
"Aku akan bekerja keras." Dia berkata kepada Mike dengan sangat sungguh-sungguh.
Melihat wajah Eireen yang penuh semangat dan kesungguhan Mike mengangguk dan berkata "baiklah, kalau begitu kamu istirahat saja dulu."
Mike langsung pergi begitu saja ke ruang kerjanya. Dia dan Mike sudah bersama lumayan lama. Jadi mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Kontrak ada di atas meja, Eireen melihatnya kembali dengan sangat teliti.
Setelah dia lihat tidak ada masalah segera dia mengirim pesan teks kepada ayahnya. "Atas nama Elaine. Sudah menandatangani kontrak saham sebesar tiga puluh lima persen dengan Mike."
Mendapat kabar itu, Tommy tampak dalam suasana hati yang sangat baik. "Baiklah, maka kamu lanjutkan peran terbaikmu. Sisanya aku akan memberi tahu nanti."
Eireen menulis lagi "bagaimana keadaan mamaku sekarang? Aku ingin melihatnya."
Cukup lama tidak ada balasan lalu terdapat pesan masuk "aku akan mengaturnya."
Eireen dengan ponsel di tangan dan berbaring di tempat tidur. Sudah seharusnya aku mengakhiri kebosanan berada di rumah ini setiap hari.
Eireen memejamkan matanya, sambil membayangkan pekerjaan nya di masa depan nanti. Dia mulai tertidur.
Baru tertidur beberapa saat, dia terbangun karena kedinginan. Dia mulai menaikkan suhu AC agar tidak terlalu dingin. Tenggorokannya juga sedikit kering. Jadi dia turun ke dapur untuk mengambil air. Ketika melewati ruang kerja Mike, dia mendengar sebuah suara.
Eireen yang penasaran segera mendorong pintu. Dan melihat Mike dengan wajah yang sangat pucat sedang mencari-cari sesuatu di dalam lemari. Mike sambil memegang perutnya sambil tangannya mencari-cari barang.
"Apa yang terjadi denganmu?"
Ketika Eireen mendekat dengan segera Mike, bersandar pada tubuh Eireen. Dia bersandar sambil tetap memegang perutnya "apakah kamu sakit mag?” Eireen bertanya dengan wajah kuatir.
Mike mengangguk tanpa ekspresi.
Eireen buru-buru mengangkat tubuh Mike ke atas sofa. Kemudian dia turun untuk mengambil obat mag dalam kotak obat. Serta mengambil air hangat untuk di minum oleh Mike.
Karena menahan sakit, Mike berkeringat hingga basah kuyup.
__ADS_1
Eireen segera membuka obat, dan meminumkannya ke Mike. Tidak lupa dia membawa baju kaos bersih dan membawa handuk kecil untuk melap keringatnya.
Eireen mengusap perut Mike dengan sangat lembut. Dia bertanya " bagaimana apa sudah lebih baik?"
Suaranya sangat lembut sehingga membuat Mike merasa tenang.
Setelah beberapa saat, Mike berkata "aku baik-baik saja, kamu istirahat lah."
Suaranya terdengar serak. Tetapi kondisinya jauh lebih baik dari tadi.
Eireen mengangguk lalu berkata "jangan terlalu kerja keras. Jangan terlalu sibuk setiap malam. Jangan lupa makan dan jaga selalu kondisi tubuh."
Eireen terlihat sangat serius dan tidak ingin di bantah. Mike lalu mengangguk "iya, saya tahu."
Setelah mendengar jawaban dari Mike, segera Eireen masuk ke kamar. Tidak lama kemudian Eireen mendengar pintu kamar terbuka. Dia sedikit terkejut Mike masuk ke kamar mereka.
Mike biasanya tidur di kamar tamu, tapi hari ini dia kembali ke kamar mereka, Eireen juga tidak mungkin bertanya karena kamar itu kan memang kamar Mike.
Mike juga masuk dengan sangat santai, dia segera masuk ke dalam kamar mandi. Bunyi air menetes di kamar mandi, membuat Eireen tidak bisa tidur.
