
Tia tidak tahan dan khawatir akan masa depan Eireen.
Eireen tidak berpikir terlalu banyak, dia lalu berkata "Mama, aku tidak ingin menikah, bukankah lebih baik kita hidup bersama dengan anak EIreen nanti?"
Tia memandang Eireen, tidak tahu harus berkata apa dalam sesaat, "Istirahatlah, tinggalkan mama sendirian,."
Eireen tidak menolak, dia tahu bahwa tidak mudah bagi ibunya untuk menerima semua berita tentang ini.
Setelah sampai di kamar, EIreen duduk di tepi tempat tidur, dia berpikir tentang yang di katakan oleh dokter, menunduk dengan rasa kasih sayang. Karena sejak dia tahu dia hamil, dia tidak berani memeriksakan diri ke dokter, dia sangat takut di ikuti anak buah Tommy dan Mike. Jadi dia selalu menyembunyikannya. Ini kali pertama dia melihat hasil pemeriksaannya, dia mengelus dengan kasih sayang. Ada rasa senang dan gelisah di matanya.
"Sayang, meskipun tidak bisa memberimu keluarga yang lengkap, tapi mama berjanji akan membuatmu merasakan kebahagiaan."
Pada saat yang sama, Jay yang sedang berlibur di negara K mendapat kabar mengenai kehamilan EIreen.
"Pengalaman gadis ini benar-benar mengejutkan."
Jay bersandar di sofa dengan lemas, dia bertanya-tanya dengan menggosok dagunya, "Bagaimana situasi Mike, masih belum meminta orang lain untuk mencari kabar gadis itu?"
Bawahannya menjawab dengan sedikit kesulitan, "Tuan muda, kami sudah mundur sesuai perintah anda, kami tidak memilki banyak kendali atas informasi Mike, namun beberapa hari ini Mike memang ada urusan penting di perusahaan. Sepertinya merea tidak mengirim orang lain untuk mencari Nona Eireen."
"Ini tidak benar."
Jay tidak percaya, bahwa Mike tidak ada tindakan, awalnya dia telah mengamati kehidupan mereka, dia bisa melihat bahwa Mike memiliki perasaan yang berbeda terhadap Eireen.
Dan kebenarannya sama dengan intuisi Mike, jangan mengira tampilan Mike seperti tidak ada tindakan, secara pribadi dia sudah meminta Rena untuk memeriksa informasi mengenai Eireen.
Setelah keluarga Tan bangkrut, karena awalnya Tommy juga berpikir untuk menyembunyikan informasi tentang Eireen, juga karena hal itu, Mike juga perlu beberapa waktu untuk memeriksanya.
Hari itu, Morgan akhirnya menemukan identitas Eireen yang sebenarnya, segera mengirimkan informasi tersebut kepada Mike.
"kak, aku sudah menemukan informasi tentang dia."
Tangan Mike yang sedang menulis dokumen berhenti, dia menatap Morgan."
Dengan penuh susah payah, Morgan memberi dokumen yang ada di tangannya.
__ADS_1
Mike membuka dokumennya, mengambil salah satu kertas yang ada di dalamnya, sebuah foto terjatuh dari dokumen itu.
DI foto itu, Eireen terlihat tersenyum ringan, meskipun dia memiliki penampilan dan wajah yang sama dengan Elaine, akan tetapi ada perbedaan yang mencolok, yaitu suasana aura tubuhnya yang lembut, berbeda dengan Elaine,
Mike melihat sekilas saja, sudah tahu bahwa wanita ini adalah perempuan yangt sudah hidup bersamanya selama beberapa bulan belakangan ini.
Dengan hati-hati dia memeriksa lagi informasi tentang Eireen, datanya tertulis bahwa Eireen tidak punya pilihan selain menyetujui permintaan keluarga Tan, karena ibunya membutuhkan banyak biaya untuk perawatan.
Mike melihat dengan tanpa ekspresi, matanya terlihat tidak memiliki emosi, membuat orang tidak dapat menebak pemikirannya yang sekarang.
Dengan berhati-hati morgan berdiri di samping sambil mengamati, "Kak, sekarang orang sudah mengetahui bahwa dia ada di Negara K, apakah kamu ingin aku meminta orang untuk membawa dia kembali?"
Mike meletakkan dokumen yang ada di tangannya, mengerutkan dahinya, "Tidak untuk saat ini, biarkan orang mengawasi mereka... lindungi dia."
Meskipun Mike marah bahwa Eireen telah membohongi dirinya, tetapi masih sulit baginya untuk melupakan wanita ini.
Dan juga untuk saat ini sudah tenang, dia memikirkan kembali kejadian di masa lalu, baru menyadari beberapa saat kenangan yang telah berlalu, Eireen ada memberinya petunjuk, hanya saja pada saat itu dia tidak terlalu banyak berpikir jauh.
