
Jay hanya bisa berkompromi, dan mengatakan semua apa yang telah dia temukan, lagipula dia tidak bisa melihat wanita menangis.
"Kamu tidak perlu khawatir tentang Mike, anak itu tidak di tahan di kantor polisi."
"Apa?' Eireen terkejut,
"Kamu mengatakan bahwa Mike tidak di tahan? Bagaimana mungkin?"
"Kenapa? Apa kamu meragukanku hasil penyelidikanku?" Jay tahu bahwa Eireen tidak percaya.
"Mike tidak sesederhana yang kita pikirkan.Pria ini sudah lama tahu bahwa ada yang tidak beres dengan keluarga Tan. Saat pergi ke kantor polisi seharusnya dia sudah bisa menebak apa yang mereka selidiki. Dia seharusnya sudah menduga bahwa ada orang yang ingin berurusan dengan keluarga Lee."
Eireen tertegun dengan mata terbelalak, "maksudmu Mike sudah lama mengetahui bahwa ada masalah dalam keluarga Tan?"
"Seharusnya begitu." Jay memikirkan informasi yang ditemukan, lalu dia mengangguk-anggukan kepala.
Tangan Eireen lemas, ponsel yang di pegangnya jatuh ke lantai dan menimbulkan suara nyaring.
Jay tidak tahu apa yang terjadi, dia terkejut dengan suara itu, "Hei, gadis bodoh, apa yang kamu lakukan?"
Eireen tidak mempedulikannya, dia terduduk di lantai dengan tidak berdaya. Jika Mike sudah lama tahu bahwa keluarga Tan ada masalah, apakah dia telah mencurigainya sejak awal, maka ketika Elaine kembali dan sikapnya berubah?
Semakin dipikir, kemungkinan semakin besar, Eireen terlihat panik dan gelisah.
"Hey, gadis bodoh, kamu masih disana? Bicaralah,"
Di telepon Jay tidak mendapat tangggapan dari Eireen dalam waktu yang lama, Jay nasih berusaha memanggil dengan keras.
Eireen yang tersadar, dengan panik mengambil ponsel yang jatuh di lantai, "aku mendengarmu."
"Kamu gadis bodoh, apa yang terjadi denganmu?' Jay menegur dengan sangat kesal.
Eireen tidak peduli, dia sedang menebak-nebak dalam hatinya, bertanya dengan tidak pasti, "Kamu telah menyelidiki bahwa Mike tidak ditangkap, apakah dia akan melawan?"
Jay yang merasa tidak puas, karena setiap kali Eireen menghubungi dia selalu tentang Mike, tapi dia tetap saja menjawab pertanyaan Eireen, "Hampir saja, orang-orang di belakang Elaine telah muncul. Kemungkinan dengan cepat berita mengenai Mike akan dihapus."
Eireen mendapat jawabannya, dia hanya bisa memegang ponselnya dengan erat.
Dia akan teringat akan hal lain, jika mike menghabisi keluarga Tan, apakah dia akan menjadi berikutnya?
Untuk sesaat, dia merasa tidak bisa berada di ibukota lagi.
"aku sudah tahu, terima kasih."
Setelah Eireen mengucapkan terima kasih, dia langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
Jay memegang ponsel, wajahnya tampak kebingungan, dia merasa bahwa sikap Eireen sangat aneh.
"Kamu pergi kehotel untuk mengawasi gadis bodoh itu. laporkan kepadaku semua tindakannya setiap saat."
"baik!"
Pengawal mendapat perintah dan langsung pergi.
Eireen tidak tahu bahwa sikapnya membuat Jay curiga. Dia mulai mengemasi barangnya.
Karena Mike tidak dalam bahaya, tidak ada alasan untuk dia tetap tinggal menetap. Yang penting adalah dia takut setelah menghabisi keluarga Tan dan mengarahkan semuanya kepadanya. Lagipula orang yang dingin dan cerdas seperti Mike, bagaimana mungkin dapat dengan mudah untuk menipunya.
Sekarang Mike belum bertindak, ini waktu terbaik untuk pergi, Eireen takut dia dan bayinya akan di sakiti oleh Mike.
............
Keesokan paginya, Eireen tidak memberitahu siapapun, dengan menyamar, dia lalu bergegas pergi kebandara.
