
Setelah keluar dari rumah, Eireen agak canggung. Sejak kecil dari sekarang, Eireen tidak pernah jalan berdua bersama seorang pria.
Mereka berdua saling bertatapan tidak tahu mau pergi kemana.Akhirnya Mike bilang "Naik dulu saja kemobil."
Sesuai dugaan belum lama menyetir, Mike segera bertanya "Kita nanti mau melakukan apa? Cepat kamu putuskan kita mau kemana?" Mike melontarkan pertanyaan pada Eireen.
"aku juga tidak tahu, baiknya kita pergi kemana." ucap Eireen dengan pasrah.
Mike yang mendengar jawaban Eireen agak kaget "sebelum aku kembali bukannya kehidupan malam mu sangat sibuk?"
Eireen tersedak dan tidak tahu harus menjawab apa dari pertanyaan Mike itu. Yang sibuk kemana-mana kan adalah Elaine bukan dirinya. Setelah beberapa waktu berpikir akhirnya Eireen berkata pada Mike " bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall saja? bagaimana menurutmu?"
Pergi ke mall tidak ada dalam kamus Mike. karena selama ini asistennya sudah menyiapkan semuanya tanpa perlu dia yang mencari sendiri.
Mike memiringkan kepalanya dengan berat ia berkata "oke."
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam satu sama lain karena sama-sama merasa canggung. Mobil mereka berjalan terus sampai akhirnya tiba di jalan yang penuh dengan orang-orang yang menjajakan jualannya.
Dipagi hari ini adalah pengalaman pertama Mike pergi ke mall. " itu disana." ucap Eireen sambil menunjuk mall yang akan mereka tuju.
Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam mobil, pasangan yang sangat sempurna Dimata para pengunjung mall, yang pria sangat tinggi dan tampan. Eireen juga terlihat cantik. para pengunjung terkagum-kagum oleh mereka. Eireen memang terlahir cantik, kulit putih mulusnya membuatnya jadi semakin bercahaya, sebenarnya Eireen cukup tinggi, tapi jika bersanding dengan Mike, Eireen terlihat seperti gadis kecil yang nampak imut dan tak berdaya.
Mereka berdua masuk secara bersamaan. Dan menarik perhatian para pegawai mall. Eireen sebenarnya tidak ingin membeli barang. Tapi karena kakek sangat baik pada dirinya, akhirnya Eireen berniat membelikan kakek beberapa baju. anggap saja seperti menghormati orang yang lebih tua.
Kalau Mike tidak pernah berjalan-jalan seperti ini, jadi dia hanya mengikuti kemana Eireen melangkah.
__ADS_1
Mallnya sangat luas. saat melewati toko pakaian laki-laki, Eireen segera menghentikan langkahnya. Setelah mengamati beberapa saat ia merasa beberapa baju sangat cocok dengan Mike. Lalu dia berkata " aku pilihkan beberapa baju buatmu ya."
Awalnya Mike ingin mengatakan tidak usah, tapi melihat Eireen sangat antusias memilihkan dia baju, dia akhirnya mengangguk saja dan masuk ke toko itu dengan Eireen.
Eireen memilihkan baju buat Mike, sambil mencari baju yang cocok buat Mike. Mike mengikuti dia dari belakang. Dari tadi ponsel Mike tidak berhenti berdering. Mike segera menatap Eireen lalu keluar untuk mengangkat ponselnya.
Telepon tersebut dari perusahaan, yang ingin meminta persetujuan Mike agar tidak asal-asalan dalam mengambil keputusan.
"Mike coba kamu lihat ini bagus tidak?" Eireen yang mencoba meminta pendapat Mike tidak menemukan suaminya. Lalu ia menggeleng-geleng kepalanya, akhirnya ia terus mencari sendiri.
Siapa sangka baru beberapa langkah mencari baju, dia ketemu dengan Brian. Eireen awalnya ingin sembunyi dan menghindar, tanpa sangka Brian telah melihatnya lebih dulu.
"Elaine!” di tempat seperti ini bisa bertemu dengan Elaine, membuatnya sangat kaget dan tak percaya.
Brian menjawab "aku menemani adik perempuanku ke sini."
