus mendengar tetapi pikirannya tidak berada di sana. Eireen menatap wajah tampan Mike dengan bingung, tetapi emosi di matanya tidak bisa berbohong.
"Ada apa denganmu?"
Mike sekali lagi menemukan bahwa pikiran Eireen Sedang ada yang mengganggunya. Jadi dia berhenti bicara dan menatap langsung wajah Eireen.
Eireen tiba-tiba menatap mata Mike "apa masalahnya?” hatinya sangat kosong, dan pandangan matanya melayang. Tetapi tidak berani menatap Mike.
Mike tersenyum dan meletakkan buku catatan di tangannya, meluruskan badan Eireen dan memintanya menatap langsung padanya "jangan mencoba membodohi aku, kamu sangat aneh malam ini. Kamu dari tadi mengintipku, dan ketika aku berbicara kamu sangat tidak fokus. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.”
happy reading all ❤️❤️❤️
semoga suka.❤️❤️❤️
jangan lupa like, komen dan favorit.❤️❤️❤️
__ADS_1