Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 81


__ADS_3

Elaine tersenyum sambil menggelengkan kepalanya memasuki ruang rapat, lalu duduk di kursi yang kosong.


Saat dia mengatakan hal itu para pemegang saham saling berpandangan dan terlihat terkejut.


"Direktur utama, apa maksud dari perkataan nyonya muda?"


"Apa yang dia katakan, kalau dia adalah pemegang saham terbesar? Apakah direktur utama mengganti orang?"


Kakek dan David berwajah muram.


David berteriak marah dengan tidak puas. "Elaine, apakah kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?"


"Ayah jangan berbicara terlalu keras. Itu akan membuatku ketakutan."


Elaine berbicara dengan nada pura-pura takut. Akan tetapi wajahnya tidak berekspresi takut, malah dia terlihat licik dan penuh kebanggaan.


"Kakek, bukanlah posisi ketua ini di duduki oleh pemegang saham terbesar?aku memiliki empat puluh persen yang kamu jual kepadaku. Ditambah sepuluh persen yang Mike berikan kepadaku. Totalnya lima puluh persen saham, telah jauh lebih besar dari saham yang semua kalian miliki. Bukankah seharusnya yang menjadi direktur utama adalah diriku?"


Kemarahan terpancar dari wajah David. "Bagaimana mungkin, kami sama sekali tidak pernah menjual saham."


Selesai berkata, sepintas pikiran muncul di pikiran David. Membuatnya menatap Elaine dengan wajah tidak percaya "jadi itu kamu. Kamu yang merencanakan hal ini sejak awal,"


Elaine mengangkat alisnya dan tidak menyangkal. Dia bersandar di kursi lalu berkata "karena ayah sudah mengetahuinya, maka marilah kita membicarakan mengenai posisi kepala direktur. Apakah kakek seharusnya memberikannya kepadaku?"


Kakek menatap Elaine dengan wajah mendalam dan bertanya "mengapa?"


Elaine sangat tahu apa yang ingin di bicarakan oleh kakek, kemudian dia mengira bahwa kakek adalah orang yang sudah tidak berguna lagi, jadi dia tersenyum dengan licik. "Melihat kakek lumayan baik padaku sebelumnya. Aku akan membiarkan mu mengerti."


Membicarakan ini dia lalu menegakkan badannya.


"Awalnya aku berjanji untuk menikah dengan Mike tujuanku adalah perusahaan Lee group. Perusahaan ini telah lama menjadi perusahaan sangat besar dan berkuasa di ibukota. Sudah tiba waktunya untuk mengganti orang, dan aku mengambil Perusahaan Lee untuk membantu mengurangi dosa kalian. Atau kakek sudah lupa dengan dosa yang telah kamu lakukan dua puluh tahun lalu?"


Mata kakek terbuka lebar, dia memandang Elaine dengan tidak percaya "bagaimana mungkin kamu mengenal mereka?"


Elaine tersenyum. "Ini juga berkat kakek. Kalau bukan karena kamu sangat menginginkan aku menjadi cucu menantumu. Bagaimana mungkin aku punya kesempatan bertemu dengannya. Tunggu setelah aku menikah dengannya. Aku pasti akan meminta kakek melihat pernikahan kami."


Wajah kakek tiba-tiba menjadi sangat buruk. Lalu dia berteriak. "Elaine kamu telah membohongi ku!”

__ADS_1


Terlihat jelas, Elaine yang selama ini di kira sebagai penolong adalah penghianat keluarga dan juga menghianati Mike. Terutama dia memberikan benda penting seperti saham karena sangat percaya dengan tipu daya wanita ini. Kakek menjadi sangat marah. Dadanya berdebar kencang, dan nafasnya terengah-engah.


"Apa salahnya kalau berbohong pada kalian. Kalian keluarga Lee sangat bodoh. Bahkan tidak dapat mengenali siapa menantu kalian sebenarnya. Kalian pantas masuk perangkap." Elaine menyindir dengan nada dingin.


Kakek sangat emosi, dia memegang dadanya karena mengetahui kenyataan sebenarnya.


"Ayah bagaimana dirimu?"


David merasakan keanehan pada ayahnya. Dia maju dan berusaha menenangkan ayahnya.


"Minggir."


Kakek berusaha mendorong David. Memandang Elaine dengan mata memerah. Dari tatapan nya terlihat dia ingin mengetahui sebenarnya dengan jelas. "Apa maksud perkataan mu tadi. Siapa yang dimaksud bukan menantu sebenarnya?"