Jay mendapat berita itu dan bingung, "kamu bilang dia membeli tiket untuk pulang?"
"Benar, pesawat jam sepuluh. Jika sekarang tuan muda bergegas kesana, mungkin masih sempat menghentikannya." pengawal menunduk hormat dan melaporkannya.
"Tidak perlu, biarkan dia pergi."
Jay bisa menebak perasaan Eireen, dia tersenyum sambil memainkan matanya, "Bagaimana dengan keluarga Mike?"
"masih belum ada gerakan." Pengawal melaporkan.
Jay mengerutkan alis, juga tidak peduli.
"Suruh, orang itu terus mengikutinya, jika ada kabar segera melapor kepadaku. Uh.. untuk gadis bodoh itu juga selalu laporkan beritanya kepadaku."
"Baik!" pengawal itu berbalik dan pergi.
Selama dua hari berikutnya, ibukota kelihatan tenang, tampaknya semua orang telah menerima kenyataan keluarga Lee.
Sekarang Elaine menyerahkan semua masalah kepada Bruno, sekarang dia di rumah mengasuh anak, berharap Bruno akan segera menyelesaikan masalah dengan keluarga Lee, dan tentu saja masalah pernikahannya.
Elaine juga teringat pada saat ini, dia teringat bahwa dia masih memilki hubungan pernikahan dengan Mike.
Wajahnya tampak murung, berkata "Panggilkan orang, carikan pengacara untukku."
Setelah beberapa saat, pengawal masuk bersama seorang pengacara memakai jas hitam.
Elaine membuat dua lembar surat perjanjian perceraian, lalu membawa surat perjanjian perceraian itu ke pengadilan.
__ADS_1
Di Pengadilan, karena saat di perjalanan Elaine membuat janji, tanpa hambatan dia bertemu dengan "Mike." didalam sel tahanan.
"Mike, ini surat perjanjian perceraian, setelah kamu lihat, segera mungkin menandatanganinya."
Elaine tidak omong kosong, dia lalu melempar surat perjanjian perceraian dihadapan "Mike"
"Mike" melirik surat perjanjian di atas meja, menatap Elaine, tidak berniat untuk membacanya.
Elaine terlihat tidak puas dengan sikapnya, "Kenapa? sampai saat ini, kamu masih tidak mau bercerai?"
"Mike" benar-benar tidak bersedia, lagipula dia bukan tuan muda yang sebenarnya.
Di Apartemen pusat ibukota, Mike juga telah mendapat kabar dari bawahannya, bahwa Elaine pergi ke pengadilan dan ingin bercerai dengannya.
"Presdir, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
Hans berdiri dengan hormat, menunggu keputusan Mike.
Mata Mike menyipit. "Elaine cukup gila, aku belum menemuinya, dia sendiri sudah mencariku duluan."
Mike berkata dengan nada yang tajam serta sorot mata yang dingin, "Sekarang sudah tepat, perintahkan mereka untuk mulai menutup berita internet."
"Baik."
Hans bersiap menjalankan tugas, kemudian mike memerintahkan. "Setelah menangkap Elaine, untuk sementara antar kemari dulu. Masih ada masalah yang akan ku tanyakan."
"Aku sudah tahu."
Hans menerima perintah, berbalik dan mulai bekerja.
Di pengadilan, Elaine masih tidak tahu bahwa bahaya sedang mengintainya. Dia dengan sabar mengancam, "Mike, aku menyarankanmu untuk segera menandatangani surat cerai ini. kalau tidak jangan salahkan aku."
"Mike" masih acuk tak acuh, tetapi di detik berikutnya, wajahnya tampak sedikit perubahan.
Hanya karena baru saja, dia menerima pesanan terbaru dari bos melalui Headset, "Surat perjanjian perceraian ini, lebih baik nona Elaine berbicara langsung sendiri dengan bos."
Setelah selesai berkata, dia bangkit dari kursi, berjalan selangkah demi selangkah menuju ke tempat Elaine.
Elaine takut akan nafas berbahaya dari dia, melangkah mundur ke belakang, "Apa yang kamu lakukan?"
Happy Reading All....
Semoga tetap suka ya..
Minta Like, vote dan komen...
__ADS_1
maaf ketidaksempurnaan author..