
Mike sudah berpakain dengan rapi dan turun, pelayan berkata dengan hormat "Tuan Muda, sarapan sudah siap."
Mike terus saja berjalan keluar dan langsung berangkat kerja.
Eireen yang keluar dari ruang makan, melihat Mike yang langsung berangkat tanpa sempat sarapan.
Eireen tidak ingin lagi menyinggung masalah saham. Dia harus bertahan sampai dengan waktu kesepakatan dengan Tommy. Setelah itu dia tidak akan ada sangkut pautnya dengan keluarga ini.
Eireen lalu kembali ke kamarnya. Tanpa pekerjaan, dia tidak ingin terlalu santai menikmati waktunya seperti Elaine. Eireen menemukan beberapa gambar manuskrip, dia lalu mulai bersiap untuk menggambar beberapa desain. Dia ingin menghabiskan waktunya dengan sangat berguna, jadi ketika dia sudah tidak menjadi nona muda lagi keahlian mendesainnya akan semakin baik.
Tuan muda tidak ada di rumah, dan nona muda mengurung diri di kamar. Ira yang melihat keadaan itu dengan segera pergi kerumah utama untuk melapor kepada Megan.
……….
"Jadi maksudmu kak Mike dan wanita itu bertengkar hebat sampai tidak bertegur sapa karena soal saham?" Megan yang mendengar infor dari Ira bertanya dengan penuh semangat.
Ira mengangguk" benar nona,aku mendengar hal itu. saking marahnya tuan muda sampai pergi tanpa sarapan sama sekali."
Megan sangat merasa senang lalu berkata " kak Mike itu tipe orang yang sangat tidak suka dengan orang bermuka dua. Elaine kali ini tidak akan selamat. Dia seperti menodongkan dirinya depan senjata."
Ira yang mendengar kata-kata Megan barusan, lalu menundukkan kepalanya. Di juga merasa setuju. Karena itu ia merasa kata-kata Megan tidak ada yang salah.
"Kerjaanmu akhir-akhir ini sangat bagus, teruslah mengawasi dan memberi kabar padaku." Megan lalu membuka lacinya dan melemparkan sejumlah uang kepada Ira.
"Baik nona, saya akan selalu mengawasi dan memberi kabar terbaru." Kata Ira dengan senyum senang mendapat uang dari Megan.
Ketika Ira keluar dari kamarnya, Megan segera pergi menuju kamar Tante Martha dengan perasaan hati sangat gembira. Dia lalu mengetuk pintu kamar tantenya.
__ADS_1
"Silahkan masuk." Terdengar suara lembut wanita dari dalam kamar.
Ketika Tante Martha yang melihat ternyata yang mengetuk pintu adalah Megan dengan segera dia berkata ”kamu ini, mau masuk, masuk saja. Tidak usah pake acara ketuk pintu segala."
Megan dengan senyum manja lalu bergelayut manja pada tangan tantenya "Tante, saya punya sesuatu yang ingin dibicarakan."
"Ada apa? Tumben kamu begitu sangat sopan pada Tante?"
"Ah… tante, begini… sejak kepulangan kak Mike kita sekeluarga tidak pernah makan bersama. Megan berencana akhir pekan ini,lebih baik mengajak kak Mike, paman dan kakek untuk makan malam bersama. Megan sudah memesan sebuah tempat di gedung Sky." Megan sambil berbicara dia menggoyangkan tangan tantenya, seperti anak kecil yang ingin minta sesuatu.
Tante Martha sangat menyukai sifat manja dan centilnya itu lalu berkata"oke. Oke.. kamu gadis yang sangat perhatian sekali. Menantuku memang seharusnya seperti kamu. Sangat peka dan perhatian."
,.....,.
Kantor presiden grup Mike,dia sedang sibuk memeriksa dokumen perpanjangan kontrak kerjasama dari perusahan lain. Setelah membaca pengajuan kerjasama tersebut, alisnya segera bergerak naik dengan nada dingin dan arogan di lalu melempar dokumen tersebut lalu berkata pada Hans "kembalikan dokumen itu dan suruh mereka buat ulang."
