Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 48


__ADS_3

Megan yang mendengar perkataan Tante Martha, lalu tersenyum dan ingin mengucapkan beberapa patah kata, tapi belum sempat berbicara pintu kamar terbuka.


Mike datang dan melangkah masuk. Megan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya lalu berkata "kak Mike kok tiba-tiba datang?"


Nyonya Martha melihat kedatangan Mike lalu mengangkat sedikit kepalanya yang sudah baikan. Dia merasa Mike masih punya hati kepada mamanya.


Ketika ingin mengucapkan beberapa patah kata, Mike langsung berkata "ma, kenapa bisa ada jarum di bantalan berlutut elaine?" Wajah Mike terlihat menyimpan amarah.


Megan yang menatap wajah Mike penuh kemarahan, lalu segera sembunyi di belakang Tante Martha.


Nyonya Martha yang dituduh seperti itu merasa bingung "apa maksudmu? Elaine, dia.. mama tidak begitu.. bahkan jika mama melakukannya, itu untuk memberinya pelajaran. Dia melakukan hal yang begitu kejam. Mama pasti akan memberinya hukuman. Jika tidak di hukum entah hal jahat apa lagi yang akan dia lakukan di kemudian hari."


Mike tidak bergeming tetapi nadanya lebih dingin "Carol yang berbohong. Dan dari pengawasan CCTV semua terekam dengan jelas. Mama tanpa melihat bukti lalu langsung menghukumnya dengan berlutut. Ditambah mama memberikan bantal berisi jarum untuk menusuknya."


Nyonya Martha tersedak mendengar kata-kata Mike "Mike! Kamu… kamu kurang ajar.. bagaimana mungkin kamu bisa berbicara seperti itu kepada mama."


"Kak Mike, ini mungkin ada kesalahpahaman. Pada saat tadi semua orang tidak berpikir jernih. Karena kejadian tadi menyangkut nyawa manusia."


Melihat nyonya Martha terdiam, Megan berkata dengan hati-hati, "lagian Tante melakukan hal itu, karena tanggung jawab dan cintanya pada keluarga."


Mike mengabaikan kata-kata megan, dia tetap menatap mamanya dalam-dalam.


Setelah beberapa saat dia mengangguk dan berkata "ya kalau benar begitu, karena mama bilang, bukan mama yang memberi perintah kepada para pelayan. Maka kedua pelayan itu biar saya yang mengurusnya. Mama istirahat yang baik saja. Kalau kata-kata tadi membuat mama tersinggung, Mike minta maaf."


Setelah itu Mike berbalik dan pergi. Dia berbalik dan turun kebawah dengan cepat. Melihat Mike turun kebawah pengurus rumah lalu berkata "tuan muda."


"Segera bawa dua pelayan yang menganiaya Elaine tadi, kemari!"


"Baik." Kata pengurus rumah.


Jarak antara rumah utama dan rumah Mike tidak jauh, jadi ketika Mike memberikan perintah, pengurus rumah dengan segera membawa kedua pelayan itu bersamanya.


Ketika mereka memasuki pintu, terlihat Mike duduk di sofa dengan penuh wibawa. Pelayan yang berada di sana tidak ada yang berani bergerak. Mike terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Berniat menyakiti tuan rumah, apakah kalian tahu apa akibatnya?" Suara Mike penuh dengan ketegasan, dan kedua pelayan itu bergetar ketakutan.


"Tuan, tuan muda.. kami juga tidak ingin melakukannya."


"Katakan! Siapa yang menyuruh kalian?"


Kedua pelayan itu berhenti bicara dan gemetar.


Mike mencibir "baik, jika kalian tidak mau berbicara, jangan salahkan aku karena memperlakukan kalian dengan cara yang sama seperti yang kalian lakukan."


Melihat kedua pelayan itu masih keras kepala, segera Mike memanggil pengurus rumah. "Pengurus rumah tangga."


Pengurus rumah tangga datang bersama empat pelayan lainnya. Dengan membawa dua bantalan jarum seperti yang mereka berikan ke Eireen. Kedua pelayan itu menjadi pucat karena merasa ngeri.


"Tuan, ampun! Tuan! Tolong.. saya tidak akan melakukannya lagi." Dua pembantu ini dengan tiba-tiba dan wajah penuh ketakutan.


