Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 60


__ADS_3

Di kota yang sama, dan di saat yang sama di sebuah rumah sakit ternama, rumah sakit milik Tommy, rombongan mobil mewah masuk ke area parkir rumah sakit tersebut.


Seorang pria masuk ke dalam ruangan VIP. Pria dengan wajah tampan dan tegap masuk dengan gagahnya. Dia adalah Bruno, kekasih gelap elaine sekaligus ayah dari anak yang telah di lahirkan oleh Elaine.


Elaine selama di luar negeri menjalin hubungan dengan pria kaya raya tapi juga mempunyai bisnis gelap, walaupun pria itu tidak sekaya Mike. Tapi Elaine sangat berani dalam mendekati para pria kaya sehingga hamil dan melahirkan anak pria tersebut.


Elaine sebenarnya sudah pulang ke ibu kota sebelum dia melahirkan. Tetapi Tommy masih menyembunyikan dirinya karena sedang hamil besar.


Pria tersebut masuk dan di belakangnya ada pada pengawal yang terlatih satu persatu berjalan di belakang nya. Membuat semua orang yang berada di rumah sakit, tidak ada yang berani menatap mereka.


"Tuan Bruno."


Tommy dengan tergesa-gesa berdiri di sampingnya. Ini adalah pria kedua yang membuatnya sangat gugup selain Mike.


Bruno menatap Tommy dengan dingin.


"Dimana anakku?"


"Bayi itu ada di inkubator karena lahir dengan keadaan prematur." Tommy menjawab pertanyaan Bruno dengan keringat bercucuran. Seolah dia terpikir hal lain lalu berkata kembali "anda tenang saja tuan, anak anda tidak dalam bahaya."


Pria itu mengerutkan keningnya "bawa aku kesana."


"Ta.. tapi Elaine sedang menunggumu.. apakah kamu tidak mau melihat Elaine dahulu?"


Kata-kata Tommy belum selesai di keluarkan. Tapi dia terdiam ketika di tatap dingin oleh Bruno. "Tuan Bruno silakan ikut saya."


Beberapa menit kemudian rombongan Bruno tiba di depan ruang bayi.


Karena ada kelainan pada bayi tersebut, dia terpaksa tinggal di ruang sterilisator suhu sendiri. Ditemani oleh dua perawat dan seorang dokter spesialis anak.


Bruno memandang di inkubator melalui jendela kunjungan. Dan rasa dingin di wajahnya sedikit melunak." Bagaimana kondisi anakku?"


Dokter spesialis yang melihat tatapan mata Tommy lalu menjawab dengan hormat "anak anda dalam kondisi stabil. Dan dapat dipindahkan dari ruangan ini setelah tinggal selama satu bulan penuh."


"Jaga dia baik-baik." Bruno mengambil kembali pandangannya. Kalimatnya terdengar sederhana, tapi penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Itu pasti tuan.anak ini bukan hanya anak anda tuan, tapi di darahnya juga mengalir darah keluarga kami. Cucu saya." Tommy mempunyai makna tersirat dari kata-kata yang dia ucapkan.


Bruno menatapnya lagi dalam-dalam, dan terlihat cahaya redup dari matanya "bawa aku menemui Elaine."


Di bangsal, Elaine duduk di tempat tidur dan mendongakkan kepalanya melihat siapa yang masuk. Sampai dia melihat sosok yang sangat dikenalnya, senyumnya mengembang di wajahnya "kamu sudah tiba."


"Yah.. bagaimana keadaanmu?"


Bruno menatap wajah pucat Elaine dan sedikit mengernyit.


"Lumayan." Elaine tidak menjelaskan krisis yang dia lalui selama masa kelahiran. Sebaliknya dia malah menyalahkan dirinya sendiri. "Maaf aku tidak merawat bayi kita dengan baik."


"Ini.."


Begitu Tommy ingin mengucapkan sesuatu, dia menerima sebuah ekspresi dan isyarat mata dari Elaine.


"Itu memang salahmu seharusnya kamu minta maaf baik-baik kepada tuan Bruno. Aku akan keluar sebentar mengurus sesuatu."


Setelah itu Tommy lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.


