
Pada saat yang sama di rumah sakit spesialis otak di negara K. Eireen duduk bingung dekat jendela kamar pasien. Kedua matanya menatap keluar dengan tatapan kosong.
Sudah seminggu sejak ia pergi meninggalkan Mike. Minggu ini dia hidup dengan sangat tidak baik.
Terutama ketika dia kembali ke apartemen yang sepi, kerinduan dirinya kepada Mike semakin menenggelamkan dirinya.
Sekarang dia tidak berani tinggal sendirian, dia takut akan lepas kontrol akan kerinduan yang menderanya.
Sekarang satu-satunya harapan dia kuat dan bertahan adanya ibunya di sisinya. Keadaan ibunya yang bisa tiba-tiba sadar dan membaik kapan saja.
Tepat ketika pikirannya melayang jauh tiba-tiba terdengar suara "uhu…."
Pada awalnya Eireen tidak menyadari nya, dia masih terjebak dalam pikiran dan kesedihannya sendiri.
"Uhuk… uhuk… uhuk…"
Seiring suara ini, Eireen tiba-tiba terkaget.
Dia kaget dan senang lalu bergegas ke samping tempat tidur. Menangis sambil memegang tangan ibunya "ma, ma, apakah kamu sudah bangun? Akhirnya kamu bangun!"
".....…."
Di ranjang rumah sakit, kesadara Tia tidak begitu jelas. Dia tidak merespon Eireen, dia hanya membuka mulutnya, meminta minum.
Beberapa detik kemudian, Eireen Baru sadar dari kegembiraan, dia lalu memencet bel dan mengambilkan minum air hangat. Membasahi kapas, dan menyeka bibir mamanya yang pucat dengan lembut.
Tidak lama kemudian dokter dan perawat bergegas datang.
"Dokter kamu segera lihat ibuku, dia baru saja bicara.Apakah dia telah sembuh?"
Eireen dengan semangat meletakkan gelas air. Dia sambil berbicara dengan bahasa asing. Sambil menarik dokter untuk memeriksa mamanya.
Satu jam kemudian, dokter selesai memeriksa keadaan Tia, lalu berkata "selamat nona Eireen, setelah pemeriksaan kami beri tahu bahwa keadaan nyonya Tia sudah pulih kesadarannya. Dan bangun dari situasi koma."
"Benarkah? Bagus sekali akhirnya mamaku bangun."
Eireen tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya saat ini, dia hanya meremas tangan dokternya dan menangis sambil tertawa.
Dokter dan perawat sangat mengetahui perasaan eireen.oleh karena itu mereka juga sangat senang.
Dalam kamar pasien, Tia sudah tertidur. Eireen juga tidak peduli. Dia duduk di samping Tia, menatap wajah mamanya. Bagaikan takut kalau ini sebuah mimpi.
__ADS_1
Dan dia melihat sepanjang malam. Sampai subuh dirinya tidak tahan lalu tertidur.
Keesokan harinya ketika sinar matahari masuk dari jendela rumah sakit. Tia yang tadinya tertidur lelap, terbangun akan kecerahan sinar matahari. Dia membuka mata perlahan dan pandangan di rumah sakit membuat pikirannya kosong.
Dia secara alami bangun, dia tertegun melihat Eireen sedang tertidur di sampingnya.
Apalagi melihat wajah putri nya yang sangat kurus, hatinya sangat sakit dan matanya memerah.
Meskipun dia dalam keadaan koma. Melihat putrinya sangat kurus, dia pasti membayangkan betapa menderitanya putrinya berjuang untuk menyembuhkan dirinya.
Tia memandang Eireen dengan tatapan bersalah. Dia ingin menyentuh Eireen, tapi dia tidak berani karena akan membangun kan Eireen yang sedang tertidur.
Dalam mimpi Eireen merasakan sebuah pandangan tersembunyi sedang memandang dirinya. Dia mendengus dan membuka matanya melihat siapa yang sedang menatapnya. Dia ingin bergerak tetapi tubuh nya ditahan oleh seseorang.
"Mama."
Eireen menatap ibunya yang sudah lama tidak sadarkan diri dengan tatapan tidak percaya.
Beberapa detik kemudian dia tersadar dan memeluk Tia dengan sangat erat. "Bagus sekali, akhirnya mama bangun."
