
Mike mencoba menurunkan harga dirinya. Mencoba membujuk Elaine untuk pulang.
Meski Elaine terkejut dengan sikap lembut Mike. Tapi dia masih bersikeras tidak ingin pulang. "Di tempat papaku, di sini dia hanya seorang diri.aku tidak tenang, jika ada yang mau kamu diskusikan, tunggu aku kembali setelah papaku membaik."
Setelah mengatakan hal itu, Elaine lalu mematikan teleponnya.
Tommy melihat dia baru saja memutus sambungan teleponnya, dan berjalan menghampiri "ada apa? Apa telepon dari Mike?"
Elaine mengangguk "memintaku pulang dan ingin berdiskusi denganku."
Berbicara sampai disini, sepasang matanya agak menyipit dan ada kilatan cahaya "pa sepertinya Eireen bukan wanita tidak berguna. Setidaknya dia sudah membantuku untuk mengikat pria dengan erat."
Tommy seketika tidak mengerti dan tidak paham apa yang dimaksud oleh Elaine "kenapa kamu bisa bilang begitu?"
Elaine tertawa kecil, kemudian tersenyum "pa, apa kamu tahu? Tadi Mike memintaku pulang dengan nada suaranya lebih lembut. Kalau dia sungguh mencintaiku, aku rasa kali ini kita bisa mendapatkan keuntungan dari keluarga Lee."
……
Di waktu yang sama, di villa keluarga Tsu, di ruang tamu, Jay sedang duduk di sofa.
Dan di hadapannya berdiri anak buahnya yang dengan hormat melapor sesuatu.
"tuan muda, Eireen yang anda cari sudah di temukan. Dia dan mamanya di kirim oleh Tommy Tan ke negara K."
Alis Jay terangkat dan melambaikan tangannya ke pada anak buahnya "ambil datanya ke sini untuk aku lihat."
Anak buahnya dengan hormat memberikan dokumen tersebut kepada jay.
Jay kemudian membaca berkas tersebut dengan cepat. Lalu dengan tersenyum dengan lebar dia berkata " pesan penerbangan paling pagi ke negara K."
Eireen juga tidak tahu kalau keberadaannya sudah terlacak oleh orang lain.
Beberapa hari ini dia setiap hari menemani ibunya di rumah sakit. Menemani ibunya terapi. Dia sangat lelah namun merasa sangat senang.
Beberapa hari ini dia juga tidak ada memikirkan Mike. Tentu saja dia tidak akan melupakannya, tapi dia menyimpan Mike di lubuk hati terdalam. Mungkin tunggu dia sedang tidak ada aktivitas, rasa rindu itu akan kembali menyerangnya,
Hari Ini setelah Eireen menemani mamanya terapi, dia kembali kerumah kontrakan untuk makan siang.
__ADS_1
Namun baru saja berjalan keluar dari pintu utama rumah sakit. Langsung terlihat orang yang dia tidak disangkanya. Dia terdiam dan terpaku. "Kenapa kamu bisa ada di sini?”
Eireen menaham kuat matanya yang kaget lalu melirik ke atas "memangnya apa ada hubungannya dengan dirimu?"
Setelah dia mengatakan hal itu, dia bersiap untuk pergi dan melewati Jay, tetapi kata-kata dari Jay membuatnya kembali terdiam.
"Tidak ada hubungannya denganku. Tapi aku penasaran sekali, apa aku harus memanggil kamu Eireen atau Elaine?"
Jay berkata dengan nada bercanda, dan memandang bayangan Eireen.
Eireen dengan cepat membalikkan badan, lalu berkata dengan ekspresi wajah yang dingin dan berat "kamu menyelidiki aku."
Jay tidak membantah, dengan sangat terang-terangan mengakui " benar, bagaimanapun kamu adalah penolongku bukan?"
Nafas Eireen tersedak. Sepasang matanya melihat ke arah Jay dengan erat. Tidak pernah terpikir olehnya kalau Jay akan menyelidiki dirinya.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?"
"Gadis kecil, jangan takut. Aku hanya ingin membalas Budi."
