Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 30


__ADS_3

Terdengar suara "Cklek" bunyi pintu terbuka dari luar. Mike pun masuk ke kamar, dilihatnya bahwa Eireen belum tertidur. Mike jadi sedikit kaget. Setiap hari ia sibuk bekerja, dan selalu pulang larut malam. Dan ketika dia pulang Eireen selalu sudah tertidur pulas.


"Kenapa kamu belum tidur?" Mike bertanya sambil mengganti baju dan bersiap-siap untuk mandi.


”Tunggu sebentar, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan." Kata Eireen ragu-ragu ketika dia melihat Mike sedang berbalik badan ingin kekamar mandi.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" Mike berbalik arah dan melihat ke arah Eireen. Mike terlihat lelah karena seharian bekerja. tetapi matanya terlihat bersinar.


"Aku bersedia jadi desainer di perusahaanmu." Setelah memikirkan secara matang-matang. Eireen akhirnya melontarkan kata-kata itu.


Bibir Mike agak naik, terlihat dia sedang tersenyum. Senyum yang hanya dia sendiri yang tau." Perusahaan akan sangat senang menerimamu, kalau kamu ada permintaan, bisa langsung katakan padaku." Kata Mike.


"Sebenarnya memang ada satu hal yang ingin ku sampaikan."Eireen berkata dengan nada tidak enak,Mike malah merasa itu sesuatu hal yang sudah pasti.Lalu bertanya " apa itu? Bilang saja langsung kepadaku." Perusahaan sering juga merekrut beberapa pekerja yang mempunyai kemampuan. beberapa dari mereka mempunyai syarat-syarat tertentu.


Eireen punya kemampuan sehebat apa, selama permintaan yang di ajukan masih sangat masuk akal, Mike pasti tidak menjadi masalah.


"Hmmmmm.. ini soal perusahaan….. boleh tidak kalau papaku jadi salah satu pemegang saham di perusahaan Mike." Demi mamanya Eireen akhirnya membuka suara perihal permintaan dari Tommy yang di nilai sangat tidak masuk akal.


Mike yang mendengar perkataan dari Eireen barusan wajahnya kemudian menjadi sangat gelap,sorot matanya yang tajam lalu tertuju pada Eireen.


"Pemegang saham?"


"Benar. Papaku harap dia bisa menjadi salah satu pemegang saham di perusahaan." Eireen terpaksa bermuka tebal saat mengatakan hal itu.Dalam hati ia sangat menyalahkan Tommy kenapa juga menyuruhnya melakukan hal tersebut.


Alis Mike naik, wajahnya tersenyum penuh curiga. Dia segera menghempaskan bajunya dengan kasar.

__ADS_1


"Dia mau pegang saham berapa banyak?"


Tentang Tommy, Mike sudah sangat mengenal nya, dia terkenal perhitungan dan sangat kikir. Mike ingin melihat bagaimana Elaine putrinya bisa membujuknya.


"tiga puluh lima persen."


Eireen menjawab dengan sedikit gagap, kata-kata itu berusaha ia kumpulkan di lidahnya. saat selesai bicara Eireen merasa angka tersebut sangat tinggi. Tommy cuma ingin mengambil keuntungan saja. Padahal Mike sudah menyelesaikan sekitar 80 persen.


Eireen mengintip dan melihat wajah Mike. Melihat wajah Mike yang menjadi dingin, seketika perasaan Eireen merasa sedikit terluka.


Baru kata-kata itu yang terlontar keluar, Eireen tak tahu harus berkata apa lagi. Ia hanya bisa berdiri diam dan terbengong-bengong seperti orang bodoh.


"Kalau aku tidak setuju, itu artinya kamu tidak mau bekerja menjadi desainer di Perusahaan ku?" Mike melihat langsung ke arah Eireen. Seperti mau melihat niat Eireen sesungguhnya. tidak bisa di pungkiri, Mike sangat ingin Eireen menjadi desainernya, karena bakat yang di miliki Eireen sangat unik.