Mike yang melihat Eireen masih terjaga lalu bertanya "apakah kamu ada menggambar desain akhir-akhir ini?"
Eireen mengangguk "ada. Jika tidak, aku akan tidak ada kerjaan di rumah."
"Jika kamu ada waktu, jangan lupa untuk menunjukkan gambarmu." Kata Mike lagi.
"Baik." Jawab Eireen dengan penuh sayang.
Ketika rambutnya telah mengering, Mike segera naik ke atas ranjang. Eireen yang sedang duduk pun segera merebahkan tubuhnya. Mike mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur. Mereka lalu berdua tidur sambil berpelukan.
Mike tidur sambil memeluknya dari belakang. Eireen merasa nyaman dan larut dalam mimpi indah.
__ADS_1
Keesokan paginya. Eireen bangun, mendapati dia terbangun sendiri di kasur. Dia meraba samping tempat tidur tapi terasa sudah dingin. Sepertinya Mike sudah bangun dari pagi-pagi sekali.
Eireen bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah jendela sambil membuka tirai, matahari menyilaukan matanya pada pagi ini.
Eireen segera menuju kamar mandi, dia segera mencuci wajahnya dan menyikat giginya. Ketika sedang di kamar mandi, ia mendengarkan pintu kamarnya ada yang mengetuk.
Segera ia mengakhiri ritualnya di kamar mandi.lalu ia bertanya "siapa?"
"Ini saya nona muda, nyonya besar meminta anda setelah sarapan, agar segera menemuinya." Kata pelayan itu dengan sopan.
"Apakah ada sesuatu di rumah utama?" Eireen bertanya dengan hati-hati.
Sebenarnya dia sangat malas menemui mertuanya. Apalagi insiden yang baru-baru ini terjadi. Ada apa gerangan mertuanya mengundangnya kerumah utama. Dan itu pasti selalu bukan hal yang baik. Eireen sangat malas untuk berurusan dengan hal-hal sepele seperti itu.
”katanya hari ini, Tante ke tiga akan datang dari luar kota. Semua orang akan berkumpul dan makan di sana." Pelayan menjawab dari balik pintu.
"Oh begitu. Baiklah aku akan ke sana nanti." Kata eireen.
Yang disebut Tante ketiga adalah tante Marisa. Tante Marisa berbeda delapan tahun dari Mike. Dia menikah dengan seorang kaya dari luar kota. Dia memiliki seorang putri yang berusia lima tahun.
Namun dalam ingatan Eireen, Tante dan Elaine pernah bertemu sesekali, dan mereka tidak akur. Itu karena putri Tante Marisa sedang bermain dan merusak barang Elaine. Elaine lalu memarahi putri tantenya itu. Tantenya tidak terima lalu mereka sejak saat itu tidak pernah akur.
Tante Marisa juga bukanlah seorang wanita yang alim juga.
Meskipun Eireen tidak tahu tentang situasi terakhir. Dia menganggap sebagai satu orang lagi yang akan menyusahkan dirinya. Dia mau tidak mau harus pergi.
Pada saat Eireen tiba di rumah utama, semua orang sudah berkumpul. Carrol putri tantenya itu terlihat sedang bermain boneka Barbie di halaman rumah. dia duduk bersama Tante Maria dan Tante Marisa, ibunya.
Eireen yang melihat pemandangan itu hanya bisa menarik nafas. merasa bahwa bahaya sedang mendekat. dia dengan enggan memenangkan dirinya dan menyapa ibu mertuanya "Ma."
nyonya Martha yang melihat nya lalu mengabaikannya seolah-olah dia tidak ada. Eireen juga dengan sopan menyapa tantenya " Tante Maria, tante Marisa."
__ADS_1
Tante Marisa mengangguk tanda sebagai tanggapannya. Tante Maria melirik lalu berbicara dengan Megan. Megan mengangguk dan segera menarik tangan Eireen." Elaine ayo kemari bergabung. jika ada yang ingin kamu makan, bilang saja." suara Megan terdengar sangat akrab, seolah-olah mereka adalah saudari perempuan yang sangat akur dan dekat.
happy reading all ❤️❤️❤️