
Nyonya Martha menunjuk ke arah Elaine. Namun tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Dadanya naik turun. Mengakibatkan nafasnya tidak teratur. Tidak lama kemudian dia jatuh pingsan.
”nyonya.."
Bibi yang berada disana, terkejut melihat nyonya Martha jatuh pingsan dan segera memapahnya.
"Nyonya.. anda kenapa?"
Nyonya martha tidak merespon. Dengan kedua mata yang tertutup dia terbaring lemas dipelukan bibi.
Bibi yang panik segera berkata kepada pelayan "cepat. Tolong nyonya pingsan."
Pengurus rumah lalu segera menghampiri dan terkejut melihat nyonya besar pingsan. Dia kaget dan langsung berteriak "cepat hubungi ambulans dan segera kabari tuan besar dan tuan muda, nyonya besar sedang dalam masalah."
Semua menjadi kacau karena kaget,hingga ambulan tiba barulah semuanya menjadi tenang.
"Elaine, kamu tidak ikut kerumah sakit?"
Tommy yang melihat nyonya Martha di bawa oleh ambulans, merasa sedikit khawatir. Walaupun dia tidak takut dengan keluarga Mike, akan tetapi sekarang status Elaine adalah menantu keluarga ini. Jika tersebar masalah ini, ia takut nama baik Elaine akan tercermar.
Namun hal ini bukan menjadi masalah bagi Elaine. "Untuk apa aku kesana? Menambah minyak di atas api? Papa tahu kan wanita itu Sangat membenci diriku."
Elaine kembali duduk di taman, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. "Pa, jangan berpikir terlalu jauh. Ini hanya masalah kecil."
"Tetapi jika Mike tahu bahwa kamu yang menyebabkan ibunya seperti ini, kelak akan memberi dampak yang tidak baik buat status kamu di keluarga ini."
Tommy tetap merasa kuatir dengan hal ini.
"Tidak baik? Jika demikian maka aku harus melihat, bagaimanw kemampuan mike untuk menyingkirkan aku.”
Elaine dengan wajah angkuh berkata seperti itu.
.,,.,.
Suasana tenang di perusahaan, seketika dipecahkan oleh bunyi suara ponsel. Hans yang melihat kalau tuan besar yang menelpon segera memberikan ponselnya kepada mike.
Setelah tersambung terdengar suara ayahnya yang dingin "ibumu masuk rumah sakit. Mike kamu harus segera pergi kerumah sakit."
Panggilan diakhiri, Mike mengerutkan keningnya kemudian dia berkata kepada anggota rapat "rapat di undur hingga siang nanti. Aku berharap bisa melihat proposal yang memuaskan. Rapat di bubar!"
__ADS_1
Setelah berbicara ia meraih kunci mobil. Kemudian sekitar lima belas menit kemudian dia telah sampai di rumah sakit. Ia menuju ruang kamar VIP tempat ibunya di rawat.
"Suamiku, kali ini apapun alasannya, aku tidak mau Elaine itu tinggal di rumah keluarga kita. Lihatlah dia itu, sedikitpun tidak ada menghormati aku sebagai mertuanya. Melawan orang tuan, dan membuat aku masuk rumah sakit. Ia bahkan sekarang tidak peduli. Siapa yang memberikan dia nyali begitu besar."
"Sudahlah, istirahat saja dulu. Dokter berkata kamu jangan emosi dulu. Butuh ketenangan. Masalah ini biar Mike datang lalu kita bicarakan."
Ayah Mike menenangkan nyonya Martha. Namun dari nada bicaranya, dia mendukung apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Aku tidak peduli, di keluarga ini jika ada dia, maka tidak ada aku. Begitupun sebaliknya. Aku tidak percaya Mike tidak menginginkan ibunya dan malah membela wanita j*la"g itu,"
Mike yang berdiri di depan pintu, tidak menyangka jika ibunya masuk rumah sakit karena berkaitan dengan Elaine.
"Hans, tolong Carikan infomasi apa yang terjadi tadi pagi di rumah."
"Baik."
Hans segera pergi dan meninggalkan rumah sakit menuju rumah utama.
Mike mengetuk pintu dan masuk "papa, mama apa yang telah terjadi?"
Nyonya Martha melihat Mike dan berkata dengan dingin " ini harus kmu tanyakan kepada istrimu yang baik itu. Berdiri di balik kasih sayangmu, dia malah tidak menghargai dan menghormati mama sebagai ibu mertua. Mike kali ini mama beri tahu kamu lebih baik kamu usir wanita itu. Jika tidak jangan mengakui aku sebagai ibumu!"
Mike merasa pusing kemudian dia berkata lagi " ma, jika aku ingin mengusir seseorang, beri aku sebuah alasan."