Jari telunjuk Mike menunjuk ke arah mereka. Pelayan di depan dengan segera menyiapkan bantalan itu. Mereka berdua menggerakkan badan mereka, tapi di tahan oleh dua pelayan lainnya. Seperti yang mereka tadi perbuat kepada Eireen.


Dia pelayan sudah mulai ketakutan setengah mati, lalu berkata "nyonya Martha yang telah menyuruh kami."


Pelayan lainnya juga buru-buru mengangguk kan kepalanya.


Mike dengan pancaran mata berbahaya berkata lagi "perkataan kalian, mana buktinya? Apa kalian tahu akibat dari berbohong?"


"Mengenai ini.." dua pelayan itu dengan gemetar mencoba mendekat satu sama lain. Ada keraguan di antara mereka.


"Bilang sekarang juga!" Suara teriakan Mike menggelegar membuat mereka ketakutan..


" Bukan.. tapi.. nona.. nona Megan yang menyuruh kami meletakkan bantal itu atas suruhan nyonya martha."


Setelah pelayan itu berkata terdengar suara yang familiar "kak Mike,"


Megan yang gelisah memasuki ruangan itu. Dia sangat takut para pelayan mengatakan tentang dirinya.

__ADS_1


"Kamu ngapain di sini? Lebih baik kamu sekarang pergi dari sini. Aku sudah mendengar semua pengakuan dari para pelayan. Aku tidak menyangka ternyata hatimu begitu jahat."


Hati Megan yang di bentak oleh Mike dengan segera berdetak. "Kak mike. Siapa yang bilang seperti itu. Megan tidak mungkin mau melukai Elaine. Elaine sudah seperti saudara Megan sendiri." Ucap Megan dengan air mata berkaca-kaca karena ketakutan karena ketahuan.


Megan lalu melihat ke arah pelayan itu dengan tatapan berbahaya. Lalu para pelayan itu mengatakan lagi "benar nyonya Martha yang mengintruksikan kepada kami. Melalui nona Megan."


Wajah Mike semakin pekat. "Sekarang kamu pergi dari sini. Aku tidak mau melihatmu."


"Kak Mike, Megan tidak salah. Megan hanya menyampaikan perintah dari Tante. Jangan marah lagi. Kita tinggal pecat saja kedua pelayan ini. Kita tidak perlu menyamakan diri kita dengan mereka." Megan terus membujuk Mike.


Mike pun melihat Megan dengan dingin lalu berkata "saya sedang menginterogasi mereka. Untuk apa kamu ikut campur. Pergi sekarang dari hadapanku."


Megan berhenti, hatinya sangat terluka telah dibentak dan di usir oleh Mike. Megan hanya bisa menelan ludah memandang dua pelayan itu.


" Kalau begitu mereka…."


"Itu bukan urusanmu. Saya yang akan mengurusnya. Lebih baik kamu pergi sekarang. Aku sedang tidak ingin melihat mu lagi."


Tangan Megan mengepal, lalu dia berkata dengan nada lembut " jika begitu saya akan pamit dulu kak."


Sebelum meninggalkan ruangan itu, dia memandang ke arah pelayan dengan tatapan mengancam. Membuat kedua orang itu lebih gemetar.


setelah melihat Megan pergi, Mike pun sambil mengusap dahinya. ”aku tanya sekali lagi siapa yang menyuruh kalian?"


kedua pelayan berkata dengan penuh kesakitan "Seperti yang tadi nona Megan katakan, tuan. nyonya Martha yang memberi perintah melalui nona megan."


mendengar pengakuan mereka, Mike segera berkata "antar mereka berdua keluar, dan jangan biarkan saya melihat mereka lagi."


pengurus rumah berkata "baik tuan!"


selesai mengurus pelayan itu, Mike segera naik ke atas untuk menemui Eireen. dia masuk ke kamarnya, terkejutnya dia melihat Eireen sedang duduk di kasur. Eireen sedang mengoleskan salep pada lutut nya. Mike yang melihat Eireen menarik celananya keatas dan menunjukkan kaki kurusnya yang putih dan sedikit lebam, merasa hatinya perih.


happy reading all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2