Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 51


__ADS_3

Eireen yang mendengar kata-kata pelayan itu lalu tertawa sinis. Apa masakan koki disini tidak enak. Ini jelas saja ingin membuat masalah dengannya. Tidak ingin membuat dirinya hidup dengan tenang.


Tidak ada masakan dari koki, Eireen membuka kulkas dan mengambil roti dan susu. Makan siang hari ini hanya seperti ini.


Tetapi ia tidak menyangka, koki yang dipecat oleh maria, sampai sekarang belum ada penggantinya.


"Apa yang terjadi? Mengapa koki penggantinya belum datang? Apakah Tante Maria mengatakan sesuatu?" Eireen bertanya pada para pelayan.


Wajah pelayan terlihat canggung "nyonya Elaine, kalau masalah itu, saya tidak begitu mengerti dengan jelas. Jika anda lapar, apakah ingin pesan makanan dari luar?"


Eireen menjawab pelayan tersebut "tidak perlu. Aku bisa masak sendiri."


Tidak mungkin Maria bisa membuat seorang Eireen mati kelaparan dengan mudah.


Mike pulang kerumah, dia langsung menuju ke atas, untuk menemui Eireen. Tetapi orang yang seharusnya dia temui berbaring di ranjang, tidak di temuinya. Malah orang tersebut sedang berada di dapur sekarang. Dan juga sedang menumis sayur sendiri.


Mike dengan panik, bertanya ke pelayan yang lewat, "dimana Nona muda?"


Pelayan dengan takut menjawab "Nona muda sekarang sedang berada di dapur."


Tanpa berkata-kata lagi, Mike segera menuju dapur. Dengan penuh marah, Mike berjalan kearah Eireen dan langsung memegang tangannya."apa yang sedang kamu lakukan?"


Eireen terkejut, membalik kepalanya, lalu melihat ke arah Mike yang sedang marah. Eireen pun merasa tidak senang juga. Sambil berusaha dia menarik tangannya kembali, lalu berbisik dengan tidak senang "aku lagi menumis sayur! Apakah kamu tidak lihat?"


Mike berkedip mata lalu berkata kembali "mengapa kamu yang memasak? Koki ke mana?"


"Sudah di pecat." Eireen langsung berkata-kata tanpa melihat lagi.


"Pecat?" Mike bertanya lagi, tapi Eireen hanya diam dan melanjutkan menumis masakannya.


Mike menaikkan alisnya, dia tahu sesuatu telah terjadi setelah bertanya pada Eireen. Seketika ia memanggil semua pelayan dengan penuh amarah. Ia memarahi semua pelayan yang ada di rumah.


"Aku menghabiskan uang untuk mempekerjakan kalian. Tapi kalian hanya diam? Apakah tidak ada satupun dari kalian yang bisa memasak? Haruskah istriku masak sendiri?"


Semua pelayan menundukkan kepala, tidak ada yang berani bergerak dan mengeluarkan suara.

__ADS_1


Dibawah kemarahannya,Mike lalu memecat semua pelayan.


Masalah ini dengan cepat menyebar ke rumah utama dan terdengar oleh Nyonya Martha dan Maria.


Nyonya Martha mendengar keluhan para pelayan. Ekspresi wajahnya langsung memburuk. Sudah Megan di usir oleh Mike demi wanita itu. Sekarang para pelayan juga di pecat. Elaine sungguh hebat kamu.


Maria terkejut ternyata demi perempuan itu, keponakannya Mike bersedia melakukan apapun. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Eireen, karena Eireen telah membuat Megan pergi dari rumah. Meski kemarahannya tidak biasa, tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun lagi.


Mike segera menghubungi Hans, untuk segera mencarikan koki baru untuknya.


Eireen merasa dirinya tidak selemah itu. Ia cukup mahir dalam hal memasak. Khususnya menumis sayur.


Tetapi melihat Mike yang langsung memberi pelajaran kepada pelayan, dan segera mencari koki baru untuknya, ia merasa Mike tidak sedingin yang di katakan orang.


…….


Malam sunyi tanpa di duga terdengar suara barang di pecahkan.


