
Mike yang melihat Eireen yang ingin mengoleskan salep, segera mengambil salep tersebut dari tangan Eireen.
Eireen pun kaget "ada apa?"
Mike lalu duduk di sampingnya "jangan bergerak."
Eireen pun terkaget lalu berkata "tidak usah, biar aku saja yang melakukannya."
Tangannya ingin merebut salep dari Mike, lalu di tahan oleh Mike. "Sudah diam, biar aku saja."
Nada bicara Mike sedikit keras, seperti tidak ingin di bantah.
Eireen pun hanya bisa melihat Mike memencet salep dan mengoleskan ke lututnya. Tindakannya sangat lembut. Membuat sebuah perasaan berdesir dalam hati Eireen. Dalam waktu singkat, salep sudah di olesi dengan rata.
Mike lalu menyimpan botol itu lalu berkata "dua hari ini kamu jangan bergerak dari kasur. Jangan kena air."
Suara Mike yang rendah terdengar mengandung perhatian dan sayang yang tidak bisa di jelaskan.
Eireen pun menganggukkan kepala sambil berkata " terima kasih."
Lalu terdengar bunyi dering telepon, Mike segera merogoh kantongnya dan mengangkat telepon tersebut. Sepertinya dari perusahaan karena terlihat dia sangat serius.
Setelah Mike keluar untuk mengangkat telepon nya, Mike tidak kembali lagi ke kamar sampai waktu makan malam. Eireen pun sangat kaget ketika dia melihat Mike yang masuk kedalam kamar membawa nampan berisi makan malam nya.
Eireen yang baru sadar dari lamunannya lalu bertanya "kenapa kamu yang membawa nampannya?"
Mike tidak banyak berkata-kata "makalah selagi masih hangat."
Karena melihat Mike tidak berbicara lagi, Eireen pun juga tidak bersuara. Ia hanya patuh dan menunduk mengambil makannya sedikit demi sedikit.
Mike hanya diam memandang Eireen, kali ini dengan kejadian yang menimpa Eireen bisa dikatakan ini adalah kesalahan ibunya. Dan ibunya berhutang maaf kepada Eireen.
Sehingga apa yang Mike lakukan adalah mencoba menggantikan ibunya untuk meminta maaf kepada Eireen.
Pancaran mata Mike, membuat Eireen ragu-ragu untuk melanjutkan makan. Siapa sih yang tidak risih, lagi makan tapi di pandang terus menerus oleh pria tampan di hadapanmu.
__ADS_1
Eireen yang mengangkat kepalanya, tiba-tiba mata mereka saling beradu pandang. Dengan canggung Eireen berkata "apa kamu sudah makan? Jika belum lebih baik kamu makan lah dulu."
Mike masih memandanginya. Membuat dia tidak bisa melanjukan makannya. Mike yang melihat Eireen seperti malu, lalu berkata dengan lembut "bagaimana kondisi kakimu?"
Suara Mike,terdengar sangat lembut. Seperti api unggun yang memberi kehangatan pada musim dingin. Membuat sesuatu berdesir di hatinya.
Eireen hanya bisa memendam rasa ini lalu menjawab "masih baik, tidak terlalu sakit lagi."
Melihat Eireen yang ceria seperti tidak punya masalah, membuat Mike semakin merasa bersalah di hatinya. Mike merasa perlakuan ibunya kali ini sudah kelewat batas.
Mike yang sangat jarang tersenyum berkata kembali "beberapa hari ini, kamu istirahat saja. Jangan pedulikan apapun, ada aku disini."
Saat mendengar kata-kata Mike "ada aku disini." Eireen merasa sangat terharu. Karena selama ini dia selalu berjuang sendiri tanpa satu pun yang mengerti.
Ketika ada yang mengatakan tiga kata sederhana, tapi membuat Eireen sangat terharu.
Walaupun kenyatannya, mike adalah suami dari Elaine.
Eireen mengabaikan kekecewaan di hatinya lalu tersenyum "oke, aku mengerti. Beberapa hari ini aku akan menganggap diriku sebagai ratu."
Setelah Eireen selesai makan, Mike akhirnya turun kebawah untuk makan malam.
