
Benar juga, sebelum datang peringatan Tommy sudah terngiang-ngiang di telinga Eireen. Lagipula Tommy juga sesekali mengawasi laporan ' ini pekerjaanku sendiri, seharusnya tidak perlu melapor kepadanya.'
Pikiran Eireen berputar kemana. antara menerima atau tidak. Ia menjadi sangat bingung.
Melihat Eireen yang ragu, Mike tidak memaksanya untuk mengambil keputusan sekarang, kemudian ia berkata "kamu tidak usah jawab sekarang, kamu boleh memikirkannya dulu.” setelah mendengar perkataan Mike, Eireen lalu menganggukkan kepalanya.
Mike mengulurkan tangannya dan memberikan kembali naskah tersebut ke Eireen. "jika kamu punya waktu senggang, kamu bisa membantuku untuk merevisi beberapa naskah tersebut."
Eireen yang terpana dengan kata-kata Mike, lalu berkata "ah.. oh... baiklah.." Eireen mengangguk dan segera mengambil naskah tersebut. hatinya masih belum rela berpisah dengan naskah desain tersebut.
Mike mengiyakan kemudian lalu masuk ke kamar mandi.
Eireen tanpa sadar merasa ketakutan "apa malam ini dia akan tidur di kamar ini?"
Mike keluar dari kamar mandinya, kemudian langsung rebahan di ranjang dan bersiap untuk istirahat. Melihat Mike yang tidak beranjak pergi. hati Eireen agak gugup. Setelah menunggu cukup lama Eireen tidak melihat pergerakan dari Mike. Seketika itu juga dia merasa agak lega. Eireen membungkus tubuhnya dengan selimut yang lembut sebelum akhirnya tertidur.
Keesokan harinya,cuaca terlihat cerah. Setelah sarapan Mike segera pergi kekantor. Eireen yang diam dirumah juga tidak ada kerjaan. Melihat cuaca yang sangat bagus, Eireen segera meminta para pelayan untuk menyiapkan meja dan kursi yang bisa direbahkan,ia bersiap-siap merubah design yang di minta oleh Mike tadi malam.
Meja kecil itu malah diisi dengan cemilan dan minuman. Eireen malah memegang kumpulan naskah desain. sambil rebahan dia mulai menorehkan goresan di lembar kertas tersebut. Membuat dirinya sangat puas.
Megan yang keluar dari sisi taman lain melihat adegan Eireen sedang duduk sambil bersantai. Ia jadi benci sekali.
Beberapa hari ini Megan menaruh orang untuk bekerja di kediaman Mike, agar melihat tingkah laku Elaine yang mencuri kesempatan untuk keluar dan bersenang-senang di luar.
__ADS_1
Siapa sangka Elaine seperti orang yang berganti kepribadian, bahkan ia tidak menginjakkan kakinya keluar. Bukan hanya sifatnya yang berubah tidak pernah keluar rumah lagi. Dia mulai menggambar, membaca buku. Sudah Seperti berubah 180 derajat saja. hanya saja wajahnya tidak berubah sama sekali.
Megan bahkan sampai curiga, jangan-jangan Elaine di gantikan oleh orang lain. Bengong untuk waktu yang lama dengan segera Megan melambai tangannya ke arah pelayan yang sedang sibuk bekerja. " ira, sini sebentar!"
"nona Megan ." ira lalu berhenti melakukan pekerjaannya dan segera merapikannya pakaianya lalu menuju ke arah Megan. "Anda mencariku nona?"
Megan mengangkat dagunya lalu berkata "Elaine sedang apa disitu. kelihatannya serius sekali. ini sama sekali tidak cocok dengan sifatnya."
Ira segera menjawab "dengar-dengar dia sedang membantu tuan untuk mengoreksi beberapa desain." Ira berkata dengan sangat hati-hati. Takut Megan merasa dia tidak sigap untuk melapor.
"apa?" wajah megan sepenuhnya terkejut. Ia juga baru mendengar dari Tante Martha kalau Mike ingin mendirikan perusahaan desain sendiri.
