
Karena sudah sangat yakin, saham berada di tangannya. Suaranya yang tadi penuh amarah tiba-tiba menjadi sangat bersemangat karena senang.
"Mana mungkin semudah itu. Tapi Mike tadi berkata dia ingin bertemu denganmu."
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Tommy.
Sudah jelas masalahnya agak berbeda dari yang dipikirkan oleh Tommy. "Kamu tidak mungkin keceplosan berbicara hal yang tidak harus kamu katakan kan?"
"Mana mungkin, bukannya mamaku ada dalam kendalimu?" Kata Eireen.
Eireen yang merasa amat tertekan lalu mengatakan kepada Tommy "Mike bilang untuk urusan semacam ini, seharusnya kamu yang bicarakan. Karena kamu mau beli saham lebih baik kamu dan Mike atur waktu untuk bertemu dan membicarakannya."
"Kalau untuk berhasil atau tidaknya, semua tergantung dari usahamu sendiri." Ucap Eireen sambil perlahan melepas tekanan yang di beri oleh Tommy.
Dari ujung telepon tidak terdengar suara apapun, hanya hening. Eireen bahkan mengira kalau Tommy sudah menutup teleponnya, lalu beberapa saat terdengar suara yang berat berkata "hhhmmmmm.. lumayan juga, memang seharusnya seperti itu. Kalau begitu janjian besok saja. Aku akan menunggu di kafe di seberang perusahaan Mike."
Tommy tanpa di sangka setuju, sesungguhnya di luar perkiraan Eireen. Baru saja Eireen ingin menutup teleponnya, tiba-tiba Tommy berkata lagi ”apa Mike tidak ada berkata apa-apa lagi kepadamu."
Tommy benar-benar mau menggunakan Eireen dengan sangat maksimal. malah masih mau mencari informasi yang lain lagi. Apa Mike akan membicarakan hal lain kepada eireen? Tidak membunuh Eireen sekarang saja sudah sangat syukur.
Teringat adegan perdebatan tadi, membuat suara Eireen seketika murung dan dia berkata "tidak.mike tidak bicara apa-apa lagi."
Tommy lalu menghembuskan nafas dan berkata "kamu ingat dan beritahu Mike. Jangan sampai kamu macam-macam."
"Kalau ia macam-macam, kamu tidak akan membiarkan aku bertemu dengan mamaku lagi kan? Kamu setiap kali selalu begini." Ucap Eireen dengan tertawa dingin.
Dari ujung telepon terdengar lagi ”bersikaplah selayaknya, jika hasilnya bagus ku pastikan kamu akan segera bertemu dengan mamamu." Lalu sambungan telepon terputus.
........
__ADS_1
Keesokan harinya, pukul tiga sore di Starbuck cafe.
Tommy sudah tiba lebih awal, untuk bertemu dengan Mike. Dia duduk di ujung dekat jendela.
Orang yang di tunggu-tunggu oleh dia belum juga tiba. Dia baru saja menelpon Elaine untuk memberi tahu kabar tentang kondisi akhir-akhir ini.
Elaine terdiam sebentar, setelah beberapa saat lalu berkata "ayah, apakah seperti ini beneran aman? Eireen bisa desain, sedangkan aku sama sekali tidak bisa. Bagaimana jika nanti aku kembali, aku tidak bisa melakukannya. Nanti semua bisa terbongkar?"
Elaine kepikiran saudari kembarnya menikmati waktu menggantikan dia, dan semakin dekat dengan Mike. Elaine merasa tidak nyaman.
Mendengar kekuatiran Elaine segera Tommy berkata " ini tidak apa-apa, tunggu kamu kembali dalam waktu satu tahun ya. Kita masih bisa mengancam dia. Lalu biarkan dia bekerja di belakang layar, seolah-olah desain itu kamu yang membuatnya."
Tidak perlu melakukan apapun, maka ada orang yang bekerja tanpa perlu dibayar. Dan kamu bisa mendapatkan nama baik dan penghasilan.
Elaine dari ujung telepon menyunggingkan senyumnya lalu berkata dengan nada manja "pemikiran ayahlah yang paling hebat."
Selama berbicara di telepon dengan Elaine, Tommy melihat kedatangan Mike dan Eireen bersama memasuki kafe.