Mereka berdua bicara dengan akrab mengenai perihal hal desain ini. Tanpa di sangka tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba Eireen mengajukan diri menjadi desainer dengan sebuah syarat kalau Tommy harus jadi pemegang saham.


Pura-pura memalsukan sifat aslinya, sekarang mulai kelihatan sifat aslinya. Mike yang menyadari hal tersebut merasa benar-benar kecewa.


menikah dengan Mike demi keuntungan dan sekarang mau masuk ke perusahaan juga demi keuntungan.


"Tidak kamu jangan salah paham dulu."Eireen dengan segera menggelengkan kepalanya. Mendengar ucapan Mike barusan membuatnya ingin menyangkalnya. Ia ingin kedua belah pihak berakhirnya dengan baik. Jika bukan karena Tommy mengancam dengan membawa mamanya, ia tidak akan Sudi melakukan hal ini.


Mata Eireen memerah, dia memendam semuanya. Ia menatap Mike, ia ingin berkata-kata tapi ia bingung harus mulai dari mana.


"Apa aku benar-benar salah paham kepadamu?" Sambil berkata Mike tertawa dingin.

__ADS_1


Eireen seakan tertusuk dengan perkataan Mike barusan. Ia hanya bisa diam dan tidak tau harus berkata apa. Otaknya terus berputar untuk mencari cara bagaimana penyampaian yang baik. Tapi semua tidak bisa dia katakan.


"Sudah, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi."


Topik pembicaraan Mike beralih, "untuk masalah bisnis seperti ini, tidak seharusnya kamu yang berbicara. Karena papa mertua yang ingin memegang saham, lebih baik dia sendiri yang berbicara langsung kepadaku." Suara Mike yang dingin menusuk tulang.. tapi apakah Mike menyetujuinya?


Eireen juga agak tidak paham lalu mengangkat kepalanya melihat Mike. Dilihatnya Mike sedang membereskan keperluannya lalu tidur di kamar tamu.


Dikamar yang besar itu, Eireen mulai merasakan kesepian dan kehampaan. Biasanya ia tidak merasakannya tapi hari ini dia merasa sangat kosong. Angin dingin berhembus dari jendela balkon yang tidak tertutup rapat. Segera Eireen menutup jendela.


Setelah menutup jendela, ia duduk di ranjang sambil tetap berharap Mike akan kembali ke kamar utama. tapi ia malah melihat sepertinya Mike tidak ingin kembali ke kamar.


Eireen tersenyum pahit. Sesuai dugaan Eireen, kali ini benar-benar Mike sudah membencinya. Tapi sesuai yang Mike katakan ada benarnya, bahwa yang tadi Eireen bicarakan itu semua demi keuntungan.


Eireen menyetujui permintaan Tommy untuk menjadi Elaine. Bukannya untuk pengobatannya ibunya. Tanpa ada niat untuk tidur, dengan segera Eireen menelpon Tommy.


Telepon di ujung sana sangat lama baru terhubung. Setelah beberapa kali menelpon Tommy yang dengan suara tidak senang mengangkat teleponnya, karena dia merasa waktu tidurnya sudah di ganggu.


"Kamu menelpon di tengah malam ini untuk apa? Jika bukan masalah penting jangan menganggu tengah malam." Kata Tommy penuh amarah.


Eireen yang mendengar kata-kata Tommy, dengan menahan nafas penuh amarah karena dia juga sudah menyinggung Mike,lalu berkata " tentu saja ini masalah saham. Kenapa apa kamu sudah tidak menginginkan nya? Kalau kamu sudah berubah pikiran aku akan memberi tahu Mike sekarang."


"Jangan." Dengan segera Tommy bangkit berdiri.


Tommy yang panik dengan segera bicara di balkon "bagaimana? Apa Mike sudah setuju? Aku sudah bilang kan, kalau kamu yang bicara Mike pasti setuju. Tanpa disangka kamu malah mengulur waktu hingga selama ini. Oh ya, dia ada bilang tidak kapan untuk penandatanganan kontraknya dan serah terima."

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2