
Berbeda dengan kediaman Mike yang terlihat sepi. Di rumah utama penuh dengan kesibukan, para pelayan berlalu lalang menghidangkan makan malam kepada keluarga besar. Terlihat di meja makan ada nyonya Martha, paman, Megan dan juga Mike.
Megan mengambil kan Mike beberapa lauk dan sayur dan menaruhnya di piring depan Mike. "Kak Mike cobalah ini. Ini adalah menu andalan kok baru kita.. dan ini juga kak, sayuran tanpa MSG yang sangat sehat."
Megan berbicara sendiri, dan segera menumpuk makanan di piring depan Mike. Tante Martha yang melihat hal itu tidak mengatakan apapun, karena dia merasa itu hal yang sudah biasa di lakukan.
Namun Mike tidak menyentuh makanan yang di hidangkan oleh Megan sama sekali, dia makan sedikit lalu berkata " ada perlu apa mama memanggilku kemari?"
Suasana di meja makan yang semula harmonis seketika menjadi kaku, karena perkataan dari Mike. Nyonya Martha dengan segera menghentikan makannya, wajahnya di penuhi dengan amarah. Dia meraih ponselnya lalu melemparkannya ke arah Mike "lihat sendiri, kelakuan istrimu yang baik itu."
Mike memperhatikan gambar di ponsel tersebut. Dari hasil pengambilan gambar terlihat seolah-olah Eireen sedang memeluk seorang pria di di sebuah kafe terbuka. Alisnya berkerut, lalu dia berkata "darimana dapat gambar seperti ini?"
Mike yang sangat mengetahui, bahwa mamanya belakang ini tidak pernah pergi keluar rumah, matanya masih di penuhi oleh keraguan.
Dengan segera Megan berkata "kak Mike jangan marah, ini sebenarnya aku yang mengambil gambarnya kak tanpa sengaja waktu belanja sore tadi. Dua orang itu terlihat sangat mesra, jadi…. Aku dengan segera mengambil gambarnya.. aku tidak menduga kak, kalau dia berani melakukan hal itu."
Ketika mendengar perkataan Megan, Mike makin merasa gambar tersebut membuatnya merasa marah. Mata yang dingin berubah menjadi gelap. Tangan di satu sisi mulai mengepal. Ada nafas dingin di seluruh tubuhnya. Mike seolah-olah seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Megan dalam hati sangat gembira, lalu dia mencoba menenangkan Mike ”kak Mike jangan menganggap serius, ini mungkin kesalahpahaman, Elaine dulu memang tipe wanita yang suka bermain gila, tapi sejak kepulangan kak Mike dia sepertinya sudah berubah banyak."
Mike tetap tidak mengatakan apa-apa.
Nyonya martha mendengus nafas lalu berkata " Elaine itu wanita yang tidak stabil. Kamu kembali kerumah beberapa hari ini, dia bisa berdiam diri dirumah sudah sangat bagus. Lebih baik kamu awasi sendiri saja wanita itu. Mama tidak akan ikut campur. Seperti yang bisa kau lihat, kelakuan dia membuat marah orang."
Makanan yang sangat enak, karena membahas masalah Elaine menjadi tidak enak. Nyonya Martha menjadi sangat tidak senang. Semua yang di meja makan menjadi tidak berselera, setelah ada gangguan seperti ini.
"Ma, kalian makan saja, saya masih ada kesibukan. Saya mau kembali dulu." Mike lalu berdiri dan meninggalkan meja makan.
"Apa yang kamu lakukan, kamu dari tadi belum makan apapun." Nyonya Martha sedikit berteriak ke arah Mike. Tetapi karena menjaga sikapnya sebagai nyonya di rumah itu, ia tidak bergerak untuk mengejar Mike,
"Kak Mike, kamu pergi setelah makan ya."kata Megan. Melihat Mike tidak menanggapi ucapannya, segera Megan menyusul Mike. Dia mencoba mengejar Mike.
__ADS_1
Tapi Mike mengabaikannya, dengan segera dia mengganti sepatunya dan membuka pintu. Gerakannya sangat cekatan.
Melihat Mike yang benar-benar sudah pergi, Megan kembali ke meja makan.
"Ayo makan." Nyonya Martha berbicara. Dan semua orang mulai makan, tetapi mereka makan dengan tidak berselera karena kepergian Mike.
……..