Sejak kecil Megan memang selalu melihat banyak baju cantik, ia juga sudah mengamati banyak fashion show di seluruh dunia. Hatinya merasa kalau dirinya sendiri bisa membantu Mike.
Namun sekarang tanpa disangka Mike malah mempercayakan hal sepenting tentang desain kepada orang luar seperti Elaine.
"nona besar yang bodoh itu tau apa sih mengenai desain?" ucap Megan dengan penuh kesombongan. sebenarnya apa sih hebatnya Elaine, sampai Mike bisa terbujuk untuk memberikan benda penting seperti desain. Dan membuat Mike percaya kepadanya. Sambil melihat ke arah Eireen yang sedang menggores kertas dan memakan buah dengan santai memang nampak seperti dugaan Megan.
Megan sudah tidak ingin menunggu lebih lama lagi.Hatinya sudah sangat panas. segera ia masuk ke dalam rumah Nyonya Martha dengan penuh emosi. Baru saja ia masuk ke dalam, nyonya Martha segera memanggil nya.
"Megan? bukannya kamu mau menemui Mike? Kenapa kamu kembali secepat ini?"
Nyonya Martha melihat Megan dengan emosi, dengan ragu-ragu ingin bertanya. Dia sebenarnya senang Megan ingin bekerja bersama Mike. Mike butuh asisten untuk mendirikan perusahaan baru. Dan menurut nyonya martha, Megan adalah orang yang tepat.
__ADS_1
"Tante, aku bukannya marah untuk diriku sendiri. Apa Tante tahu, kak Mike tanpa di sangka memberikan naskah desain perusahaan barunya ke Elaine. dan menyuruh Elaine membuat desain."
Setelah bicara Megan berusaha keras menenangkan dirinya dan berkata "orang Seperti apa Elaine, Tante juga tahu jelaskan. Tidak usah bicarakan soal sifatnya. Soal jurusan kuliahnya saja, ia kuliah dengan jurusan keuangan. Kuliahnya saja tidak ia selesaikan dengan baik, ia membeli gelar kelulusannya dengan uang dari ayahnya. Pekerjaan seperti membuat desain, membiarkan Elaine yang mengerjakannya, setelah ia mengerjakannya bagus jika tidak membuat perusahaan kak Mike merugi."
"ya ampun! aku tidak menyangka akan ada masalah seperti ini." Nyonya Martha menarik tangan Megan sambil menghibur "tenang saja, aku nanti akan membicarakan hal ini kepada Mike. aku akan memberitahu kalau Elaine itu tidak mampu."
Megan menganggukkan kepalanya "Sekarang kita hanya bisa melakukan ini saja. sayang saja sih naskah desain itu tidak tahu di ubah jadi seperti apa oleh Elaine.”
Megan menundukkan kepalanya dengan depresi. Didalam hatinya ia merasa tidak setuju dengan perkataan Tante Martha. Kak Mike tidak tau kapan akan berkunjung ke rumah besar ini.
Kalau menunggu sampai kak Mike datang ke rumah semua akan terlambat. Nasi sudah jadi bubur. Mau bagaimana pun dia tidak ingin melihat Elaine pamer lagi kepadanya.
Eireen meregangkan tubuhnya dan bangkit berdiri dari kursinya. Naskah desain yang ia koreksi baru selesai setengahnya dan ia sudah berhenti. Sebenarnya pekerjaan membuat desain itu sangat rumit dan membuat otak panas. membutuhkan banyak sekali inspirasi.
Setelah minum teh di sore hari Eireen segera berjalan-jalan, lalu dia berinisiatif untuk datang mengunjungi kakek. Sekalian membawakan Hadiah baju yang di beli kemarin.
Saat Eireen sudah sampai di kediaman Kakek, kakek sedang melukis. melihat Eiren masuk, kakek sangat senang " ayo.. sini masuk nak.. lihat lukisan kakek bagus tidak?"
Happy reading all..❤️❤️❤️❤️
semoga suka dengan ceritanya ❤️❤️❤️
jangan lupa like, vote dan komen
__ADS_1