Elaine melihat kakek, berpenampilan ingin mengetahui semua secara jelas. Dia menyipitkan matanya dan tersenyum. "Karena kakek ingin mengetahuinya. Maka aku akan memberitahumu. Orang yang tinggal dirumah sejak awal, bukanlah diriku. Aku menyewa seorang dan membohongi kalian sekeluarga."


Kakek memandang wajah Elaine, seketika pandangan nya berputar dan dia jatuh pingsan.


"Ayah! Ayah! Hubungi ambulans!"


David mengangkat ayahnya dan wajahnya penuh kepanikan.


Lima belas menit kemudian, ambulans datang. David mengikuti staf medis dan mengantar ayahnya ke rumah sakit. Ruang rapat yang tadinya kacau mulai kembali tenang.


Para direktur saling berpandangan.


"Direktur Handi, apa yang harus kita lakukan sekarang? Menunda rapat atau menunggu Presdir Mike kembali?"


"Rapat hari ini sampai disini. Kita menunggu sampai direktur utama bangun dan melihat bagaimana mereka mengatur masalah perusahaan."


Direktur Handi sebagai wakil direktur utama mengambil inisiatif untuk mengatur dan memutuskan beberapa hal.


"Oke kalau begitu sampai disini hari ini."


Para direktur bersiap-siap untuk pergi.


Elaine menyipitkan matanya yang berbahaya. ”semuanya, apakah kalian melupakan sesuatu?"

__ADS_1


Para direktur kembali tersadar ada orang lain lagi selain mereka.


"Apakah nona Elaine masih ada urusan?"


Direktur Handi terlihat agak kesal. Karena Elaine telah menyebabkan kakek masuk rumah sakit. Ekspresi nya terlihat dingin.


Elaine memandangnya dengan tatapan yang tidak dapat ditebak. Dan matanya beralih ke arah direktur lain. "Meskipun direktur utama dirawat, tapi dia kan bukan lagi pemegang saham terbesar di perusahaan. Masalah Perusahaan sudah tidak perlu mendapat persetujuan dari keluarga Lee lagi."


Ketika Elaine berkata seperti ini, para direktur lain saling berpandangan.


”Perkataan nona Elaine tidak salah. Sekarang nona adalah pemegang saham terbesar di perusahaan. Secara alami akan naik jabatan jadi ketua direktur yang baru. Lagipula direktur utama sedang sakit dan juga tidak dapat mengurus masalah perusahan. Kita tidak boleh ragu dalam masalah ini. Dan menyebabkan kerugian pada kepentingan yang."


Seorang direktur kecil menggoyang pikiran para direktur lain.


"Direktur Handi bagaimana kalau kita duduk dan mendengar apa yang akan dikatakan nona Elaine?"


"Direktur utama jatuh sakit, dan presiden direktur Mike belum di bebaskan. Aku khawatir keluarga Lee sudah tidak mampu menangani masalah Perusahaan."


Direktur kecil mulai lagi berkata-kata, sehingga para direktur di ruangan kembali ragu.


Direktur Handi berwajah dingin melihat ke sekeliling ruangan rapat kemudian berkata "semuanya, apakah kalian lupa bagaimana direktur utama masuk rumah sakit?"


Dia bertanya dan matanya menatap dingin ke arah Elaine, "nona Elaine menggunakan cara tercela seperti ini. Apakah kamu tidak takut di tolak oleh orang lain?"


Elaine tersenyum. "Tolak apaan? Berbisnis sama seperti dengan berperang. Yang menang menjadi raja. Siapa yang peduli dengan cara apa yang digunakan. Selama dapat menghasilkan uang dan keuntungan. Siapa yang akan menolak uang? Bagaimana menurut kalian?"


"Apa yang dikatakan nona Elaine benar. Siapa yang akan menolak uang?"


Kembali direktur kecil berkata sehingga para direktur lain berada di pihaknya.


Wajah direktur Handi menjadi suram.


Elaine juga tidak peduli dan kembali berkata "kalau direktur Handi tidak ingin bergabung denganku tidak apa. Aku bisa membeli saham dari tanganmu dengan harga pasaran. Jadi direktur tidak perlu takut dibicarakan orang lain."


"Enak saja, meskipun kamu berikan kepada orang lain pun aku tidak akan menjualnya."


Direktur Handi pergi meninggalkan ruang rapat. Dia mengikuti kakek sejak dia muda. Sekarang dia bisa memiliki semuanya seperti sekarang ini semua karena kakek.jadi dia tidak berpikir untuk menghianati ya.

__ADS_1


Happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2