Cinta Eireen

Cinta Eireen
Bab 45


__ADS_3

Megan yang terlihat seperti seorang saudari yang akrab lalu membuat dia terlihat seperti tuan rumah yang baik. Jika melihat sekilas dia terlihat sangat baik dan ramah.


Eireen mencibir sambil tetap menjabat tangan Megan, "tidak apa-apa, kita semua keluarga. Untuk apa merasa sungkan."


Megan yang melihat kalau Eireen mengikuti sandiwara yang dibuatnya, sambil berbincang dan berbasa basi.


Ruangan sudah mulai ramai, tetapi Eireen merasa di abaikan, karena mereka mulai asyik ngobrol sendiri. Eireen hanya duduk diam mendengar mereka ngobrol.


Ketika sedang tenangnya, tiba-tiba Tante Maria ingin pamer kepada Eireen lalu dia berkata kepada Megan "Megan aku dengar kamu masuk ke dalam perusahaan Mike ya? Sebagai asisten Mike lagi ya. Aku pikir ini sangat bagus, apalagi kalian berdua sudah tumbuh bersama sedari kecil,kalian berdua mampu dan berbakat."


Saat Tante Maria berkata seperti itu, ia dengan sengaja melirik Eireen. Jika itu adalah Elaine, sudah pasti dia akan ngamuk dan pergi dari tempat itu. Tapi ini adalah Eireen, dia tetap duduk di tempatnya seolah-olah tidak mendengar sesuatu.


Megan yang merasa di atas angin lalu menjawab " ya Tante, saya sangat senang bisa membantu kak Mike di perusahaan."


Megan terlihat lembut dalam menjawab pertanyaan Tante Maria, membuatnya makin di sukai.


Tante Maria lalu berbalik sambil tersenyum berkata " kamu akan sangat membantu mike, tidak seperti seseorang yang hanya tau menyusahkan saja. Sudah tau tidak punya kemampuan, masih memaksa untuk ambil bagian."


Maksud dari perkataan Tante Maria tidak lain dan tidak bukan untuk menyindir Eireen. Semua mata tertuju pada eireen, Eireen terlihat cuek dan mengabaikan.


Mereka semua heran, jika biasa Elaine akan segera mengamuk dan memaki mereka. Tetapi kali ini Elaine terlihat tenang dan tidak menggubris. Tante Marisa yang melihatnya merasa heran.


Ini seperti orang yang berbeda tapi dengan wajah yang sama.


Tante Maria lalu berkata " sudah jelas dia itu tidak bisa melakukan desain. Tetapi dia mengakuinya sebagai hasil desainnya. Bagaimana citra perusahaan jika memiliki desainer yang abal-abal. Akankah itu sangat memalukan? Benar kan Megan?"


Mata semua orang sekali lagi tertuju pada Eireen, Eireen menjawab dengan santai "saya tidak tahu apakah itu memalukan. Tapi saya sangat khawatir jika ada yang lebih di permalukan.”


Tante Maria yang mendengar jawaban dari Eireen lalu dengan nada agak tinggi berkata "kamu….."


Tepat sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, pengurus rumah tangga masuk dan memberi kabar kalau Kakek sudah tiba. " Nyonya besar, nona Maria dan nona Marisa, kakek sudah tiba."

__ADS_1


"Tiga putri kesayanganku." Ucap kakek ketika memasuki ruangan.


"Ayah."


"Kakek."


"Kakek."


Serangkaian salam terdengar dengan sangat lembut dan manis. Orang-orang yang dari tadi mencibir Eireen segera menyapa Kakek.


"Baik…" kakek sambil tersenyum ketika mereka memberi salam, kakek lebih senang lagi ketika melihat Elaine berada di ruangan yang sama. "Elaine, kamu sudah datang?"


Eireen mengangguk,ketika ingin berbicara, Carol tiba-tiba berlari ke arah kakek. Dan jatuh ke pelukan kakeknya. Carol adalah anak yang manis dan sangat pintar berbicara.


"Kakek, Carol sudah lama tidak melihatmu. Carol sangat merindukanmu."


"Benarkah? Kakek juga sangat merindukanmu. Coba lihat cucu kakek ini sudah mulai besar." Kakek menggendong Carol sambil tertawa.