Suasana hati Brian sedang sangat baik. sepasang matanya melihat ke arah sekitar Eireen lalu bertanya "kamu kok sendiri saja?"
Eireen mengiyakan dengan nada datar. Ia tidak ingin berbincang dengan Brian. Siapa sangka Brian bukannya pergi malah terus menatap Eireen.
Eireen yang ditatap seperti itu jadi merasa merinding sendiri. Jalannya agak sempoyongan karena kepalanya pusing dan berusaha tetap tenang. "ini kamu dibagikan pakaian laki-laki, mau beli untuk siapa?" tanya Brian dengan sangat peka. Melihat baju ditangan Eireen, dia merasa sangat berharap.
Eireen yang merasa pusing tidak menjawab pertanyaan dari Brian. Ia akhirnya hanya bicara asal dan menjawab "aku hanya asal pilih baju saja kok."
Brian yang mendengar jawaban dari Eireen sedikit kecewa lalu bertanya lagi "nanti malam mau makan malam bersama tidak. sudah lama kita tidak pernah makan malam bersama-sama lagi."
__ADS_1
Brian mengedipkan matanya dengan imut. Menatap Eireen dengan tatapan sungguh-sungguh.
Mau bagaimanapun Eireen tidak ingin membuat Mike marah,lalu menjawab "maaf, malam ini aku mau makan malam bersama Mike, takutnya aku tidak bisa."
Eireen menolak Brian dengan sangat halus. Ia bahkan memberi penekanan saat menyebut nama Mike dengan tujuan memperingatkan kalau dia sudah jadi istri orang.
Semua orang lebih baik menjaga jarak demi kebaikan. Brian sejak dulu pintar melihat orang dari kata-katanya lalu dengan dongkol berkata "Mike?.. Elaine kamu tidak usah menjadikan Mike sebagai alasan. Aku tahu kamu tidak suka dengan Mike, hubungan di antara kalian juga hanya sebatas pernikahan keuntungan dua keluarga. Lagian juga dia tidak menyukaimu, mana mungkin setelah menikah dia tidak pulang selama satu tahun dan membiarkan istrinya kesepian."
Eireen agak pasrah, yang penting kan sekarang Mike sudah pulang. lagian apa hubungannya denganmu? sebelum kata-kata itu terlontar dengan segera Brian menepuk pundak Eireen "Elaine, diluar sana sudah terdengar gosip kalau Mike itu menyukai Pria. Kamu pasti tidak akan bahagia jika bersamanya. Hanya aku... Hanya dengan aku kamu bisa bahagia.. Maka dari itu.. bisakah kau memberiku kesempatan?"
Mata Eireen terbelalak, karena banyak orang yang mendengar dan menonton mereka. Brian yang wajahnya dipenuhi perasaan berkata ”elaine, aku suka kamu. aku tidak akan menunggu lebih lama lagi.Mike sama sekali bukan pasangan yang cocok buatmu."
"Brian tolong jangan bicara lagi,kamu harus tahu batasan. aku sudah menikah dan memiliki suami." Eireen berusaha lepas dari Brian yang menghalanginya pergi. tapi ia malah di tahan dengan kuat oleh Brian.
" Elaine kamu jangan menhidar dariku, aku benar-benar suka padamu... Kalau saja kamu memberikan aku harapan walau hanya setitik. aku akan memperjuangkannya."
Wajah Eireen jadi pucat pasi, dia bisa melihat Mike berdiri di belakang Brian. Mike sedang memelototi mereka dengan wajah tidak senang.
Melihat Elaine yang diam saja Brian terus berkata"Elaine, Mike itu sukanya dengan pria...."
"tutup mulutmu!" Sebelum Brian selesai bicara Eireen sudah memotong Kalimatnya. Gosip di luaran memang banyak, tapi Eireen sangat tahu Mike tidak menyukai sesama jenis. Masih teringat hal yang sudah ia alami, Mike tidak mengenal kata puas. Eireen takut akan kejadian yang akan terjadi setelah ini.
Melihat Elaine yang marah Brian pun berpikir untuk menjelaskan lagi, saat itupun ia mendengar suara yang mengerikan berkata ' aku suka lelaki atau tidak, istriku pasti lebih jelas mengetahuinya."
Happy reading all ❤️😀❤️
__ADS_1