Di kediaman Mike, makanan sudah tersaji di atas meja. Tidak terlalu banyak menu. Ada tiga macam lauk dan sayur serta sop. Dibawah cahaya yang redup, Eireen duduk sendiri di meja makan, menghadapi begitu banyak hidangannya untuk dirinya sendiri. Terkesan sangat kesepian.
Beberapa pelayan di sampingnya, menunggu perintah kalau-kalau mereka di suruh untuk melakukan apa.
Tiba-tiba angin dingin berhembus dari luar, dan perasaan dingin segera datang. Eireen segera menggigil sedikit, dan merasa ada seorang pria duduk di depannya.
Begitu dia mendongak, dia melihat Mike sedang menatapnya dalam-dalam dengan wajah dingin.
Eireen terkejut, bukannya dia pergi kerumah utama? Mengapa kembali begitu cepat?
Eireen meletakkan alat makannya dan berkata "apa kau sudah makan? Apakah mau ku minta pelayan untuk menyiapkan alat makan untukmu?"
Sebelum selesai bicara, dia lalu di interupsi oleh Mike "apa yang kamu lakukan pada siang hari ini?"
Eireen agak bingung dengan pertanyaan mendadak seperti itu. Kenapa Mike malah tiba-tiba bertanya kemana dia pergi dan apa yang dia lakukan pada siang hari ini.
Hati Eireen tidak enak lalu berkata "aku pergi ke kedai teh bersama kakek." Dia merasa hal itu tidak perlu disembunyikan.
"Apa lagi?" Nada bicara Mike seperti menginterogasi tersangka.
Eireen mengerutkan kening dan menjawab santai "aku pergi berjalan-jalan sendiri, dan kemudian aku kembali…. Mengapa kamu melihatku seperti itu?"
"Lihat sendiri, apa ini?" Mike lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjuk seorang pria dan wanita yang terlihat mesra." Jangan bilang kamu tidak kenal,"
__ADS_1
Eireen menatap ponsel dan berkata "dari mana kau mendapatkan foto ini?"
Tentu saja dia tau adegan tersebut dimana Edward mengikutinya setelah percakapan selesai. Dia sampai berpikir siapa yang begitu tidak ada kerjaan, sambil mengambil foto seperti itu. Apalagi foto itu di kirim ke Mike.
Melihatnya seperti ini, Mike mencibir Eireen dan merasa dia telah menangkap basah seorang pencuri.
"Kenapa kamu tidak menyangkalnya? Bukannya sudah ku peringatkan terakhir kalinya?"
Mata tajamnya melihat Eireen seperti ingin mencabiknya.
"Mike kamu sepertinya salah paham.ini tidak seperti yang terlihat di gambar, aku juga baru pertama kali bertemu dengan pria ini." Eireen berdiri dengan cepat untuk menghentikan mike. Wajahnya terlihat serius dan matanya tulus.
Mike berhenti dan berbalik menatapnya" baru pertama kali bertemu sudah semesta ini." Ada ketidak percayaan dalam mata Mike.
Eireen dengan tergesa-gesa lalu menjelaskan kepada Mike "orang ini adalah tuan Edward Tan, yang tampaknya tahu dari Megan kalau aku bisa mendesain. Dia ingin mengajak saya untuk bekerja sama menjadi partner di perusahaannya. Juga mengatakan kalau saya akan menjadi pemegang saham dan sebagai konsultan desain."
Suasana terasa sangat dingin dan kaku "aku benar-benar mengatakan hal yang sebenarnya." Eireen menambahkan.
Eireen memandang Mike dengan sangat gugup. Pelayan yang ada diruangan itu mulai mundur satu persatu.
Wajah Mike seketika melembut "tuan Edward ingin menarikmu keperusahaan? Berapa banyak saham yang dia tawarkan?"
"Empat puluh delapan persen." Eireen menyapu bibirnya dan menatap Mike penuh semangat.
”kamu menerima tawaran itu?"Mike bertanya dengan penuh amarah.
Eireen lalu berkata "tidak, aku belum menjanjikan apapun kepadanya."
"Kenapa tidak, empat puluh delapan persen dari saham. Hanya dengan menjadi seorang desainer saja, tidak ada hal lain yang perlu dipersiapkan."
Mike lalu maju selangkah dan menggenggam dagu Eireen. Karena terlalu dekatnya mereka bisa merasakan deru nafas satu persatu.
__ADS_1
Dari nada bicara Mike terdengar sedikit menyindir dan mengejek. Eireen tidak tau harus berkata apa. Ditambah lagi Tommy masih sering menghubunginya perihal saham tersebut. Eireen sangat kepikiran.
happy reading all