
Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu, tidak terasa sudah waktunya Elaine kembali dari masa liburan dan bersenang-senang nya dengan beberapa pria selama di luar negeri.
Begitu juga kehidupan Eireen sebagai pengganti Elaine di rumah Mike. Dia sebagai nyonya muda yang baik dan tidak pernah macam-macam. Dia juga bekerja di perusahaan Mike, semua lancar-lancar saja.
Eireen setiap hari melihat kalender karena waktunya bersama Mike tinggal sedikit lagi. Perasaan di antara mereka semakin hari semakin kuat. Eireen merasa sedih setiap bangun pagi, karena waktu kebersamaan nya dengan Mike semakin berkurang.
Walaupun mertuanya masih tidak menyukainya, setidaknya Megan sudah tidak ada lagi dalam lingkupan kehidupan keluarga Mike, dikarenakan suatu hari Megan membocorkan desain baru yang dibuat oleh Eireen kepada perusahaan saingan Mike.
Kebencian dan obsesi Megan yang ingin menyingkirkan Eireen membuatnya melakukan apapun untuk menjebak Eireen. Untungnya Mike selalu bijaksana dan mencari tahu apa yang terjadi. Megan di pecat dari perusahaan dan di larang untuk datang ke rumah dan Perusahaan Mike.
Begitupun dengan mamanya yang sudah mulai baikan, setidaknya di pikiran Eireen jika dia sudah pergi dari Mike, masih ada mamanya yang mendampingi dirinya.
Akan tetapi Tommy masih saja menekannya untuk mendapat keuntungan. Eireen sangat membenci ayahnya itu. Yang terlihat sangat pilih kasih antara dirinya dan Elaine.
Eireen selalu menenangkan dirinya, bahwa sebentar lagi dia akan pergi jauh dari Tommy dan Elaine. Tapi di sisi lain dia juga sedih karena akan berpisah dengan Mike, pria yang sangat melindunginya dan membuat hati bekunya menjadi hangat.
,....,.
Eireen bangun pagi dengan sangat lemas, wajahnya terlihat pucat. Mike yang tidur disebelahnya merasa ada pergerakan lalu melihat Eireen yang semakin pucat.
"Kamu kenapa, wajahmu terlihat sangat pucat?"
Mike menatap Eireen mencoba mencari tahu. Eireen terkejut dan berusaha menutupi, sebenarnya Eireen sedang hamil. Tapi dia tidak ingin memberitahu siapapun, tentang kehamilannya. Karena pasti banyak yang akan mencelakai dirinya. "Tidak apa-apa, Mike. Mungkin anemia ku kambuh lagi.” kata Eireen sambil menggenggam tangan Mike.
"Tapi muka kamu sangat pucat. Kita panggil dokter saja ya." Kata Mike dengan penuh khawatir.
"Tidak apa-apa, palingan hanya masuk angin biasa Mike. Istirahat sebentar nanti juga pulih." Kata Eireen menenangkan Mike.
Mike menatap wajah Eireen dengan dalam, "kalau begitu kamu istirahat saja dirumah beberapa hari ini."
Eireen mengangguk patuh.
Eireen beristirahat di rumah beberapa hari, tetapi keadaannya tidak juga membaik. Eireen tetap lemas dan merasa pusing. Pada malam harinya, Eireen merasa demam. Dia mulai mengerang kesakitan. Mike yang berada di sampingnya lalu bangun dan memegang dahinya, "Elaine bangunlah.."
Eireen yang dipanggil hanya bisa membuka matanya, nafasnya terlihat tidak teratur. Dahinya keluar keringat dingin.
Wajah Mike terlihat ketakutan dan sangat khawatir, dia segera pergi kebawah dan kedapur untuk mengambil obat penurun panas. Pelayan yang melihat Mike sedang terburu-buru bertanya "ada apa tuan? Ada yang bisa saya bantu?"
