
Nyonya Martha menyindir seseorang, tanpa menyebutkan nama kakek sangat tahu siapa yang dimaksud. Terlebih lagi sejak awal dia sudah tahu nyonya Martha sangat membenci Elaine.
Pria tua itu berbalik ke arah Eireen dan menatap dengan ramah lalu berkata "apa yang kamu suka makan Elaine? Pesanlah dan makan sesukamu."
Hanya kalimat ini, beberapa pasang mata lalu melirik ke arah Eireen. Baru saja nyonya Martha menyindir Eireen, kakek sudah mendukung dia lagi.
Hati Eireen menghangat mendapat perlakuan baik dari kakek "kakek, Elaine bisa makan semuanya. Tidak apa-apa." Melihat Eireen sangat tahu diri, semakin kakek menyayanginya.
Kakek tidak mengatakan apa-apa lagi, tapi tangannya menepuk punggung tangan Eireen. Ada semacam perasaan hangat dan menghibur.
Megan yang melihat perhatian kakek lalu berkata seolah-olah dia murah hati " ya kak Elaine. Jika ada yang ingin di makan pesan saja."
"Tidak usah." Jawab Eireen dengan ringan.
Megan hanya berpura-pura, dia sebenarnya tidak ingin Eireen datang tapi entah kenapa Mike malah membawanya.
Eireen tidak pesan makanan. Megan juga merasa senang. Dalam sekejap mata dia mulai berbicara tentang hal-hal menarik.
Megan sangat pintar bicara, Tante Martha berada di antara Megan sesekali tersenyum dan tertawa kecil.
Makanan akhirnya disajikan,Megan lalu berinisiatif mengambilkan sup dan sayuran untuk semua orang. Dia terlihat sangat sibuk.
"Kakek, ini menu kesukaan kakek.”
"Masakan disini sangat enak. Tante perlu minum sup ini lebih banyak."
__ADS_1
" Paman, Megan sudah memesan ini khusus untuk paman."
"Kak Mike, kamu sudah lama tidak memakan daging angsa kan. Rasanya kali ini lebih enak."
Megan sangat pandai mengambil hati semua orang. Dengan wajah yang cantik dan tangan terampil dia terlihat tahu selera semua orang.
Suasana di rumah makan hanya terdengar suara Megan saja. Seperti dia adalah tuan rumahnya. Eireen tetap duduk diam di tempat dan mengabaikan Megan.
Di tengah makan malam berlangsung nyonya Martha tiba-tiba bersuara "Mike kamu baru saja membangun perusahaan baru. Sudah sampai dimana perkembangannya?"
Hampir semua orang memandang Mike saat nyonya martha bertanya.
Mike lalu menjawab pertanyaan mamanya " sudah sampai tahap akhir. Tinggal rekrut personel inti saja."
Nyonya Martha berpikir keras lalu berusaha mengambil kesempatan ini "Nah, kenapa tidak membiarkan Megan masuk ke dalam perusahaan mu untuk membantumu. Dia juga belajar manajemen bisnis dan dia tahu caranya mendesain. Dia bisa masuk menjadi asisten atau desainer. Lagian kalian juga sudah tumbuh bersama dari kecil."
Nyonya Martha sambil berkata seperti itu, lalu melirik eireen. Eireen yang di tatap lalu tertegun dan sempat berhenti makan. Dia dan Mike ribut besar beberapa hari ini kan karena masalah ini. Bahkan asisten rumah tangga juga mengetahuinya.
Walaupun Mike tidak berharap mamanya tau tentang masalahnya dengan eireen. Dia juga sempat tertegun menanggapi kata dari mamanya, tanpa sadar dia menatap wajah Eireen yang duduk di sebelahnya.
Melihatnya seperti ini, Mike mengeryitkan alisnya dan berpikir hati-hati. Megan dengan penuh harapan, matanya berkedip pada Mike.
Melihat situasi ini nyonya Martha segera menyenggol tangan suaminya, ayah Mike yang merasa istrinya perlu dukungan lalu berkata " Megan juga anak yang pintar dan tahu diri. Jika dia bergabung di perusahaan kamu bisa bersantai tanpa perlu memikirkan banyak beban."
Ayah dan mamanya sangat kompak untuk mendukung Megan. Membuat Megan menjadi sangat senang.
__ADS_1
Namun Mike tetap diam. Dia sedikit cemas, tangannya mengepal di atas meja.
Dipikiran Megan selama dia berhasil masuk ke dalam perusahaan, maka dia dan Mike akan sering bertemu. Mungkin lama-lama akan tumbuh cinta. Dan kalau sudah begitu pastinya Elaine tidak ada artinya.
Setelah beberapa saat Mike mengangguk"oke! Tapi apakah bisa bertahan lebih lama tergantung dari kinerjanya."
"Kak mike, saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu kakak. Tidak akan membuat sesuatu yang membahayakan perusaan." Melihat mike setuju, Megan merasa sangat senang. Dia juga dengan sengaja melirik ke arah Eireen.
Kakek meraih tangan Eireen lalu berkata pada Mike "Mike karena Perusahaan baru kekurangan orang, biarkan Elaine pergi bantu kamu. Saya dengar dari pengurus rumah tangg Elaine sangat berbakat dalam desain. Kebetulan sejalan dengan Perusahaan mu. Daripada dia menganggur dirumah. Lebih baik biarkan dia masuk dan berlatih."
Begitu kakek selesai, nyonya martha lalu menjawab "jangan, ayah. Bagaimana dia bisa membantu perusahaan? Dia hanya akan mengacaukan kerja Mike. Ayah jika masuk dua orang sekaligus, mungkin orang lain akan mengatakan bahwa perusahaan kita hanya menunjuk keluarga saja."
"Saya mau lihat siapa yang berani. Siapa yang berani berbicara yang tidak-tidak mengenai perusahan keluarga saya." Dengan penuh amarah kakek mendengar perkataan dari menantunya.
Didalam ruangan, suasana yang tadi ceria kembali tegang. Nyonya martha tidak berani berbicara maupun menatap kakek, dia hanya menatap tajam ke arah Eireen.
Megan yang semula senang ketika mendengar bahwa kakek ingin Elaine juga masuk ke dalam perusahaan lalu berhenti berbicara dan menatap Mike dengan gugup. Mike menolak Elaine masuk ke perusahaan, Megan sangat tahu itu. Tapi jika kakek yang menekan Mike, dia tidak yakin. Dalam hatinya dia sangat marah kenapa kakek sangat memperhatikan Elaine.
Suasana di ruangan itu terasa kaku, baru Mike ingin membuka suara, dia terganggu dengan bunyi ponsel Eireen. Ponsel Eireen ada di atas meja dan Mike melihat siapa nama yang menelpon adalah "Edward Tan"
Wajah Mike tiba-tiba menjadi suram.
"Maaf aku keluar sebentar untuk menjawab telepon." Setelah itu Eireen keluar dan mengangkat telepon.
happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1
mohon like, vote dan komen❤️❤️