
Melihat Eireen begitu takut dan berjaga-jaga dengan dirinya, Mike langsung kehilangan senyumnya "semua bagian tubuhmu sudah ku lihat."
Mendengar perkataan Mike, seketika wajah Eireen memerah karena malu. "Tapi kali ini beda."
"Bagian mana bedanya?" Tanya Mike dengan serius.
"Itu…." Eireen tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia segera menatap Mike yang sedang tersenyum melihat dirinya. Ia mengubah kata-kata nya "keluarlah kamu. Aku bisa sendiri."
Alis Mike terangkat dan berkata "yah, tidak mempedulikan orang yang sudah membantunya."
"Kapan aku tidak mempedulikan mu?" Eireen menatap Mike dengan tidak senang.
Mike yang inisiatif membantu, bukan Eireen yang meminta.apakah itu termasuk tidak tau balas Budi.
Mike terus menatapnya secara diam-diam. Lalu kemudian dia berbalik badan. "Aku diluar, jika perlu sesuatu panggil saja."
Selesai bicara ia menutup pintu dengan perlahan. Eireen memanjang kan lehernya, melihat kalau benar pintu sudah tertutup. Lalu ia bernafas lega.
Untungnya Mike tidak bersikeras untuk membantunya. Kalau tidak ia tidak harus berbuat apa.
Memikirkan Mike yang sedang berada di luar, Eireen tidak berniat untuk mandi. Kakinya masih terasa ngilu. Ia mencuci badannya dengan asal. Lalu memakai gaun tidur. Eireen bepegang pada tembok perlahan-lahan berjalan keluar.
Mike yang sedang duduk di tepi ranjang, melihat pintu kamar mandi terbuka, ia langsung menghampiri dan menyangga Eireen.
"Terima kasih." Eireen tersenyum kepadanya.
Alis Mike bergerak, ia berkata dengan santai ”kita merupakan suami istri, tidak perlu begitu sopan padaku."
Mike terus menyangganya hingga duduk di ranjang, dia melihat lututnya mulai terlihat membiru dan tampak sakit.
Kedalaman hatinya menimbulkan rasa kasihan, Mike segera mengambil salep dan berjongkok untuk mengoleskannya.
Setelah melihat Mike yang berjongkok, Eireen berkata "tidak perlu, aku bisa sendiri."
"Sendiri lagi. Selalu berkata kamu bisa sendiri." Mike mengangkat kepalanya dengan nada sedikit marah.
__ADS_1
Eireen yang mengenakan gaun tidur yang longgar, agar membuatnya bisa bergerak bebas. Tanpa dia sadari, Mike melihat dadanya yang seputih salju. Tatapannya menjadi gelap.
"Aku bisa sendiri." Eireen segera merebut salep dari tangan Mike, tanpa menyadari kejanggalan yang terjadi.
Awalnya ia berpikir, Mike akan segera marah ketika dia merebut salepnya. Tapi siapa sangka dengan mudahnya dia merebut salep tersebut, Eireen baru sadar, ternyata Mike sedang memandangi tubuhnya dari tadi. Dia menundukkan kepalanya mengikuti kemana mata Mike menatap. Terkejut dia Mike sudah melihat habis tubuhnya. Dengan segera dia menaikkan kerah bajunya. Wajahnya terlihat memerah.
Setelah Mike sadar, ia melihat Eireen yang sedang mengoleskan obat pada kakinya. Dengan cepat ia merebut salep tersebut. Tidak menunggu reaksi Eireen, dia lalu mengoleskannya.
Eireen malu, sambil menggigit bibir bawahnya.
Setelah mengoleskan, Mike mengangkat kepalanya, dan melihat betapa cantiknya istrinya. Jantungnya terus berdetak. Gambaran yang dia lihat tadi terekam di kepalanya. Dia segera bangkit dan menimpanya di ranjang.
"Kamu…."
Baru akan berkata-kata, Eireen sudah di sumbat oleh ciuman panas Mike. Eireen yang sudah terbiasa dengan bibir mike mulai membalas ciuman Mike.
Jika bukan karena terdengar rintihan sakit dari Eireen mungkin, Mike akan melakukannya sampai akhir.
"Istirahatlah."