Keluarga itu mengobrol dengan sangat akrab dan gembira. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul tengah hari. Sudah waktunya makan siang. Terlihat Mike dan ayahnya baru saja kembali. Wajah kedua orang itu sangat serius.


Suasana di ruang makan lebih ramai lagi ketika mereka tiba. Nyonya Martha berkata "tepat waktu. Pas waktu untuk makan siang."


Percakapan para wanita terdenga dengan sangat ramai dan gembira. Eireen merasa dia seperti orang asing. Dia dari tadi di abaikan. Tidak tahu mengapa tidak bisa bergabung dengan mereka.


Setelah selesai makan, ayah dan kakek pergi ke taman untuk bermain catur. Mike mengambil telepon dan melakukan panggilan di taman belakang. Eireen hanya tertarik melihat obrolan para wanita di halaman. Tidak jauh dari mereka Carol sedang bermain bersama anjing mereka.


Sambil berlarian dan bersenang-senang.


Karena mulai bosan, Eireen mengeluarkan handphone nya dan membuka forum desain sambil melihat lihat.


Ketika Eireen sedang asyik, tiba-tiba Tante Marisa berkata kepada Maria" kali ini saya ke sini, kenapa Elaine seperti berubah banyak ya?"

__ADS_1


"Mana ada yang berubah? Malah ketika Mike kembali, dia seperti ratu Oscar yang sangat pandai memerankan perannya. Orang-orang tidak dapat menemukan kejelekannya karena dia sangat patuh."kata Tante Maria.


Mendengar ucapan Maria, Marisa berkata " mana mungkin bisa terjadi hal seperti itu?"


Marisa sangat mengetahui bagaimana temperamen Elaine. Bagaimana dia bisa bertahan dengan kepura-puraan dirinya.


"Aku mana mungkin membohongi mu kak, sekarang hanya Mike yang paling dia kendalikan." Tante Maria menambahkan kata-kata nya terlihat dia sangat geram.


Tante Marisa mendengar kata-kata Maria lalu mengerutkan keningnya ”mike adalah orang yang sangat kuat, dia tidak mungkin di kendalikan, apalagi oleh seorang wanita seperti Elaine, yang tidak ada bagus-bagus nya."


"hmm kakak harus percaya."


Tante Maria dengan penuh geram melihat ke arah Eireen dan berkata lagi " kita sangat tahu, Mike adalah pria paling cerdas dan cerdik. entah apa yang dilakukan wanita itu kepada Mike. ketika Mike menemuinya, dia seperti kehilangan rasionalnya. dan selalu membela wanita itu. aku seperti ingin membelah kepala Mike untuk melihat apa yang sudah wanita itu tanamkan padanya."


semakin Maria berkata, semakin marah dia "terakhir kali, Mike marah padaku karena membela wanita itu."


"hah..masa ada kejadian seperti itu?"


Tante Marisa berkata kepada Martha yang ada di sebelahnya "kakak ipar harus lebih berhati-hati. jangan membiarkan wanita itu terlalu bebas. dan membuat kacau keluarga kita."


ketiga wanita itu saling sahut menyahut. Megan yang berada di antara mereka hanya terdiam. Megan dari tadi hanya memandang Mike yang sedang menelpon. Mike terlihat sedang mencari seseorang.


melihat Mike sudah menutup teleponnya, dan beranjak. mata Megan bersinar, dia ingin segera menghampiri Mike.


Mike yang sudah selesai berbicara di telepon dengan segera menghampiri Eireen yang sedang melamun.



Megan yang melihat pemandangan di bawah pohon seperti sepasang kekasih yang sangat mesra, tiba-tiba menghentikan langkahnya. mereka berdua terlihat serasi. membuat Megan menjadi sangat marah dan cemburu.


tubuh Eireen sedikit condong ke arah Mike, tanpa sadar angin berhembus membuat rambut Eireen berantakan di wajahnya. Eireen yang ingin menjepit rambutnya, kemudian diambil oleh Mike, lalu Mike menjepit rambut Eireen agar rapi. suasana terasa sangat romantis.

__ADS_1


happy reading all ❤️❤️❤️


__ADS_2