Dia memeluk erat pada tubuh Tia yang kurus. Air matanya terus mengalir dari matanya.
Tia juga memeluk Eireen dengan mata penuh air mata dan wajah bersalah.
Eireen menggelengkan kepalanya. Pada saat ini ia tidak dapat berkata-kata karena dia sangat gembira.
Untuk waktu yang lama, Eireen dan Tia mulai tenang kembali.
"Eireen bagaimana kabarmu selama ini? Apakah kamu menunda belajarmu? Dan bagaimana kamu mendapatkan uang untuk merawat penyakitku? Apakah kamu…."
"Bukan."
Eireen tahu apa yang sedang di tanyakan oleh mamanya. Dia segera menggelengkan kepalanya untuk menyangkal.
Dia tidak ingin memberi tahu perihal perjanjian nya dengan Tommy.
Kalau tidak, ibunya akan selalu menyalahkan dirinya. Dan ini tidak bagus untuk kesembuhan ibunya.
"Ma kamu jangan khawatir, aku tidak pergi mencari keluarga Tommy. Biaya perawatan mu aku dapat dari penjualan desain secara online. Dan kerja sampingan di luar ketika waktu luang. Sekarang aku adalah desainer yang cukup terkenal di masyarakat."
Eireen mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan hasil karyanya di forum kepada Tia. Dan mengatakan beberapa hal dalam hidupnya.
__ADS_1
Tia telah menghilangkan keraguannya.akan tetapi rasa bersalah nya kepada Eireen masih tetap ada.
Dia dengan tertekan memegang Eireen dan berkata penuh linangan air mata "Eireen, maafkan mama telah menyusahkan mu."
Eireen menggelengkan kepalanya "tidak susah ma, selama mama bangun dan sehat kembali. Apapun tidak susah."
.....
Dalam negeri
Nyonya Martha sangat kesal dibuat oleh Mike karena membela Elaine. terlebih mengingatkan dia untuk tidak mengusik Elaine.
kebetulan sekali Elaine mengetahui semua perbuatan dia , membuat dirinya harus menjauh dulu untuk sementara dari Elaine. jangan sampai wanita itu melapor kepada kakek.
Tapi dia juga menyuruh orang untuk mengawasi gerak gerik Elaine. tetapi semua orang suruhannya berhasil disingkirkan oleh Elaine.
Elaine tentu tahu tentang hal ini, namun dia tidak memperdulikan.
Dimatanya, nyonya Martha, sama seperti belakang musim semi. yang tidak akan bertahan lama. dan juga sekarang ini sangat banyak masalah yang harus dia selesaikan. Jadi dia tidak terlalu memperdulikan masalah ini.
Beberapa hari ini Mike juga sibuk di kantor. Tidak tahu kalau Elaine selalu pergi pagi pulang malam.
karena setiap dia sudah pulang malam, Elaine sudah tidur di kamarnya.
Hari ini setelah Elaine menunggu Mike pergi kerja, dia berencana untuk menengok anaknya dirumah keluarga Tan. Tiba-tiba ponsel di sakunya berdering.
"Elaine, mana naskah gambarmu? kenapa sudah tiga hari ini kamu belum menyerahkan naskahmu? dan kenapa kamu tidak datang ke kantor. hari ini ada rapat di kantor."
Diponsel terdengar suara dingin Lita, dia seperti memegang kesalahan Elaine. memaki Elaine habis-habisan.
Elaine merasa bahaya, dan menyipitkan matanya. Dia tentu bisa menebak siapa yang menelponnya. Tapi dia sebagai nona muda di keluarga Tan tidak pernah di marahi orang seperti ini. Dia lalu tidak bisa menahan amarah dan menjawab "kamu itu siapa?
berani sekali kamu memarahi aku. hey Lita mulai sekarang kamu dipecat dari kantor. aku harap, aku datang kekantor dan tidak melihat wajahmu lagi."
Dikantor, lita tidak menyangka Elaine bisa merespon seperti itu. Bahkan memecatnya lagi.
Pertanyaan dari wanita itu belum selesai diucapkan. Elaine dengan tanpa perasaan memutus sambungan teleponnya.
Kita sangat marah sekali "Elaine, dasar wanita murahan kamu."
Happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1