"Katakan padaku, ada apa?"


Elaine berkata dengan jujur kepada Bruno " aku sedang berjalan dan fokus memikirkan sesuatu. Dan aku tergelincir karena tidak hati-hati."


"Apakah ada yang lebih penting daripada menjaga anakku?" Ada ketidakpuasan di mata Bruno mendengar jawaban dari Elaine.


"Baru-baru ini, Yansen ditekan terus oleh keluarga Mike. Ada banyak orang dalam kelompok kita yang sudah tidak mendengar kata-kata ku lagi. Takutnya ini akan mempengaruhi rencanamu untuk menghancurkan keluarga Mike."


Elaine mengatakannya dengan rasa bersalah yang sangat dalam.


Bruno hanya bisa terdiam. Untuk waktu yang lama akhirnya dia berkata "aku akan mengirim orang lain untuk menangani urusan Yansen. Selama waktu ini, kamu hanya harus beristirahat dan merawat anak kita dengan baik."


"Aku mengerti." Elaine tidak bisa dan berani berkomentar lebih banyak. Kemudian dia bertanya "kali ini kamu tinggal di dalam negeri untuk berapa lama lagi?"


Bruno mengangkat tangannya dan melirik arlojinya "aku akan pergi satu jam lagi."

__ADS_1


Begitu kata ini selesai terucap, wajah Elaine tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dan rasa kehilangan nya.


Bruno memandangnya dengan tenang dan melanjutkan "kali ini aku khusus datang ke kota ini untuk melihatmu dan bayi kita."


Elaine tertegun, dan terlihat senyum puas di wajahnya "kalau kamu kembali nanti harus lebih waspada ya."


Dengan cara ini Bruno lalu datang dan pergi dengan tenang.


..,...


Setengah bulan kemudian Elaine sudah hampir pulih di rumah sakit. Ketika dia berencana untuk meninggalkan rumah sakit dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Eireen.


"Eireen ini aku Elaine, aku akan memberikan kamu waktu Setengah bulan lagi untuk bersiap-siap. Dan dalam waktu setengah bulan ini, aku akan kesana dan menukar indentitas kita kembali."


Eireen kebingungan, setelah itu ponselnya terjatuh ke lantai..


"Halo Eireen, apa kamu dengar apa yang aku katakan barusan?"


Elaine mengerutkan keningnya dan menatap ponselnya dengan tidak puas.


Eireen jelas bingung, dia mencoba menekan emosi yang melonjak didalam hatinya dan dengan tangan gemetar penuh marah dia berkata " aku dengar, kenapa jadi lebih cepat, bukannya masih ada waktu satu bulan lagi."


Mata Elaine menyala dengan penuh amarah " itu bukan suatu hal yang wajib kamu tanyakan. Ingat setengah bulan lagi kamu harus bersiap-siap untuk menukar kembali identitas kita dengan jujur. Jangan mengambil apa yang bukan hak mu."


Eireen bernafas pelan. Pada saat ini wajah Mike terlintas di benaknya. Serta kebersamaan yang mereka lalui selama ini. Hatinya terasa sangat sakit.


Elaine menunggu di seberang telepon. Dia mulai kesal karena Eireen sangat lama menjawabnya. Ada dugaan dalam hatinya "Eireen apa kamu sedang berpura-pura disana? Apa lama-lama kamu mulai jatuh cinta dengan suamiku dan jadi enggan pergi?"


Hati Eireen bergetar, mendengar kata-kata dari saudari kembarnya. Memang benar dia telah jatuh cinta kepada Mike. Dia jadi enggan pergi meninggalkan Mike.


"Eireen aku sarankan kamu tahu diri ya. atau kamu sudah tidak menginginkan ibumu lagi?"


Mata Elaine menyipit dan terlihat berbahaya. dia tidak akan membiarkan Eireen menggagalkan rencananya untuk menjatuhkan keluarga Mike, dan menguasai hartanya.


Eireen tiba-tiba menjadi tenang. bagaimana mungkin dia meninggalkan ibunya demi dirinya sendiri. walaupun Mike tidak bersama dia, tapi bayinya bersama dirinya.

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2