
Dengan kata-kata megan, semua yang tadinya sedang mengobrol mulai membubarkan diri. Hanya Eireen yang masih berdiri di tempat semula.
"Direktur pelaksana bolehkah saya bertanya dimana meja saya?" Eireen bertanya dengan memandang Megan.
Megan yang mendengar kata-kata itu lalu mempunyai ide jahat, "kamu akan bekerja di sana, tempat lain sudah dipenuhi orang. Aku akan menyesuaikan kamu ketika ada tempat kosong."
Eireen mendengar jawaban Megan dan melihat tempat yang ditunjuk oleh Megan. Melihat tempat itu, terlihat seperti ruang yang sangat sempit hanya untuk meja dan kursi, ketika duduk di dalam akan terlihat sangat sempit. Belum lagi cahaya penerang tidak terlalu bagus. Untuk seorang desainer cahaya sangat diperlukan. Jika tidak akan sangat mudah membuat kesalahan saat mendesain.
Melihat ini, Eireen lalu menyipitkan matanya. Dia tahu semua ini Megan sengaja ingin menyulitkannya. Tetapi dia tidak ingin berdebat di hari pertama bekerja.
Sedang berpikir dia lalu menuju ke ruang yang di tunjuk oleh Megan. Tanpa penerangan yang cukup toh dia juga bisa membawa lampu sendiri besok dari rumah.
Megan memandang Eireen yang melangkah dengan diam, dia lalu berpikir kenapa Elaine tidak seperti biasa yang sangat mudah meledak amarahnya. Dia sempat berpikir bahwa emosi Eireen kali ini akan membuat keonaran dan akan segera melawannya.
Tetapi tidak terpikir wanita di depannya bisa menerima dan diam saja.
Bagaimanapun Megan tetap bertekad menjadi bos di perusahan ini dan ini adalah kesempatan terbaiknya untuk menghukum wanita penggoda ini.
Awalnya dia ingin membuat keonaran, dan ketika Elaine meledak amarahnya, dia bisa langsung mengusir Elaine dari perusahaan pada hari pertama bekerja. Sayang sekali semua diluar ekspektasi nya.
Eireen tidak melihat dan memperdulikan Megan lagi. Ketika dia masuk ruangan segera di membereskan barang-barang bawaannya dan membersihkan tempat itu.
Meskipun tempat ini tidak terlalu bagus, tapi menurut Eireen sudah cukup baginya. Karena dia tidak harus pergi ke perusahaan setiap hari.
Pekerjaan sebagai desainer relatif bebas. Jam kerjanya tidak mengharuskan dia di kantor setiap hari.
Jadi dia juga tidak perlu melihat wajah Megan setiap hari. Memikirkan hal ini membuat Eireen moodnya semakin membaik.
Tepat saat dia mulai memperbaiki moodnya, Megan masuk ke dalam ruangannya.
"Elaine, kamu sekarang pergi ke pasar kain, satu desain yang sedang di buat oleh Anne membutuhkan kain brokat. Sebelumnya kita dan pemasok kain sudah berkomunikasi dengan baik. Tetapi kain tidak kunjung datang. Kamu coba pergi ke sana dan mengecek ada kendala apa sehingga kain belum juga di kirim. Sekalian juga jika kainnya sudah ada, bisa kamu bawa sekalian."
Mendengar kata-kata itu Eireen langsung membantahnya "direktur pelaksana, bukankah ini seharusnya tugas dari asisten Anne?"
Dalam situasi sekarang harusnya Megan mencari asistennya bukan malah dirinya. Lagi pula dia kerja disini sebagai desainer dan bukan asisten.
__ADS_1
Megan jelas mendengar kata-katanya lalu dengan tersenyum dia berkata "aku jelas tahu bahwa ini pekerjaan seorang asisten, karena ini lagi kekurangan asisten makanya aku mencarimu."
Eireen tidak percaya dengan apa yang dikatakan megan, lalu dia melihat kalau para asisten sudah pada datang.
Dan juga Perusahaan ini juga baru di bentuk, sesibuk apapun sangat aneh jika tidak memiliki asisten.
Sedang berpikir dia baru akan berkata lagi tapi langsung dibantah oleh megan.
"Elaine aku tidak ingin dengar bantahan dari kamu."
Sedang berkata ia lalu mendekatkan dirinya di telinga Eireen "ingatlah status kamu dan diriku. Disini aku adalah direktur dan kamu hanya pegawai. Lagi pula kamu hannya pekerja baru. Tidak memiliki kualifikasi seperti Anne dan juga tidak memiliki latar belakang yang jelas Seperi Derrick, kenapa kamu layak jadi desainer disini?"
Selesai berkata dia dengan bangga dan mengangkat alisnya "sudah aku jelaskan ke kamu. Di perusahaan ini aku yang berkuasa. Jika kamu tidak ingin di perintah lebih baik kamu kembali kerumah dan duduk diam sebagai nyonya muda."