Nyonya Martha merasa marah lagi mengingat kejadian pagi ini, dadanya serasa sesak.
”sudahlah, jangan bicarakan lagi. Nanti kamu marah dan pingsan lagi."
Papa melihat wajah istrinya sudah merah, dahinya mengkerut "Mike, kali ini Elaine sudah keterlaluan, walau bagaimanapun ibumu adalah orang tua. Bagusnya kali ini kamu harus memberi pertanggungjawaban kepada ibumu. Jangan mengecewakan hati ibumu."
Walaupun papa menyampaikan kata yang tidak memihak, akan tetapi dari cara bicaranya sudah terlihat jelas.
Wajah Mike sedikit tegang, kemudian dia berkata "baiklah, aku tahu pa. Aku akan memeriksa masalah ini dahulu. Mama baik-baik dan jangan banyak pikiran. Jika memang kesalahan Elaine, aku akan membawanya untuk meminta maaf kepada mama."
"Siapa yang butuh permintaan maaf darinya.yang mama mau kamu usir dia. Tidak mama mau kamu ceraikan dia. Mama tidak mau melihatnya sedetikpun."
Nyonya martah memberontak.
Mike tidak bersuara, dia tidak pernah terpikir untuk menceraikan Elaine.
__ADS_1
Lagipula terhadap masalah ini, Mike tidak sepenuhnya percaya kepada mamanya. Karena selama ini mamanya selalu mencari masalah duluan dengan Elaine
"Masalah ini akan aku periksa dengan jelas. Nanti aku akan mengutus orang untuk menjagamu."
Dalam hati mike sudah ada rencana terhadap kata-kata mamanya. Ia menghidar setelah memberi pesan kepada mamanya lalu pergi.
Nyonya Martha sangat tahu kalau Mike sedang menghindari dirinya. Kemudian dia berkata kepada papa Mike " suamiku lihatlah Mike. Aku tidak tahu apa yang membuat Mike tergila-gila dengan Elaine. Sampai saat ini masih membela wanita itu.”
Mata papa Mike seketika larut. Kemudian dia berkata "jika kali ini Mike tidak bisa memberikan pertanggungjawaban, maka aku akan menemui ayah dan membicarakan masalah ini. Jika tidak keberadaan Elaine akan sangat mempengaruhi Mike. Ini akan menjadi kelemahannya."
Disaat yang bersamaan berita mengenai nyonya martha masuk rumah sakit, sudah tersebar di ibu kota. Berita tersebut menjadi perhatian di ibu kota.
Awalnya semua orang tidak tahu kalau putra keluarga Lee telah menikah. Tetapi pada acara ulang tahun ke 80 kakek.
Kakek Albert mengumumkan pernikahan Mike dan Elaine. Dan semua orang pun mengetahuinya.
Pada saat yang sama mereka juga mengetahui kalau nyonya Martha tidak menyukai menantunya.
…….
Royal sky, daerah super mewah di ibu kota. Hanya orang yang berkuasa dan kaya raya yang bisa membeli rumah di area ini. Kedudukan keluarga Tsu masuk dalam kalangan atas.
Rumah mewah dengan gaya Eropa menyebarkan aura kemewahan. Seorang pria sedang duduk di sofa dan dengan santai menekan ponselnya. Pria ini adalah Jay Tsu, yang baru saja pulang kerumah. Jay adalah teman Mike dan juga orang yang menemani Eireen ketika sedang ikut mendesain di luar negeri. Dia tahu rahasia Eireen, kalau dia menggantikan saudara kembarnya.
"Tuan, keluarga Mike Lee ada berita. Katanya sifat nona Elaine tiba-tiba berubah dan membuat nyonya martha masuk rumah sakit."
Bawahannya masuk kedalam ruangan dengan panik dan memberi tahu Jay tentang berita ini. Jay mengangkat kepalanya dengan kaget.
"Oh. Sifat apanya yang berubah?"
Jay seperti teringat dengan sesuatu. Jarinya terus menyentuh dagunya.
"Kalau yang saya dengar, nona Elaine seperti wanita yang manja dan arogan."
Bawahannya memberitahu tahu kepada jay.
Jay menyipitkan matanya. Jelas nyonya muda keluarga Lee sudah ganti orang lagi.
"Kamu pergi beritahu orang yang mengawasi rumah keluarga Lee. Suruh mereka tidak perlu awasi lagi."
__ADS_1
Jay memberi perintah lagi matanya memancarkan cahaya "terus beritahu semua orang, untuk pergi awasi keluarga Tan. Termasuk semua pintu keluar masuknya. Cari seorang wanita bernama Eireen Tan."
Happy reading all ❤️❤️❤️