
Megan yang melihat hal itu seketika langsung murung. Tiba-tiba sebuah tangan menepuknya dengan lembut. Megan melihat Tante Martha melihatnya dengan khawatir.
"Tante." Megan segera tersenyum.
"Apakah kamu merasa kurang sehat?" Tante Martha melihat megan, tanpa sengaja matanya tertuju pada Eireen yang sedang tersenyum manis ke arah Mike. Wajahnya terlihat tidak suka.
"Megan tidak apa-apa Tante." Sambil menggelengkan kepalanya.
Selama percakapan berlangsung, mereka melihat Mike menggosok tangan Eireen dan mengusap kepalanya.
”dasar serigala berbulu domba." Hati mertua Eireen penuh kebencian.
"Dipikirkan saja dulu. Aku akan ke dalam untuk melihat kakek.” Mike lalu melihat arlojinya dan berkata lagi "kamu jangan terlalu lama di luar,"
Eireen mengangkat dan melambai, "baik. Pergilah temui kakek."
Mike lalu mengangguk dan segera pergi menemui ayah dan kakeknya yang sedang bermain catur. Ketika Mike mendekat terdengar suara kakek yang sedang marah.
"Salah. Bagaimana bisa bidak catur ini seperti ini? Apakah kamu membohongiku?"
"Tidak ayah, mana mungkin aku melakukan hal itu, atau biar Mike saja yang menggantikan ku bermain. Dia lebih mahir daripada saya ayah." ucap ayah Mike dengan keringat dingin.
"Mike, segera kemari. Datang dan temani kakek bermain catur."
Kakek sangat suka bermain catur. Ketika dia melihat cucunya yang bermain, dia tidak bisa mengeluh lalu berkata "ayahmu tidak pandai bermain catur."
Mike lalu tertawa terbahak-bahak, "saya akan menemanimu kek."
"Cepat,, cepat.. kamu mau yang hitam atau putih?"
”hitam." Kata Mike lagi.
__ADS_1
Kakek mengangguk dan mulai fokus berpikir.
Para pria bermain catur, dan wanita sedang asyik mengobrol. Sungguh pemandangan yang sangat harmonis. Eireen masih kepikiran dengan kata-kata Mike tadi. Sekarang tim yang baru sudah di bentuk. Dia dapat mengambil secara resmi jabatannya pada hari Senin depan dan menjadi anggota Perusahaan.
Eireen memang punya minat untuk bekerja. Ini adalah kali pertama nya dia bekerja dan dia beri arahan oleh Mike. Terutama membawa gambar desain baru bersamanya.
Eireen menyetujuinya, karena jika dia ingin bertahan di perusahaannya ini maka dia harus punya kemampuan yang memadai. Selain itu juga dia bekerja untuk jadi modal dia di masa depan. Untuk menjadi pengembangan karir dan tidak boleh asal-asalan.
Saat sedang memikirkan pembicaraan mereka tadi, tanpa disadari terdengar bunyi sesuatu jatuh ke dalam air. Eireen yang mendengarnya segera melihat apa yang terjadi. Ternyata anjing kesayangan Tante Marisa jatuh ke dalam air.
Carol yang ada di pinggir danau hanya bisa menangis ketakutan. Para wanita masih asyik mengobrol. Eireen segera menghampiri dan ingin membantu mengambil anjing tersebut. "Kamu tunggu di sini, aku akan menyelamatkan anjingmu."
Saat ingin memasuki danau tersebut, Tante Marisa tanpa sadar menoleh dan melihat Eireen dan Carol ada di pinggir danau. Tante Marisa lalu berteriak sehingga Carol yang ada di pinggir danau tanpa sengaja terpeleset karena kaget.
Eireen yang berada di pinggir danau hanya terdiam ketika tante Marisa, Tante Maria, nyonya Martha dan Megan ke arahnya.
Mike dan kakek yang sedang bermain catur segera pergi ke danau mendengar suara ribut-ribut. "Apa yang terjadi?" Kata Mike.
Mike yang memang memilki kaki yang panjang tidak sulit baginya untuk menyelamatkan anjing Tante Marisa. Setelah menyelamatkan anjing Tante Marisa, segera Tante Marisa menampar Eireen dan berkata " dasar kamu wanita tidak punya hati. Anak kecil seperti Carol pun kamu mendorongnya."
