Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 93


__ADS_3

Setelah dia mengira dapat mengendalikan Mike, dia mengira kartu as mengenai Eireen telah dia pegang, akan tetapi ternyata tidak ada cara untuk bernegosiasi dengan Mike. Membuatnya jadi sangat pasif.


Setelah menunggu begitu lama, Mike tetap tidak bisa menemukan jawaban yang dia inginkan. Dia lalu memicingkan matanya dan menatap sinis, "bagaimana? Tidak mau bicara?"


"Memangnya ada hubungan apa kamu dengan dirinya? Kalau memang jatuh di tanganmu, mau di bunuh atau kamu apakan terserah."


Elaine yang sudah merasa putus asa kembali berkata sambil berteriak kepada mike, "Jangan pikir karena kamu berhasil menangkapku, dan beranggapan bahwa kamu telah menang. Bruno tidak semudah yang kamu pikirkan, cepat atau lambat dia pasti akan datang menyelamatkan diriku."


Mike menatapnya dengan senyum sinis, "apakah kamu yakin dia akan datang untuk menyelamatkan dirimu?"


Hati Elaine tertegun, ada perasaan tidak enak dalam hatinya.


Apakah Bruno mengalami masalah?


Tidak, tidak mungkin, Bruno adalah pria yang begitu hebat, tidak ada masalah yang tidak bisa dia selesaikan.


"Mike, jangan mencoba-coba untuk menakutiku. Aku tidak takut."


Mike menatapnya dengan sangat tajam, mengangkat tangan dan membuka laptopnya. Mencari berita terbaru hari ini, kemudian dia membalikkan laptop dan memperlihatkan kepada Elaine berita tersebut. Di layar terlihat foto Bruno yang sedang tertangkap.


”sekarang kekasihmu pun untuk melindungi dirinya sendiri saja sangat sulit. Apakah kamu pikir dia masih bisa menyelamatkan dirimu?"


Wajah Elaine seketika pucat, dia tidak pernah menyangka kalau Bruno bakal tertangkap.


Mike memalingkan wajahnya dan berkata lagi "Jika kamu memberitahukan hal yang kamu ketahui kepadaku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk mencari perawat untuk bayi kalian."


"Anak!"


Tiba-tiba Elaine teringat bayinya dengan Bruno, seluruh hatinya terkejut.


"Apa, yang kamu lakukan terhadap anakku?"


"Sekarang anak itu baik-baik saja, tetapi jika kamu tidak mau bekerja sama, aku akan mengirimkan anak itu ke keluarga Bruno."


"Tidak boleh, kamu tidak boleh mengantar anakku kerumah keluarga Bruno."


Elaine sangat mengerti, hatinya tau sangat jelas, jika anaknya di bawa ke keluarga Bruno, peluang hidup anak itu akan sangat kecil.

__ADS_1


Bagaimanapun Bruno bertindak karena ingin balas dendam, Dia ingin membalas dendam terhadap generasi di atasnya. Dia menggunakan kekuasaan untuk menekan orang-orang besar di dalam keluarga Bruno yang tidak sependapat dengannya.


Orang di keluarga besar Bruno sangat menunggu kejatuhan Bruno, mana mungkin bisa bersikap baik kepada putranya Bruno.


Mike tidak berbicara, dia bersandar di kursi. Menunggu Elaine yang berinisiatif sendiri untuk membuka suara.


Elaine dengan marah dan bingung kemudian berbicara, "aku berkenalan Dengan Bruno ketika ayahku membuat perjanjian pernikahan dengan keluarga Lee. Pada saat itu aku sedang ada masalah, dia membantuku. Kemudian kami menjadi sangat akrab. Dia sangat terbuka, juga pembahasan kita nyambung. Setelah itu aku jatuh cinta kepadanya…"


Mike mengerutkan keningnya, tidak menunggu Elaine selesai berbicara dan memotong kata-katanya. "Elaine, aku bukan ingin mendengar bagaimana kamu berkenalan dengan Bruno, yang aku ingin tahu kamu menceritakan latar belakang keluarga Bruno."


Elaine geram, "aku tidak begitu tahu banyak tentang keluarga Bruno. Dia tidak pernah membiarkan aku untuk ikut campur."


"Apa?" Mike jelas terlihat tidak percaya.


"Terserah, kamu mau percaya atau tidak. Lagian hanya ini yang aku tahu." Elaine juga merasa kesal, lagi-lagi dia harus merendahkan harga dirinya.