Setelah mendengar kata-kata Megan, Eireen tidak bisa menahan amarahnya. Ingin sekali dia pergi menemui Mike dan mengadu tentang apa yang di Perbuat oleh Megan.
Tetapi ia segera menekan dorongan hatinya. Ia tidak ingin orang-orang akan mengetahui hubungannya dengan Mike. Dan dia juga tidak ingin terus-menerus bergantung pada Mike. Bukankah hanya pekerjaan sambilan? Aku bisa melakukannya.
"Megan ku harap kamu tidak akan menyes dengan perbuatan mu hari ini. Mana berikan aku alamatnya?"
Eireen melihat alamatnya dengan malas. Tidak mempedulikan ocehan Megan dia lalu mengambil tasnya dan segera pergi meninggalkan Megan ke pasar kain.
Megan melihat kepergian Eireen, ia lalu tersenyum. Kemudian Anne datang kepadanya dan bertanya "Megan kenapa kamu tidak cocok dengan desainer baru itu? Apakah kalian saling kenal?"
Anne dan Megan bisa dibilang teman yang baik. Dia juga sangat tahu tentang Megan. Ketika melihat perdebatan Megan dan Eireen, lalu rasa penasarannya muncul dan bertanya kepada Megan.
Dan kali ini Anne masuk kedalam Perusahaan dengan bantuan Megan. Megan banyak sekali membantunya. Jadi jika Megan mempunyai musuh maka itu akan menjadi musuh dia juga.
"Desainer seperti apa dia. Hanya karena beruntung menjadi kesayangan presiden."
Mendengar kata-kata itu, Megan berkata "tidak bisa dibilang tidak di kenal,. Tetapi ada sedikit masalah."
Anne mendengar kata-kata itu langsung mengerti apa maksudnya berkata dengan tersenyum "karena dia membuatmu tidak senang, aku akan memberinya pelajaran."
Mendengar kata-kata itu, Megan hanya menatapnya dan bahkan tidak menolaknya. Setidaknya ada orang yang akan jadi senjata nya. Walaupun Mike tahu kalau Eireen disakiti, dia tidak akan di persalahkan,tetapi dia sudah mempunyai kambing hitam.
__ADS_1
…..,,.,
Eireen tidak tahu, bahwa Megan sengaja menyulitkan dirinya. Ia langsung pergi ke pasar untuk mencari pemasok kain dan mengetahui alasan keterlambatan pengiriman kain tersebut. Lalu dia membawa kain tersebut ke perusahaan.
"Anne ini kain yang kamu butuhkan."
Dia meletakkan kain itu di meja Anne, kemudian berencana untuk pergi tapi di halangi oleh Anne.
"Tunggu sebentar Elaine."
Hanya melihat dia mengambil setumpuk sketsa desain dari meja dan menyerahkannya. "Kamu coba uraikan desain ini menjadi sebuah laporan. Aku membutuhkan nya sore ini."
Selesai berkata dia tidak peduli apakah Eireen setuju atau tidak, ia menyerahkan naskah desain ke Eireen dan langsung sibuk pada pekerjaan nya.
Eireen melihat desain-desain itu, dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi dia akhirnya tidak jadi berkata apapun.
Kelihatannya Megan pasti berbicara sesuatu tentang dirinya, jika tidak mana mungkin tugas asisten, Anne malah menyuruhnya mengerjakan.
Tidak ada cara lain, dia hanya bisa mengambil desain-desain itu kembali ke mejanya dan berkerja keras. Karena laporan ini harus cepat selesai, dia jadi tidak sempat makan siang.
"Anne laporannya sudah selesai." Dia akhirnya selesai membuat laporan, lalu segera menyerahkan kepada Anne, baru dia akan beranjak untuk makan siang. Anne memanggil nya lagi "tunggu sebentar akan aku koreksi."
"Tolong cepatlah periksa, aku belum makan siang."
Mendengar kata-kata itu Anne sengaja memperlambat melihat laporan nya, lalu berkata "yah tidak ada masalah dengan laporannya,"
Ketika mendengar Eireen merasa lega.
"Bolehkah aku pergi sekarang?"
"Tunggu masih ada yang harus kamu lakukan."
Sedang berkata dia lalu mengambil kain yang di kasih oleh Eireen sebelumnya.dan berkata dengan tidak puas."tekstur kainnya tidak sesuai dengan yang aku pesan kemarin. Tolong kamu kembalikan ke pemasoknya untuk mengganti kain yang lebih lembut lagi."
"Tetapi aku masih belum makan." Eireen ingin menyuruh orang lain saja. Dikarenakan dia sudah tidak punya tenaga. Tapi Anne segera meletakkan kain itu di pelukan Eireen dan berkata lagi "cepat pergi dan cepat kembali. Karena nanti harus mengirim ke kantor pusat untuk di periksa oleh presiden."
__ADS_1
Eireen mendengar kata-kata itu lalu segera pergi membawa kain itu. Saat dia menuju lift, dia tidak akan menyangka akan bertemu dengan Mike dalam situasi seperti ini.