Eireen yang tidak terima dengan tuduhan itu lalu berkata "saya tidak mendorong Carol sama sekali.saya hanya ingin menyelamatkan anak anjing itu."
Tante Marisa yang melihat Mike lalu berkata lagi "lihat itu istrimu, beraninya mendorong Carol ke danau."
Mike hanya diam, dia lalu menatap Eireen yang basah kuyup karena terjatuh di danau. Mike lalu memberikan jasnya yang kering kepada eireen, menutupi tubuh Eireen yang basah. Eireen pun berkata kepada Mike "aku tidak melakukannya."
Melihat mike hanya diam, membuat Eireen merasa sakit. Dalam rumah utama dokter di panggil untuk memeriksa keadaan Carol. Dokter memeriksa dengan teliti dan sangat hati-hati. "Nona kecil tidak apa-apa, dia hanya sedikit terkejut." Kata dokter lagi.
Tante Marisa yang melihat putrinya terlihat tidak berdaya lalu meminta keadilan kepada kakek." Ayah lihatlah, Elaine dengan tega mendorong Carol. Jika sampai terjadi apa-apa dengan Carol, aku akan membuat perhitungan dengannya."
Kakek dengan bijak berkata " mari kita tunggu sampai Carol sadar dulu."
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Mike dan Eireen masuk ke dalam rumah utama. Eireen masih memakai baju yang basah, walau ditutupi oleh jas Mike, tetap saja dia merasa kedinginan.
Carol sudah mulai tersadar. Anjing yang tadi tenggelam juga sudah mulai berlompat-lompat di sampingnya.
Dengan segera keluarga mendekat ke arah Carol lalu bertanya tentang apa yang terjadi " Carol sayang, apa yang terjadi? Siapa yang mendorongmu?" Kata Tante Marisa.
Carol yang gugup di tanya, lalu segera menunjuk ke arah Eireen. Eireen yang merasa terpojok lalu berkata "Carol katakan yang sebenarnya, aku tidak mendorongmu. Tadi kita ingin menyelamatkan anak anjing ini kan. Lalu karena mendengar Tante Marisa berteriak,kamu jadi terpeleset."
Tante Marisa yang merasa di tuduh oleh Elaine lalu berkata " kamu sudah salah masih saja mencari pembenaran. Anak kecil itu tidak mungkin berbohong. Lihat kakek, cucu menantu kesayangan kakek."
Kakek yang melihat hal itu lalu berkata "Elaine, kamu saya hukum berlutut di altar leluhur."
Eireen yang merasa tidak bersalah berpikir, saya tidak bersalah kenapa saya harus berlutut.
di tengah ketidak berdayaan Eireen, Mike berkata "aku akan ikut berlutut bersamanya."
mendengar hal itu nyonya Martha merasa tidak terima, putranya yang seorang penguasa bisnis berlutut di depan altar leluhur atas kesalahan yang tidak di perbuatnya.
"tidak Mike, kamu tidak boleh melakukannya." kata nyonya Martha.
"Elaine adalah istriku. jika dia berbuat salah berarti aku sebagai suaminya telah salah mendidiknya." kata Mike sambil menggandeng tangan Eireen.
Eireen yang mendengar kata-kata Mike merasa sangat terharu. air dingin yang membasahi tubuhnya tidak terasa lagi. malah rasa hangat yang mengaliri hatinya.
ketika sampai di depan pintu leluhur, Eireen berkata pada Mike. biarkan aku sendiri menjalani hukuman ini, kamu pergilah. segera Eireen mendorong Mike keluar dan masuk ke dalam kamar leluhur.
ketika Eireen sedang berlutut pintu terbuka dan ada dua orang pelayan membawakan bantal katanya " nona muda ini adalah bantal dari tuan muda supaya kaki nona tidak sakit."
Eireen merasa Mike sangat perhatian, lalu dia menaruh bantal itu di lututnya, baru beberapa detik berlutut, Eireen langsung pucat dan pingsan.
happy reading all ❤️❤️❤️
__ADS_1