
Satu Minggu kemudian, Tommy membawa Elaine yang asli kembali ke rumah Mike.
Dalam perjalanan Tommy dengan sangat khawatir mengingat kan dirinya. " Elaine sayang, kamu harus berhati-hati di rumah keluarga Mike. Keselamatan dirimu adalah yang terpenting. Kamu tahu?"
Elaine mengangguk dengan cuek.
Sepuluh menit kemudian dia tiba di rumah Mike. Elaine membawa kopernya lalu menyipitkan matanya. Dia memandang sekitar, entah apa yang dia pikirkan.
Tommy juga mengikuti Elaine turun dari mobil."ayo Elaine, aku akan menemanimu masuk."
Dia sambil berkata dan ingin membawakan koper Elaine. Dia tidak menolaknya bahkan membiarkan ayahnya membawa koper tersebut masuk ke dalam rumah.
"Selamat sore nyonya muda."
"Tuan Tommy, nyonya muda."
Pelayan yang berjalan menyapa kedatangan Tommy dan Elaine. Dan Elaine mengabaikan salam tersebut.
Tidak lama kemudian, elaine tiba di ruang tamu. Lingkungan yang akrab namun asing ini membuat dia mengerutkan keningnya.
Karena ruang tamu yang dia lihat, bukanlah ruang tamu yang dingin seperti dalam ingatannya. Dan disekelilingnya banyak dekorasi dan bunga yang membuat ruangan tersebut menjadi sangat hangat.
Elaine tahu bahwa ini adalah karya Eireen. Hatinya menjadi tidak nyaman.
Apalagi dia mengingat bahwa kedepannya dia akan menggunakan barang yang pernah di gunakan oleh Eireen. Hatinya semakin tidak nyaman.
"Pengurus rumah tangga, pengurus rumah tangga."
"Nyonya muda, apa yang terjadi?"
Kepala pengurus rumah lalu datang dengan terburu-buru.
"Ganti semua perabotan di ruangan ini dan juga kamar. Semuanya harus di ganti dengan yang baru."
Elaine menunjuk semua perabotan di sekitarnya. Dia teringat sesuatu dan melanjutkan "dan sampah-sampah semua yang tidak berguna. Semuanya di buang."
Dia sambil berkata kemudian menunjuk barang-barang yang dibeli oleh Eireen.
Pengurus rumah itu lalu menjawab "nyonya kenapa mau dibuang, bukankah Anda baru membelinya, dan barang-barang ini masih bagus dan baru."
__ADS_1
"Aku menyuruhmu untuk mengganti semua perabotan ini dengan yang baru. Kamu hanya perlu lakukan sesuai perintah dariku. Kenapa kamu harus banyak tanya?"
Elaine dengan tidak sabar menegurnya. Dalam hatinya bahkan lebih marah kepada Eireen.
Tidak tahu bagaimana wanita itu mendisiplinkan para pelayan di rumah ini, sehingga mereka berani mempertanyakan kata-kata majikannya. Warga biasa hanyalah warga biasa.
Tommy yang berada di samping juga mengerutkan keningnya. Dia berkata dengan tidak senang."pengurus rumah tangga, jika Elaine ingin mengganti yang baru, maka kamu tinggal melakukannya. Jika kalian keluarga Mike, tidak ingin mengeluarkan uang. Kami bisa membelikan perabotan baru. Kami bisa membayarnya sendiri."
Setelah mendengar kata-kata ini, pengurus rumah merasa ada yang berbeda. Karena kata-kata Mike jelas-jelas menampar wajah keluarga Mike.
Dia melihat ke arah Elaine. Entah kenapa bahwa nyonya muda berubah total. Tidak ada sifat lemah lembut seperti dulu. Sikap tubuhnya memancarkan aura sombong.
Kepala pengurus mengamati Elaine dalam hati. Kemudian dia berkata "tuan Tommy, terlalu berat mengatakan hal seperti itu. Uang kecil ini keluarga Mike tidak menganggapnya di dalam mata."
"Jika begitu, ayo cepat lakukan sesuai perintah Elaine."
Tommy mengerutkan keningnya dan terlihat tidak puas dengan sikap pengurus rumah tangga ini.
Ekspresi kepala rumah tangga seketika menjadi kaku. Dia tidak berani menunjukkan karena dia mengingat identitas nya saat ini. Pada saat yang sama hatinya menjadi sangat tidak nyaman.