Mike yang mendengar lalu berkata "siapkan air kompres, nona muda sedang demam." Belum menunggu jawaban dari pelayan, Mike lalu naik keatas menuju kamar membawa obat penurun panas.
Tidak lama pelayan yang tadi di suruhnya membawa air kompresan dan handuk. "Ini tuan."
"Letakkan dimeja." Kata mike dengan dingin.
Mike lalu duduk di ranjang dan membangunkan Eireen. "Elaine, bangunlah dan minum obat ini."
__ADS_1
Mike membantu Eireen dan berbicara dengan sangat lembut.
Karena demam tinggi, Eireen hanya mengikuti instruksi Mike. Dia takut terjadi apa-apa dengan kehamilannya. Dia sangat membenci obat. Tapi demi semangat hidupnya dia harus bertahan.
Walau begitu Mike masih khawatir dengan Eireen. Dia mengambil air dingin dan melap tubuh Eireen karena bajunya basah kena keringat.
Mike melepaskan baju Eireen, kulitnya seputih salju terlihat semuanya. Tapi Mike hanya fokus untuk membersihkan tubuh Eireen. Tidak tahu berapa lama akhirnya suhu tubuh Eireen akhirnya turun juga.
Mike yang melihatnya merasa sangat lega. Dia yang kelelahan karena semalaman terjaga untuk menjaga suhu tubuh Eireen akhirnya tertidur di samping Eireen.
..,......
Keesokan paginya, matahari mulai bersinar cerah. Sinarnya menembus jendela. Angin pagi hari yang segar masuk ke dalam kamar.
Eireen membuka matanya, dia merasa terbangun dari mimpi. Walau saat ini masih lemas, akan tetapi dia sudah mulai bersemangat.
Ketika Eireen melihat di sampingnya, ia merasa terharu melihat Mike tertidur di samping. Dia semakin tidak rela meninggalkan pria yang dia cintai.
Walau semalam Eireen tahu dia sedang demam tinggi. Tapi dia tahu kalau Mike selalu ada di sampingnya.
Tidak tahu apakah karena terlalu fokus memandang Mike, Eireen tidak menyadari kalau Mike sudah bangun.
"Kamu sudah bangun?apakah kamu merasa sudah baikan?" Sambil Mike menaruh tangannya di kepala Eireen.
Suara Mike terdengar serak karena baru bangun.
"Oke." Eireen menjawab dengan patuh dan mengangguk.
Mike yang melihat Eireen sangat patuh lalu tidak bisa menahan diri untuk mencium keningnya "kamu istirahat saja, aku akan menyuruh juru masak untuk membuatkanmu bubur." Kata Mike lagi sambil mengusap pipi Eireen dengan lembut. Dia lalu pergi kebawah.
Hati Eireen terasa semakin manis. Ia menatap Mike dengan sangat terharu.
Setengah jam kemudian Mike masuk ke dalam kamar lalu membawakan bubur untuk Eireen.
Eireen terkejut, seharusnya Mike sekarang sudah ada di kantor."hari ini kamu tidak ke kantor?"
"Beberapa hari ini keadaanmu tidak begitu baik. Wajahmu sangat pucat. Aku sangat khawatir meninggalkan kamu sendiri di rumah." Mike berkata sambil menyuapkan bubur ke Eireen. "Hati-hati masih panas."
Eireen menikmati pelayanan dan perhatian dari Mike. Dalam hatinya terasa sangat manis dan hangat. Seperti makan madu dan gulali.
Seharian ini Mike menjaga Eireen di kamar. Eireen duduk di kamar dan membaca buku, Mike duduk di meja kerja, sambil merevisi beberapa pekerjaan.
Walau mereka tidak ada yang berkomunikasi, tetapi suasana ini terasa sangat mesra dan hangat.
Menjelang malam, Mike memeriksa kondisi Eireen "suhu tubuh sudah normal. Kelihatannya tidak akan panas lagi. Bagaimana perasaanmu sekarang?"
__ADS_1
Eireen menjawab Mike "selain masih lemas, tidak merasa apa-apa lagi."