"Aahhhhhh." Megan berteriak meluapkan emosinya. Berita tentang Mike memecat pelayan juga sudah sampai di telinganya. Karena Ira pelayan suruhannya, melapor kepadanya kalau ia telah di pecat oleh Mike.


Kenapa?


Kenapa dia lebih tertarik pada wanita itu di bandingkan dirinya.


Apakah kak Mike sudah menyukai wanita itu?


Pikiran Megan melayang kemana-mana. "Tidak.. tidak.. tidak mungkin!"


Megan berteriak, hingga menarik benda yang ada disebelahnya hingga pecah.


Pelayan yang disampingnya terlihat ketakutan, ia bergegas maju dan berusaha menenangkan Megan "Nona, tenanglah dulu. Kesehatan anda akan tidak baik, jika pikiran anda kacau."


"Bagaimana aku bisa tenang?” Megan lalu berbalik kearah pelayan itu lalu sambil berteriak dia berkata "kak Mike sudah menyukai wanita itu. Bagaimana aku bisa tenang? Sedangkan aku sudah di usir dari rumahnya."


"Tuan Mike, suka pada wanita itu? Tidak mungkin. Jangan pikirkan itu nona. Nona Megan itu lebih dari pada wanita itu." Kata pelayan berusaha menenangkan Megan.

__ADS_1


"Jika kak mike tidak mungkin menyukai wanita itu, bagaimana dia bisa memecat semua pelayan di rumah mereka?"


Saat ini emosional Megan bisa merasakan Mike mempunyai perasaan yang lebih kepada Eireen.


"Nona itu tidak mungkin. Tuan Mike melakukan itu pasti karena menganggao dia istrinya, dan hanya merasa bersalah dan kasihan akan kondisi istrinya saat ini yang sedang terluka." Pelayan sambil menghibur Megan dan membesarkan hati Megan.


"Ah, takutnya dari rasa kasihan menjadi sayang." Kata Megan dengan dinginnya. Tidak peduli apakah itu kasihan atau apapun itu, dia tidak bisa menahan amarahnya dan kecemburuannya.


Hal paling penting kenapa dia sangat marah, Ira orang kepercayaannya juga ikut dipecat oleh Mike. Saat ini dia tidak bisa lagi mengetahui apa yang Mike dan wanita itu lakukan. Megan yang mengeluhkan masalah ini kepada pelayan nya lalu berkata "gampang, nona tinggal cari saja lagi yang baru."


Melihat ekspresi Megan masih buruk, pelayan itu lalu berkata lagi "nona, elaine pasti mencari keuntungan dari Mike lagi. Kamu bisa memanfaatkan kesempatan itu."


Setelah mendengar kata-kata dari pelayannya,Megan perlahan menenangkan dirinya. Bagaimanapun ia tidak akan membiarkan Mike mempunyai perasaan sedikitpun kepada wanita itu.


……


Keesokan siang, pelayan yang telah di pilih oleh Mike telah tiba. Ia lalu menelpon Eireen.


"Kamu yang bertanggung jawab atas pekerjaan pelayan."


Selesai berkata dia tidak menunggu jawaban dari Eireen lalu segera mematikan teleponnya.


Eireen menatap telepon dengan penuh senyum, namun dia memberikan tanggung jawab kepada dirinya, untuk menunjukkan kepada pelayan baru siapa tuan rumah di rumah ini. Mike merupakan pria yang sangat perhatian kepada wanita.


Eireen membubarkan para pelayan, dan memerintah mereka untuk berdiri sejajar.


Semua pelayan turut kepadanya.


Eireen berjalan bolak balik, dia berusaha mengatur para pelayan agar pas di posisinya. ia menghela nafas. sepertinya Mike sengaja membiarkannya menjadi nyonya rumah di depan para pelayan. Sayangnya ini tidak berhasil dengan baik. sungguh tidak bisa mengaturnya. .


akhirnya ia berkata "begini,saat ini kalian cukup tunggu perintah lagi saja ya."


nada suara Eireen masih ada, tetapi terdengar suara yang tidak asing di pintu depan. ya. itu suara Megan. dia sengaja datang untuk mencari celah agar dapat memiliki mata-mata yang bisa melaporkan kegiatan Mike dan Eireen di rumah itu. walaupun dia sudah tidak tinggal di rumah utama lagi.


happy reading all ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2