Dengan singkat nyonya Martha berkata " nanti malam ada makan malam keluarga, seluruh keluarga berkumpul, datanglah tepat waktu.”
"Baik!" Mike tidak menolak ajakan tersebut. Sangat normal bagi keluarga untuk makan malam bersama.
Waktu sibuk berlalu dengan sangat cepat, hari sudah mulai malam, Eireen mendengar bunyi ponselnya. Dia sedikit terkejut ada apa Mike menghubungi dirinya. Lalu dia mengangkat ponselnya "turun! Aku akan mengajakmu makan malam." Belum sempat mengucapkan satu kata pun telepon sudah di tutup.
Eireen cukup tertegun, Mike menghubungi dirinya atas inisiatif sendiri. Walau tidak ada yang dibicarakan. Sejak kejadian itu Mike selalu pergi pagi-pagi sekali dan pulang larut malam.
Eireen juga sengaja berlama-lama,dia memakai blouse warna putih yang bagian lehernya sedikit menggantung. Rambutnya dia biarkan tergerai. dia lalu makeup tipis. Itu terlihat santai tapi membuat pesona Eireen terlihat.
__ADS_1
Ketika Eireen turun,Mike tidak bisa berhenti menatap Eireen lebih lama. Mike merasa bahwa istrinya ini sangat pandai dalam berdandan dan cocok dengan tempat.
"Maaf membuatmu menunggu. Tidak terlalu lama kan? Kenapa kamu tiba-tiba berpikir untuk mengajak aku keluar makan malam?" Sambil berbicara Eireen merapikan tas di lengannya.
"Ini makan malam keluarga, kakek juga hadir di sana.” jawab Mike dengan santai.
Eireen mengangguk ternyata ini makan malam keluarga. Benar saja pada saat mereka tiba, seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di restoran tersebut. Kakek juga sudah tiba.
Begitu Eireen masuk ke dalam restoran tersebut, yang pertama dia lihat adalah Kakek yang penyayang dan penuh kasih itu. Kakek yang melihat Eireen datang lalu berkata "ayo kemari Elaine, duduk di sebelah kakek."
Eireen segera menghampiri kakek, sebelum duduk dia menyapa kedua mertuanya "papa,mama."
Tapi wajah keduanya terlihat acuh.
Eireen juga tidak terlalu mempedulikan hal tersebut.
Suasana terasa sunyi untuk beberapa waktu, dengan suara riang Megan lalu berkata " karena semua orang sudah berkumpul di sini, ayo kita mulai memesan makanan, terakhir kali kita makan malam bersama suasananya sedikit kurang enak."
Sesudah itu ia meminta pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Lalu Megan mulai membual lagi "kali ini karena teman yang mengalah pada Megan, makanya kita bisa berada di sini. Karena tempat ini sangat sulit untuk di pesan. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini ya. Mari kita semua makan enak." Dengan nada manjanya membuat ayah dan ibu Mike tersenyum.
Megan dengan cepat memesan menu favorit dari ayah, ibu , kakek serta kak Mike. Setelah itu sambil tersenyum ia berkata pada ayah Mike "paman, kata Tante tekanan darah paman sedikit tinggi akhir-akhir ini. Jadi Megan tidak memesankan minuman keras, paman minum jus yang sama seperti Tante saja ya."
Ayah Mike yang mendengar perhatian dari Megan lalu tersenyum karena dia sedang dalam perasaan hati yang baik.
Melihat Megan sendiri mampu mengurus semuanya dan serba bisa, kakek lalu memujinya "gadis ini memang sudah sangat perhatian, dari dulu sampai sekarang."
Ketika mendengar ayahnya memuji Megan dengan segera nyonya Martha membuka suara "Benar sekali ayah, Megan memang anak yang perhatian dan selalu membuat orang menjadi nyaman. Tidak seperti orang itu.. yang tahunya hanya mencari masalah saja dirumah."
__ADS_1
Happy reading all ❤️❤️