Melalui kacamatanya, dia melihat Mike sebagai seorang pria yang tampan dan bersih serta stabil. Tommy agak bangga dengan keputusan dia, membantu anak perempuannya mendapatkan seorang pria baik.
Sekarang ketika orang-orang membicarakan tentang Elaine,semua orang tahu bahwa dia adalah menantu keluarga Mike.
Tommy senyum dengan bangga sambil melambaikan tangan kepada mereka. Lalu berkata "kalian sudah sampai?"
Tommy dengan sopan menyapa Mike, sekaligus memandang Eireen dengan penuh kasih. Seperti memperagakn peran ayah dan anak." Dasar gadis kecil yang nakal, kamu sudah lama tidak mengunjungi ayahmu ini."
Melihat Eireen mengangguk kepala dengan pelan, walaupun Mike pernah bertemu beberapa kali dengan mertuanya itu. Tetap saja dia tidak begitu kenal.
Mike duduk tepat di hadapan Tommy, sepasang matanya yang dingin dan tajam menatap mertuanya itu lalu berkata "dengar-dengar ayah mertua ingin membeli beberapa saham dari perusahaan ku ya?"
__ADS_1
Ditanya dengan begitu langsung, wajah Tommy seketika menjadi kaku. Dia jelas tidak menyangka kalau Mike akan tidak merasa segan kepadanya.
Tommy tidak mundur, dengan nada yang tenang dia berkata "ya saya sangat mengagumi caramu membuat perusahaan berkembang pesat. Tentu saja dengan adanya keterampilan bakat desain dari Elaine, perusahaan baru juga akan berkembang dengan baik."
Eireen mengerutkan alis, dia sangat tidak suka dengan cara Tommy yang membesar-besarkan dirinya. Bahkan membuatnya merasa sangat jijik.
Ternyata karena kata-kata Tommy barusan, Mike dengan polos memandang wajah Eireen dan berkata"ayah mertua becanda saja, kelangsungan hidup sebuah perusahaan itu tergantung dari keseluruhan semua tim. hanya satu orang tidak akan bisa mempengaruhi, sebuah kesuksesan perusahaan."
"oh itu sudah pasti, tapi melihat hasil karya desain Elaine di forum itu, saya bisa melihat keistimewaan bakatnya." lanjut Tommy yang sering berbicara memuji bakat Eireen.
Mike yang mendengar kata mertuanya lalu berkata "ayah mertua sudah memegang Perusahaan sudah sejak lama. aku yakin dia mempunyai bakat di bidang desain. Tentu saja keahlian Eireen tidak bisa di remehkan, meskipun Perusahaan memerlukan bakat, tapi dia bukan satu-satunya kunci."
Eireen terkejut mendengar penuturan Mike.
sekarang Mike pasti merasa kalau Eireen sama tamaknya dengan Tommy. Eireen masih berpikir apa dia masih punya muka untuk bekerja di perusahaan.
berhadapan dengan wajah yang bermaksud menyindir. ekspresi Tommy segera berubah yang awalnya tersenyum manis lalu menjadi kusut." apa yang kamu maksud dengan semua ini?"
Dia masih tidak percaya kalau Mike berani menolaknya secara langsung.
Pria muda di depannya masih memasang wajah menyindir, dan menunjukkan kalau dia posisinya lebih tinggi. perubahan dan penolakan secara langsung membuat Tommy tidak tahu cara meresponnya.
Tidak terpikir bahwa dia akan di permalukan oleh Mike secara langsung. Tommy menatap Mike dengan penuh amarah.
Suasana hati Mike sedang bagus, sembari berbicara dia mengetuk jarinya di meja lalu berkata "dalam setahun ini Perusahaan memberikan banyak proyek untuk ayah mertua. alangkah baiknya ayah mertua menyelesaikan dulu proyek tersebut baru membahas hal lain."
Tommy tiba-tiba berdiri, tidak menyangka kalau Mike akan meragukan kemampuannya.
Apa yang dimaksud harus menyelesaikan projek terlebih dahulu. Tommy sangat terkejut ternyata maksud pertemuan ini adalah Mike menolaknya secara langsung.
__ADS_1
happy reading all