Mike menatapnya dengan curiga, kemudian dia melemparkan dua berkas di hadapan Elaine. "Tanda tangani ini."


Elaine secara tidak sadar mengulurkan tangan untuk mengambil dokumen tersebut. Terlihat dokumen surat perceraian di matanya, tapi tidak membuatnya terkejut. Yang membuatnya marah adalah isi perjanjian tersebut.


"Mike, beraninya kamu!" Dia marah dan berteriak kepada Mike. Menarik nafas dalam-dalam dan menolak. "Aku tidak akan menandatangani surat cerai ini, aku tidak akan menyerahkan perusahan Tan kepada dirimu."


Mike bersandar di kursi, tidak peduli dan mengangkat bahunya. "Tidak masalah, mengenai perusahaan Tan jika kamu tidak ingin menandatangani surat ini. Aku juga bisa membelinya. Jika kamu tidak ingin bekerja sama, aku punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini."


Wajah Elaine terlihat cemberut.


Tetapi sebelum menunggu keputusan elaine, Mike terlihat sabar dan memanggil Rena masuk. "Bawa dia ke kantor polisi."


"Baik, aku akan mengantarnya sekarang."


Di mata Rena juga terlihat hal yang sulit di jelaskan.


Meskipun dia baru saja disuruh oleh Mike untuk keluar, tapi dia masih menguping pembicaraan antara dua orang itu dari luar.


Dia sama seperti Elaine, mengira Mike menahan Elaine untuk mencari tahu tentang keberadaannya wanita itu. Hal ini membuat Rena sedikit tidak senang.


__ADS_1


Di negara K, Eireen sudah mendengar berita tentang Mike yang telah menyelesaikan masalah perusahaan di ibukota. Dia merasa lega, dan sekarang fokus untuk merawat mamanya.


Dia berpikir hal-hal berjalan dengan baik. Eireen selalu tahu walau mamanya tidak pernah berkata apapun, tapi dalam hati kecilnya masih memikirkan Elaine.


Oleh karena itu masalah keluarga Tan kali ini dia tidak berani mengatakan kepada mamanya. Dia selalu menyembunyikan berita tentang keluarga Tan.


Pada hari ini setelah Elaine membaca berita tentang keluarga Tan, tiba-tiba dia mendapat panggilan telepon. Dia lupa mematikan laptopnya, tanpa sengaja mamanya masuk ke dalam kamar, dan melihat berita mengenai kejatuhan keluarga Tan.


Seluruh tubuh mama Tia menjadi membeku dan terkejut.


Ketika Eireen masuk ke dalam sehabis menelpon, dia melihat mamanya duduk di sofa, dia tidak memperhatikan wajah mamanya yang terlihat pucat.


"Ma, bukankah kamu seharusnya beristirahat di kamar."


Eireen salah paham, dia mengira mamanya sedang menunggunya.


"Aku tidak bisa tidur."


Tia melihat kekhawatiran di wajah Eireen, wajah dinginnya berubah menjadi lembut.


Dengan perasaan kacau dia menatap Eireen, tidak tahu bagaimana cara untuk bertanya.


Eireen tidak begitu memperhatikan ibunya, dia kemudian berkata, "kalau begitu aku akan menemanimu untuk nonton tv."


Pada saat yang sama Tia bertanya kepada Eireen. "Eireen apakah kamu masih membenci ayah dan saudari kembarmu?"


Eireen tertegun, "mama, kenapa kamu tiba2 bertanya hal seperti itu?"


Tia tidak bisa menyembunyikan kau tadi dia telah melihat berita di internet.


"Aku melihat di laptopmu tadi berita mengenai keluarga Tan. Kamu sudah tahu keluarga Tan mengalami masalah. Mengapa tidak memberitahu mama. Dan kamu selalu memperhatikan berita tersebut. Apakah kamu senang dengan masalah yang di alami oleh keluarga Tan, apakah membuatmu merasa puas?"


Eireen baru menyadari tadi sore dia lupa mematikan laptop. Dia berpikir bagaimana untuk menjelaskan kepada mamanya. Mamanya tidak tahu kalau dia mempunyai ikatan dengan keluarga Tan dan keluarga lee.


Happy reading all ❤️❤️❤️.


maaf hari ini satu episode ya. author masih tidak enak badan..❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2