Malam ini Mike tidur di ruang kerjanya.
….
Di rumah utama, Megan menangis tersedu-sedu kepada Tante Martha, Tante Maria dan Marisa. Dia mengadu karena dia di usir oleh Mike, karena tanpa sengaja ingin memberi pelajaran kepada Eireen.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Kata Tante Martha melihat Megan menangis.
"Megan di usir oleh Mike Tante. Bagaimana ini?"
"Apa yang kamu lakukan Megan?" Kata Tante Maria lagi.
Megan dengan penuh drama dan sesegukan menceritakan perihal bantal jarum itu. "Maafkan Megan Tante, membawa nama Tante Martha di depan kak mike. Megan meminta pelayan menaruh bantal jarum ketika Elaine sedang berlutut. Itu karena Megan merasa Elaine sangat jahat, sampai hati dia menyakiti Carol yang lucu dan anjing Tante Marisa."
Tante Marisa yang merasa menang Elaine harusnya diberi pelajaran lalu berkata "tidak apa-apa Megan, kamu sudah sangat baik mau memberi dia pelajaran."
__ADS_1
"Aku juga sangat bingung kenapa Mike itu sampai bela habis-habisan wanita itu." Kata Tante Maria penuh kemarahan.
Tante martha cuma bisa menghela nafas. "Megan, Tante minta maaf. Jika Mike membuat keputusan untuk mengusir mu, Tante tidak bisa berbuat banyak. Yang penting kamu masih bisa mendekati dia di perusahaan kan. Kalian masih punya waktu bersama."
Tante Maria berkata kembali "tenang saja Megan, kami para Tante Mike sangat mendukung mu bersama Mike. Tunggu saja wanita sial itu. Aku akan memberinya pelajaran."
"Ya, Megan. Lebih baik kamu pulang dulu saja. Daripada Mike makin tidak bisa membuka hatimu padanya." Kata Tante Marisa membela Megan.
Megan yang merasa di dukung penuh lalu memeluk ketiga tantenya. Tante Martha meminta pelayan untuk membantu Megan membereskan beberapa pakaiannya. Megan lalu menghubungi orang tuanya untuk menjemput dirinya.
Malam itu Megan pergi dari rumah utama. Kedua orang tuan Megan dan Mike sudah saling berkawan akrab. Mereka sangat berterimakasih Megan sudah di rawat dan di anggap seperti anak mereka sendiri.
Sesampainya di rumah Megan, dia langsung masuk ke kamar nya. Dan membuang semua barang di atas meja riasnya. Lalu dia berteriak "dasar Elaine, wanita murahan. Karena kamu, aku jadi di usir oleh Mike."
Mama Megan yang melihat anaknya marah lalu berkata "sudah, kita tunggu saja waktu yang pas untuk menguasai Mike. Tenang saja Mike pasti akan menjadi milik putriku yang sangat cantik ini."
Megan lalu bertanya pada mamanya"apakah mama punya cara agar Mike jadi milikku?" Dia lalu menghapus air matanya.
"Tenang lah nak. Kita tunggu saja waktu yang tepat. Bahkan wanita murahan itu tidak bisa berkata apa-apa jika Mike sudah dalam genggaman mu." Kata mama Megan dengan seringai liciknya.
Lalu mereka berdua mulai menyusun rencana jahat.
......,
Keesokan paginya, seperti biasa Mike langsung pergi ke perusahaan. Eireen seharian hanya di kamar dan menggambar desain.
Saat siang Eireen merasa sangat lapar. karena memang sudah jam makan siang. sudah lewat sedikit dari waktu makan, pelayan belum ada yang mengantarkannya makanan. Beberapa hari ini, dia selalu makan tepat waktu. Tapi kenapa hari ini begitu terlambat pikirnya. Apakah mereka melupakan dirinya?
Dalam keputusasaan, Eireen berjalan perlahan menuju ke lantai bawah.
"kenapa masih belum ada makanan?" tanya Eireen kepada pelayan.
"nona Maria datang siang tadi. dia tidak menyukai makanan koki tersebut. jadi dia memecatnya koki, dan akan segera mencari koki baru." kata pelayan itu dengan sopan.
happy reading all ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1