Kemudian Eireen memandang Mike dan berkata kembali "apa sekarang aku sudah boleh mandi?"
Karena badan Eireen panas, maka Mike melarang dia tidur menggunakan AC. Dan hanya boleh berbaring di tempat tidur. Membuat Eireen merasa dirinya sangat pengap dan bau keringat.
Mike mengerutkan keningnya," kamu sudah lemas selama beberapa hari ini, aku harus memanggil dokter ke sini untuk datang periksa kamu."
Eireen kaget lalu menggeleng kepala dengan cepat "tidak usah merepotkan dokter. Sekarang aku sudah lebih baikan. Mungkin karena habis demam tinggi jadi badan terasa lemas. Sudahlah aku pergi mandi dulu ya. Minta tolong pengurus rumah untuk mengganti sprei ranjang."
Eireen masuk ke dalam kamar mandi. Sambil menghela nafas. Dia takut akan ketahuan hamil jika dokter datang untuk memeriksa dirinya.
Mike menatap pintu kamar mandir yang sudah ditutup oleh Eireen dengan perasaan aneh dan penuh tanya. Dia lalu turun kebawah dan memanggil pengurus rumah tangga untuk mengganti sprei.
Dalam kamar mandi, Eireen yang tahu dia baru sembuh, tidak ingin berendam lama-lama. Dia hanya berendam selama sepuluh menit. Ketika ingin bangun dia merasa pusing kembali.
"Aduh…. Sakit…"
Eireen tergelincir di kamar mandi. Tapi dia jatuh lututnya membentur tepian bak. Sakit sampai matanya mengeluarkan air mata.
Diluar kamar mandi, Mike sedang menunggu eireen, seketika panik mendengar suara teriakan Eireen. Lalu secepatnya dia berlari ke kamar mandi.
"Elaine apa yang terjadi?"
"Ah… kamu kenapa masuk? Cepat keluar, aku belum memakai apapun."
Eireen panik lalu kemudian menutup tubuhnya dengan kedua tangannya. Mike yang melihat Eireen tidak apa-apa lalu bernafas lega.
Ketika tatapan Mike jatuh pada tubuh Eireen, tatapannya lalu berubah seketika. Dalam bak, pipi Eireen merah merona, terlihat dengan tembus pandang tubuh Eireen dalam air. Membuat Mike menelan ludah.
Mike menatap dalam-dalam seperti tersengat listrik.
Tentu saja Eireen bisa menyadari sinar mata dari Mike. Eireen tahu mike mulai nafsu. Segera sadar Eireen lalu dengan malu-malu berkata "kamu… kamu lihat apa. Cepat keluar. Aku sudah mau bangun dari bak ini."
Mike yang mendengar kata-kata itu lalu maju ke depan.
"Kamu mau apa?" Eireen mundur sedikit, tapi bak air tidak besar. Jadi Eireen tidak bisa mundur lagi.
"Aku akan gendong kamu keluar."
Mike membungkuk kan badannya, lalu tanpa aba-aba segera menggendong tubuh Eireen. Eireen ketika terangkat, secara alami melingkar kan tangannya ke leher Mike, dan menempel erat ketubuh Mike, agar tubuhnya tidak terlihat oleh Mike.
Tapi Eireen tidak tahu kalau tindakan nya ini membuat Mike semakin nafsu. Tercium wangi sabun yang lembut. Wangi yang tercium dari hidung Mike adalah aroma tubuh Eireen. Mike tentu saja tidak bisa menahan diri dan mengendalikan dirinya.
Mike melangkah keluar dan meletakkan Eireen dengan lembut ke tempat tidur. Lalu mulai menindihnya. Suasana di kamar itu lalu berubah menjadi sangat romantis.
__ADS_1
Eireen seperti selembar daun yang terdampar di lautan besar. Tidak bisa melawan ombak besar.hanya bisa mengikuti kemana ombat itu membawanya. Kadang naik kadang turun dan tenggelam dalam lautan itu.