"Ya, aku akan mengaturnya."
Eireen tidak tahu kalau keberadaanya telah di ketahui oleh Mike, beberapa hari kemudia, dia hanya tinggal di rumah untuk merawat kandungannya.
Meskipun Tia masih tidak puas dengan masalah Elaine yang memberi masalah terhadap Eireen, tetapi apakah karena mereka putrinya sendiri, setelah dua hari bersedih, dia masih saja kepikiran dengan masalah Elaine.
Hari itu dia melihat EIreen terlihat lebih baik dari sebelumnya, kemudian membahas kembali tentang masalah dia yang ingin kembali ke negara asalnya.
"Eireen, aku masih ingin melihat saudarimu, ELaine. jika kamu tidak ingin bertemu dengannya, tetaplah di rumah menunggu mama kembali."
Pergerakan Eireen yang sedang makan, kemudian terhenti. Dia merasa sakit hati, mamanya lebih mementingkan Elaine daripada dirinya yang selama ini bersama dirinya.
Awalnya dia berpikir untuk menceritakan semua masalah ini, mama malah tidak membenci ELaine, hatinya merasa ada kesalahpahaman, sekarang dia merasa berpikir terlalu banyak.
Tetapi dia juga mencoba mengerti, lagipula karena dia sekarang akan menjadi seorang ibu, jadi dia menyingkirkan pemikiran seperti itu dan berkata, "Sudahlah, jika mama kembali sendirian, aku tidak tenang, aku akan ikut pulang bersamamu."
__ADS_1
Tia menggelengkan kepada dan menolak, "Tidak perlu, kamu sedang hami. masih dalam trisemester pertama, tidak boleh banyak bergerak. mama hanya akan melihat saja."
Eireen masih gelisah, tetapi kata-kata mamanya membuat dirinya bimbang, "baiklah, aku akan menemukan seseorang untuk menemanimu."
Setelah selesai bicara, dia mengambil ponsel yang ada di atas meja dan menekan nomor Dony. Sekarang hanya Dony yang bisa membantunya di ibu kota.
Dony langsung menyetujui permintaan Eireen, "Tenang saja, aku bisa menjaga bibi."
"Maaf sudah merepotkan kamu, aku akan mentraktirmu makan ketika aku sudah kembali lain hari."
Eireen mengucapkan dua kata sopan kepadanya dan menutup teleponnya.
Pagi berikutnya, Eireen membantu Tia membereskan barang bawaanya, lalu dia mengantarkannya ke bandara. Sebelum berpisah, Eireen berulang kali mengatakan tiga nasihat dan merasa sangat khawatir, "Mama, tidak peduli apa yang akan dikatakan Elaine maupun Tommy, mama jangan pernah menyetujui mereka."
"Mama tahu, mama tidak akan mengecewakanmu." Tia sangat tahu kekhawatiran Eireen, dia menepuk tangan Eireen dengan lembut, "Kamu juga harus menjaga dirimu dengan baik, aku akan kembali sesegera mungkin."
Eireen mengangguk, dan menyaksikan mamanya naik pesawat. Setengah jam kemudian, Eireen keluar dari bandara.
Saat dia bersiap-siap naik taksi untuk pulang, dengan cepat tiba-tiba dia menemukan ada beberapa yang memperhatikan dirinya.
Tanpa sadar dia menoleh, yang dia lihat hanya para pejalan kaki, dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Eireen mengerutkan alisnya, menghalangi satu mobil taksi dengan perasaan tidak tenang, khusus meminta sopir untuk mengambil jalan memutar, baru kembali ke apartemen.
Dia baru saja membuka pintu apartemne, tidak di sangka orang yang tidak di harapkan berada di ruang tamu. "Jay, mengapa kamu bisa ada disini? ehhh, bukan, bagaimana kamu bisa masuk?"
"Ya, tinggal masuk saja."
Jay berbaring malas di sofa, dan tidak memperdulikan ekspresi Eireen yang sedang marah.
Eireen ingin mengecamnya, tapi di saat dia belum selesai bicara, dia terkejut dengan kata-kata terakhir Jay.
"Wanita bodoh, kamu harus berterima kasih kepadaku, atau kamu tidak akan berada di sini sekarang."
Jantung Eireen berdetak kencang, dia teringat ada pengintaian yang dia rasa pada saat keluar dari bandara, wajahnya menampilkan pertanyaan buruk, "apa yang kamu bicarakan?"
__ADS_1
Jay juga tidak menyembunyikan maksudnya, dengan terus terang dia berkata, "Jika tidak ada aku, kamu sudah di culik oleh orang lain."
happy reading all ❤️❤️