Kamar yang awalnya besar, sebelumnya ia tidak pernah merasa kekosongan, tetapi setelah Mike meninggalkan dia seorang diri di kamar, Eireen merasa kehampaan. Ada sebuah perasaan tidak enak yang menyelimuti dirinya.
Eireen pun tertawa dan berkata pada dirinya sendiri "Eireen kamu kalau sakit bisa manja juga ternyata."
Dengan cepat Mike yang pergi pun sudah kembali lagi.
Eireen yang melihat Mike sudah kembali belum ada sepuluh menit, dengan terheran heran berkata "apakah kamu sudah makan? Kenapa cepat sekali kembali? Tidak lapar?"
Mike mendekat dan berkata lagi "aku akan berada di perpustakaan. Jika memerlukan sesuatu panggil saja aku."
Eireen pun mengangguk "oke."
Walaupun ia sudah menjawab, tapi mana enak Eireen merepotkan Mike lagi. Saat waktu sudah agak malam, Eireen merasa sangat gerah. Dia berencana untuk mandi. Walaupun dokter berkata lukanya tidak boleh kena air, tapi Eireen sangat menyukai kebersihan. Tidak tahan jika dalam satu hari ia tidak mandi.
__ADS_1
Karena jika menekuk lututnya, lukanya akan kembali terbuka, maka ia mencoba perlahan-lahan meluruskan kedua kakinya dan pelan-pelan turun dari ranjang. Tangannya memegang lemari disampingnya ranjang dan mencoba untuk berdiri.
Tetapi saat ia menyentuh kakinya ke lantai, rasa sakit mulai menyerang lututnya. Sakit yang tidak terhingga nyerinya, hingga dia jatuh di atas karpet yang lembut. Jika tidak mungkin dia sudah menjadi cacat.
Jatuh kali ini menimbulkan suara yang sangat keras. Saat Eireen mencoba bangun dari karpet dia merasa kesakitan kembali. Ia terlihat sangat frustasi. Dia menyenderkan kepalanya di lemari. Dia tidak bisa apa-apa.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar dibuka dengan terburu-buru. Saat ia menoleh, dia melihat bayangan dari Mike. Tidak tahu alasannya ketika melihat Mike yang datang, seketika matanya berkaca-kaca.
Eireen dengan segera menutup bibirnya, lalu menghapus air matanya dan melihat Mike berjalan mendekat ke arahnya.
Saat Mike sudah di dekatnya, alisnya lalu berkerut "apa yang sedang kamu lakukan?"
Ketika ia berada di ruang baca, dia mendengar suara dari kamarnya. Dengan segera dia berlari meninggalkan pekerjaannya menuju ke kamar.
Saat Mike melihat Eireen terduduk tidak berdaya di lantai, hatinya merasa tersentuh.
"Bukankah sudah ku bilang, jika perlu sesuatu panggil aku?" Emosi Mike mulai naik. Wajahnya terlihat menakutkan.
Eireen yang merasa bersalah lalu berkata sambil menunduk "aku… aku hanya ingin mandi. Siapa yang menyangka, aku akan jatuh seperti ini." Dari suara Eireen terdengar seperti menahan tangis.
Saat Mike melihat Eireen yang tertunduk dan tidak berdaya, Mike merasa bersalah lalu menghela nafas. Tidak lama ia membungkuk dan menggendong Eireen.
Eireen yang kaget di gendong lalu berkata "aku bisa melakukan sendiri."
"Kamu yakin bisa sendiri? Jika kamu bisa melakukannya sendiri, kamu tidak akan terduduk di lantai." Mike menatap sekilas Eireen.
Eireen pun hanya bisa terdiam.
Melihat Eireen yang tidak bersuara, Mike langsung memeluk dan membawanya ke kamar mandi.
Eireen merangkul leher Mike, ia sangat malu hingga membenamkan kepalanya di dada Mike. suara detak jantung Mike terdengar, membuat Eireen semakin hatinya tidak bisa di atur.
Mike pelan-pelan menurunkan tubuh Eireen di bak mandi. kemudian mengulurkan tangannya untuk membuka bajunya. Eireen ketakutan lalu berkata "aku bisa sendiri."
happy reading all ❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1