"Apa yang dikatakan oleh tuan Tommy benar. Aku akan meminta para pelayan untuk mengganti perabotan disini. Tetapi mungkin membutuhkan waktu yang lama. Apakah tuan Tommy dan nyonya muda mau duduk di rumah utama untuk sementara waktu?"
"Tidak perlu, aku akan duduk di taman. Kamu meminta orang untuk mengantarkan ko… lupakan saja, antarkan jus dan juga Snack."
Kepala pengurus rumah tangga mengangguk dan berbalik pergi untuk melayaninya.
Beberapa menit kemudian Elaine dan Tommy sedang duduk santai di taman dan mengobrol. Tetapi pelayan sedang sibuk untuk mengganti semua perabotan yang tadi di minta oleh Elaine.
Gerakan para pelayan itu tidak kecil, sehingga menimbulkan kekhawatiran rumah utama.
Nyonya Martha berdiri di balkon dan melihat ke arah rumah Mike. Ketika dia melihat bahwa para pelayan sedang memindahkan perabotan keluar. Dia mengira kalau Mike akan pindah rumah.
"Bibi, coba tanyakan pada pelayan rumah Mike, kenapa mereka memindahkan perabotan ke luar. Apakah mereka mau pindah ke luar?"
Nyonya Martha meminta bibi untuk bertanya.
"Baik."
Bibi. Menerima perintah dari nyonya besar, dan bersiap-siap untuk pergi. Tapi kemudia terdengar lagi suara nyonya Martha "lupakan saja, biar aku yang pergi sendiri."
__ADS_1
Setelah selesai berkata , dia turun ke arah rumah Mike.
"Kepala pengurus rumah, apa yang terjadi? Kenapa semua perabotan di bawa keluar.”
Kepala pengurus lalu menyeka keringatnya dan dengan hormat menjawab "nyonya besar, nyonya muda yang memerintah kan hal ini."
"Elaine yang memerintahkan? Apa yang ingin wanita sialan itu lakukan?"
Nyonya Martha merespon dengan penuh kemarahan dan emosi.
"Nyonya muda mengatakan bahwa perabotan ini sangat tidak enak di pandang. Jadi dia menyuruh kami untuk mengganti semua dengan yang baru."
Kepala pengurus memberi tahu semua dan memberi tahu maksud Elaine.
"Apa?" Nyonya martha memandang dengan penuh amarah. "Yang dia maksud tidak enak di pandang itu apakah perabotan ini atau aku sebagai ibu mertuanya?"
Pengurus rumah hanya memandang nyonya Martha yang terlihat sangat marah.
Dia tidak mengatakan apa-apa. Karena dia tahu yang membeli perabotan itu adalah nyonya Martha untuk tuan muda dan semuanya dia pilih menggunakan hatinya.
Nyonya Martha masih marah "perabotannya masih bagus, apakah kamu tahu berapa biaya untuk mengubah set perabotan menjadi baru? Apakah dia kira semua uang keluarga ini muncul dengan di tiup angin. Tidak apa-apa kalau dia tidak dapat membantu Mike. Dia malah membuat masalah dan sepanjang hari, dan membuat hubungan keluarga menjadi buruk."
Pengurus rumah menunduk dan membiarkan nyonya Martha mengutuk Elaine.
Setelah beberapa saat, nyonya martha sudah cukup meluapkan emosinya. Dia lalu berkata kepada pengurus rumah "dimana nyonya muda kalian? Panggil dia untukku. Sekarang!"
"Nyonya muda ada di taman belakang bersama tuan Tommy."
Pengurus rumah mengatakan hal yang sebenarnya.
Nyonya Martha mendengus, tetapi dia tidak mempedulikan Tommy.
"Panggil dia kemari, dan aku akan bertanya kepada dirinya apa alasan dia untuk mengganti semua perabotan ini."
"Silahkan nyonya tunggu sebentar."
Pengurus rumah menerima perintah dan berbalik memanggil para pelayan lain untuk memanggil Elaine.
Di taman, Elaine mengetahui bahwa ibu mertuanya ingin bertemu dengan dirinya. Alisnya sedikit berkerut.
__ADS_1
"Apa yang dia minta dariku."
Happy reading all ❤️❤️❤️❤️