Eireen mendengar tentang mike, hatinya tiba-tiba sangat sakit.
"Mike terus di bohongi. Keluarga Lee juga merancang dengan sangat baik. Kalau itu kamu, mungkin kamu juga tidak akan tahu."
Eireen menatap tajam Jay, mencoba untuk membela Mike.
Jay melihat ke arah Eireen terus. Sepasang mata menyipit. Dia tidak ingin berdebat dengan wanita ini mengenai masalah Mike.
Dia menggoyangkan pundaknya "baik kita tidak akan membahas masalah ini, sekarang kamu mau kemana?aku temani kamu."
"Tidak perlu, aku tidak perlu balas Budi dari kamu."
Setelah Eireen berkata dia lalu membalikkan badannya.
Jay melihat punggung wanita itu meninggalkan dirinya, kemudian dia bergumam "gadis kecil, begitu inginnya kamu memutus hubungan denganku. Aku tidak akan mewujudkan keinginan mu."
Dia bergumam dan tetapi mengikuti eireen dari belakang. Eireen tentu saja tahu kalau dia sedang di ikuti oleh pria itu. Dia mempercepat langkahnya. Ingin menyingkap orang di depannya. Tidak peduli bagaimana kerumunan orang-orang, dia hanya ingin segera berlalu.
__ADS_1
"Jay sebenarnya apa yang kamu mau?"
Terakhir Eireen tidak tahan lagi, kemudian dia menghentikan langkahnya. Berbalik badan dan marah memandang Jay dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Jay yang melihat Eireen yang akan meledak karena marah, kemudia tertawa ceria ”tadi bukannya aku sudah bilang, aku mengikuti kamu karena ingin balas Budi."
Melihat paras wajah Jay, yang terlihat sangat genit daripada seorang wanita, tiba-tiba Eireen menjadi terpaku sebentar.
Setelah dia sadar kembali, dia mundur dengan cepat,dengan mata yang penuh amarah dia berkata"Jay Tsu."
Jay terlihat oleh Eireen kalau dia sedang sangat marah. Matanya lalu berkedip, menyimpan kembali raut wajahnya yang bercanda. Menghibur dan berkata "baik jangan marah lagi.nanti kalau aku sudah mengantarmu pulang, aku tidak akan mengikutimu lagi. Ok?"
Eireen terus memandang pria di depannya ini. Dia mengerti dengan jelas, jika dia menolak. Pria ini tetap akan mengikuti dirinya.
"Ingat perkataan mu, kalau kamu sudah mengikuti ku dirumah, jangan mengusikku lagi."
Terakhir Eireen masih tidak tahan dan menambah sepatah kata "adalagi, aku tidak perlu balas Budi. Waktu itu aku menolong mu karena kebetulan saja."
Setelah dia berkata, dia tidak memperdulikan Jay lagi. Dia berjalan masuk ke dalam apartemen.
Setelah beberapa menit, mereka sampai di apartemen.
Ujung mata Eireen menyorot ke arah Jay. "Aku sudah sampai? Apakah kamu sekarang sudah boleh pergi?"
Jay terlihat bahwa Eireen sangat tidak sabar. Dia lalu tersenyum dengan tidak senang."kamu Gadis kecil yang tidak tahu di untung."
Eireen memandang tajam pria itu dan tak berbicara. Tapi maksud mengantar tamu dengan sangat jelas
Jay merasakan bahwa Eireen sudah berteguh hati tidak ingin berhubungan dengan dirinya. Dia lalu menggoyangkan bibirnya. Kemudian berbalik dan pergi.
Eireen jadi lega. Dia sangat takut pria ini sama seperti waktu di rumah sewaan ya, tidak tahu malu dan selalu mengusik dirinya.
Dalam apartemen, dia menyiapkan sup penambah stamina untuk ibu nya. Lalu beristirahat sejenak. kemudian berangkat kembali menuju rumah sakit.
tidak di sangka, baru saja dia tiba di depan pintu kamar rumah sakit, dia mendengar suara ibunya sedang tertawa dengan seseorang. siapakah dia?
happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1